Bukit Steling di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mencuri perhatian publik dengan pesona alamnya. Destinasi yang baru hits di Samarinda ini masuk ke dalam daftar nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2026.
API Award diikuti berbagai pemerintah daerah di Indonesia untuk mengenalkan budaya dan pariwisatanya. Bukit Steling sendiri masuk dalam kategori Destinasi Baru.
Seperti apa daya tarik Bukit Steling? Simak penjelasannya di sini, lengkap dengan daftar nominasi yang menjadi pesaing Bukit Steling.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nominator Kategori Destinasi Baru API Award
Kehadiran Bukit Steling dalam API Award 2026 bersaing pada kategori Destinasi Baru. Pencapaian ini tidak hanya mengangkat nama Samarinda, tetapi juga membuka mata para penikmat wisata tentang potensi bukit di tengah kota yang bisa disulap menjadi ruang rekreasi memadai.
Berikut 10 nominator yang turut memperebutkan penghargaan kategori Destinasi Baru terbaik tersebut:
- Bukit Steling, Kota Samarinda
- Air Terjun Tiga Bidadari, Kab. Halmahera Timur
- Air Terjun Tingkat Tujuh, Kab. Aceh Selatan
- Blessing Stone, Kab. Nabire
- Bukit Punggung Kuda, Kab. Bombana
- Bukit Seligi, Kab. Melawi
- Danau Depati IV, Kab. Merangin
- Desa Pincara, Kab. Luwu Utara
- Pantai Dato, Kab. Majene
- Sungai Biru RF2, Kab. Penukal Abab Lematang Ilir
Daya Tarik Bukit Steling
Apa yang membuat Bukit Steling begitu istimewa? Daya tarik utamanya terletak pada pengalaman healing kilat yang disajikannya tanpa mengharuskan pengunjung menempuh perjalanan jauh ke luar kota.
Lokasinya berada di kawasan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda. Perjalanan menuju puncak bukit ini dimulai dengan cara yang cukup unik, yakni menyusuri sebuah gang kecil yang membelah pemukiman warga.
Pengunjung akan diajak melewati deretan tangga beton yang kemudian bersambung menjadi jalan setapak tanah dan bebatuan yang menanjak. Meski medannya cukup curam, pendakian ini terbilang sangat ramah bagi pemula karena hanya membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 30 menit.
Setibanya di ketinggian 117 meter, segala rasa lelah akan langsung terbayar lunas oleh embusan angin sejuk dan lukisan panorama 360 derajat yang memanjakan mata. Di satu sisi, lanskap bangunan kota dan perbukitan berdiri berpadu dengan megah.
Sementara di sisi lain, Sungai Mahakam tampak meliuk dan membentang gagah. Pengunjung dpat menyaksikan kapal-kapal besar serta ponton yang melintas tenang bergerak.
Wisata Bukit Steling Samarinda. Foto: Nadhifa Aurellia Wirawan/detikKalimantan |
Fasilitas dan Momen Kunjungan Terbaik
Fasilitas di atas puncak pun ditata sedemikian rupa untuk memastikan kenyamanan pengunjung. Terdapat area duduk yang diatur aman di pinggir tebing, toilet umum, hingga warung kecil yang menjajakan kopi panas dan cemilan.
Momen berkunjung ke Bukit Steling akan terasa semakin magis jika diatur pada waktu yang tepat. Bagi para penikmat senja, pendakian pada pukul 16.30 Wita sangat disarankan untuk menikmati semburat jingga, yang kemudian disusul oleh bonus panorama gemerlap lampu kota Samarinda.
Sementara bagi penikmat udara segar, mendakilah sekitar pukul 04.30 Wita untuk menyambut syahdunya matahari terbit.
Nah, itulah tadi ulasan mengenai Bukit Steling di Samarinda yang menjadi nominator Destinasi Baru dalam API Award 2026. Jika penasaran, langsung saja mencoba naik ke atas bukitnya!

