Nama Danau Gatal mungkin terdengar unik di telinga wisatawan. Tetapi di balik namanya, destinasi wisata ini punya pesona alam danau air tawar yang masih alami di tengah hutan hijau Kalimantan.
Berlokasi di Kabupaten Katingan, Danau Gatal telah dikembangkan melalui program Desa Wisata Danau Gatal. Potensi wisatanya adalah wisata alam, budaya lokal, dan berbagai aktivitas yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
Selain menikmati danau, pengunjung juga bisa melihat kehidupan masyarakat sekitar yang masih bergantung pada hasil perikanan dan sumber daya alam di Danau Gatal. Lokasinya memang relatif jauh dari pusat kota, berada di Desa Danau Gatal, Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Desa ini berjarak sekitar 45-50 kilometer dari Kasongan, ibu kota Kabupaten Katingan. Jalan menuju danau sudah beraspal, sehingga jika menggunakan mobil, waktu tempuh untuk mencapai tempat wisata ini sekitar satu jam.
Memancing Ikan Air Tawar di Danau Gatal
Daya tarik utama Danau Gatal adalah memancing ikan air tawar. Danau ini terhubung ke aliran sungai dan menjadi habitat berbagai jenis ikan air tawar khas Kalimantan. Para pengunjung bisa memancing langsung dari tepi danau atau menyewa perahu maupun klotok punya warga. Memancing juga menjadi mata pencaharian sebagian masyarakat di sekitar danau.
Beberapa jenis ikan yang bisa ditemukan di Danau Gatal di antaranya ikan seluang, toman, haruan (gabus), baung, katulai, dan beberapa jenis ikan air tawar lainnya. Laporan mengenai potensi sumber daya perikanan di Kabupaten Katingan juga mencatat keberadaan berbagai spesies lokal seperti papuyu, biawan, sepat, kapar, karandang, dan miau, yang menjadi sumber pangan sekaligus punya nilai ekonomis bagi masyarakat setempat.
Waktu terbaik untuk memancing umumnya adalah di pagi atau sore hari saat cuaca lebih sejuk dan ikan-ikan sedang aktif. Selain membawa perlengkapan pancing sendiri, detikers yang berkunjung juga harus menjaga kelestarian danau dengan tidak membuang sampah maupun menggunakan alat tangkap yang merusak ekosistem danau.
Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"
(sun/des)