Petualangan Menuju Air Terjun Lembah Kahung, Surga Tersembunyi di Banjar

Kalimantan Selatan

Petualangan Menuju Air Terjun Lembah Kahung, Surga Tersembunyi di Banjar

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Jumat, 19 Jun 2026 07:00 WIB
Air Terjun Lembah Kahung Banjar.
Foto: Air Terjun Lembah Kahung Banjar (Dok. Diskominfo Kabupaten Banjar)
Banjar -

Kalimantan Selatan tak cuma dikenal karena sungai dan pasar apungnya. Provinsi ini juga menyimpan banyak destinasi alam yang sayang untuk dilewatkan. Salah satunya Air Terjun Lembah Kahung di Kabupaten Banjar.

Berada di kawasan Pegunungan Meratus, air terjun ini terletak di tengah hutan yang masih sangat asri, lengkap dengan sungai dan perbukitan hijau yang memanjakan mata. Meski begitu, keindahan Air Terjun Lembah Kahung tidak bisa dinikmati dengan mudah.

Wisatawan harus menempuh perjalanan panjang melalui waduk, sungai, dan berjalan di jalur trekking di tengah hutan. Tetapi tenang, semua perjuangan tersebut akan terbayar lunas ketika tiba di hadapan air terjun yang megah dan suasana alam yang menenangkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berada di Kawasan Gunung Kahung

Air Terjun Lembah Kahung terletak di Desa Belangian, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar. Lokasinya berada di kawasan Gunung Kahung yang memiliki ketinggian sekitar 1.456 meter di atas permukaan laut dan menjadi bagian dari rangkaian Pegunungan Meratus.

Kawasan ini dikenal sebagai habitat berbagai flora dan fauna khas Kalimantan. Sepanjang perjalanan, pengunjung akan menikmati suasana hutan tropis yang masih alami dengan pepohonan besar menjulang tinggi dan udara sejuk.

Air Terjun Lembah Kahung sendiri memiliki tinggi sekitar 25 meter dengan lebar sekitar 8 meter. Air yang mengalir deras dari tebing batu itu menciptakan suara percikan air yang jatuh deras di bawahnya, siapapun yang berkunjung pasti merasakan kesejukan di sana.

Perjalanan Dimulai dari Waduk Riam Kanan

Petualangan menuju Air Terjun Lembah Kahung bisa dimulai dari Martapura atau Banjarmasin menuju Dermaga Waduk Riam Kanan. Dari pusat Kota Martapura, perjalanan menuju waduk memakan waktu sekitar 40 menit menggunakan kendaraan.

Sesampainya di Dermaga Riam Kanan, perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu kecil atau klotok menuju Desa Belangian. Biaya naik klotok sekitar Rp30.000 per orang untuk sekali perjalanan.

Perjalanan selama kurang lebih dua jam di atas waduk justru menjadi pengalaman tersendiri. Di perjalanan ini detikers akan disuguhkan hamparan air yang luas berpadu dengan Pegunungan Meratus yang menjulang di kejauhan.

Setibanya di Desa Belangian, pengunjung harus melakukan registrasi atau Simaksi dengan biaya sekitar Rp2.000 per orang. Pendataan ini dilakukan untuk mencatat jumlah pengunjung.

Melewati Hutan, Padang Ilalang, dan Empat Shelter

Air Terjun Lembah Kahung Banjar.Air Terjun Lembah Kahung Banjar. Foto: Dok. Meratus Geopark

Dari Desa Belangian, perjalanan menuju air terjun hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki. Sekitar 40 menit perjalanan dari desa, detikers akan tiba di shelter atau pos pertama. Setelah itu perjalanan berlanjut menuju shelter kedua dan ketiga yang dikenal sebagai shelter kembar karena lokasinya berdampingan.

Jalur trekking yang dilalui juga cukup menguji nyali. Wisatawan akan melewati jalan setapak di tengah hutan, hamparan padang ilalang luas dengan pemandangan pegunungan hijau, dan beberapa sungai kecil yang airnya sangat jernih.

Semakin jauh perjalanan, medan menjadi lebih menantang. Beberapa jalur berada di tepi sungai berbatu sehingga detikers harus lebih berhati-hati saat melintas. Setelah sekitar tiga jam perjalanan dari shelter kembar menuju shelter keempat, pengunjung masih harus berjalan sekitar satu jam lagi sebelum akhirnya tiba di lokasi air terjun.

Sesampainya di lokasi, detikers akan langsung disambut suara gemuruh air yang jatuh dari ketinggian. Air terjun setinggi 25 meter tersebut mengalir deras di antara tebing dan bebatuan hitam. Airnya sangat jernih dan sejuk. Percikan air yang terbawa angin bisa terasa hingga beberapa meter dari titik jatuhnya air terjun.

Di sana, detikers bisa bermain air, berendam, atau sekadar duduk di atas bebatuan sambil menikmati suasana. Keindahan Air Terjun Lembah Kahung semakin terasa karena lokasinya yang masih alami dan jauh dari pemukiman.

Berkemah di Sekitar Air Terjun

Selain menikmati air terjun, banyak wisatawan memilih berkemah di sekitar. Beberapa area datar di jalur pendakian maupun dekat air terjun bisa digunakan untuk mendirikan tenda.

Berkemah juga menjadi pilihan yang tepat, karena pada malam hari, suasana hutan yang sunyi hanya ditemani suara aliran sungai dan air terjun. Sementara saat pagi tiba, detikers bisa menikmati kabut tipis yang menyelimuti sela-sela pepohonan.

Untuk biaya masuk, Air Terjun Lembah Kahung tidak menarik biaya apapun. Pengunjung hanya perlu menyiapkan biaya transportasi menuju lokasi, termasuk ongkos klotok dan biaya registrasi pendakian.

Harganya yang terjangkau ditambah pengalaman merasakan air terjun di tengah hutan Kalimantan menjadi daya tarik yang tidak bisa ditolak. Oleh karena itu, ketika berkunjung ke Kalimantan Selatan, jangan hanya menikmati sungai saja, detikers. Cobalah pergi ke Kawasan Geopark Meratus dan nikmati Air Terjun Lembah Kahung!

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: 2 Turis Asing Tewas Terjatuh dari Jembatan Wisata Air Terjun Labuan Bajo"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads