Pesona Desa Muara Enggelam, Desa Terapung di Atas Danau Melintang Kukar

Kalimantan Timur

Pesona Desa Muara Enggelam, Desa Terapung di Atas Danau Melintang Kukar

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Jumat, 24 Jul 2026 11:30 WIB
Foto udara suasana Desa Muara Enggelam di Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (17/5/2025). Desa tanpa daratan yang berada di tengah Danau Melintang tersebut dihuni sekitar 747 jiwa dengan mata pencaharian sebagai nelayan dan menggantungkan hidup pada hasil tangkapan ikan dari sekitar danau, selain itu ada juga warga yang berkebun di ladang terapung atau membuat kerajinan tangan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Kutai Kartanegara -

Sungai adalah kehidupan masyarakat Kalimantan. Terdapat puluhan sungai dengan ratusan anak sungai yang mengalir di pulau ini. Anak-anak sungai itu juga mengalirkan air ke danau sebagai penampung, membuat masyarakat Kalimantan sangat dekat dengan air, tak terkecuali yang tinggal di Desa Muara Enggelam.

Desa Muara Enggelam bisa dibilang desa yang unik karena hampir seluruh permukiman di sini berdiri di atas perairan Danau Melintang. Jalan utamanya berupa jembatan kayu, transportasi sehari-hari mengandalkan perahu, sementara kehidupan masyarakat sepenuhnya bergantung pada danau.

Secara administratif, Muara Enggelam berada di Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Desa ini berada di tengah hamparan Danau Melintang yang memiliki luas sekitar 11.000 hektare.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lokasinya cenderung terpencil, tapi desa ini punya banyak keunikan dan prestasi. Yuk, kita jalan-jalan ke Desa Muara Enggelam.

Desa Terapung yang Hanya Bisa Diakses Lewat Jalur Air

Foto udara suasana Desa Muara Enggelam di Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (17/5/2025). Desa tanpa daratan yang berada di tengah Danau Melintang tersebut dihuni sekitar 747 jiwa dengan mata pencaharian sebagai nelayan dan menggantungkan hidup pada hasil tangkapan ikan dari sekitar danau, selain itu ada juga warga yang berkebun di ladang terapung atau membuat kerajinan tangan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.Foto udara suasana Desa Muara Enggelam di Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (17/5/2025). Desa tanpa daratan yang berada di tengah Danau Melintang tersebut dihuni sekitar 747 jiwa dengan mata pencaharian sebagai nelayan dan menggantungkan hidup pada hasil tangkapan ikan dari sekitar danau, selain itu ada juga warga yang berkebun di ladang terapung atau membuat kerajinan tangan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa. Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT

Muara Enggelam termasuk sebagai desa terapung karena sebagian besar rumah, fasilitas umum, dan jalannya dibangun di atas tiang-tiang kayu yang berdiri di atas perairan Danau Melintang. Tidak tersedia akses darat langsung menuju desa ini. Seluruh perjalanan harus dilanjutkan menggunakan perahu atau kelotok.

Dari Samarinda, detikers harus menempuh perjalanan sekitar dua sampai tiga jam menuju Kota Bangun atau Muara Muntai. Setelah itu perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu motor atau speedboat sekitar satu sampai dua jam ke Muara Enggelam.

Sesampainya di desa, wisatawan langsung disambut gapura kayu yang mengapung di atas air. Gapura tersebut punya fungsi lain untuk menahan angin, ombak, sekaligus penyaring sampah yang terbawa arus danau.

Di desa ini ada jembatan yang bisa dibuka-tutup bagian tengahnya untuk akses kapal agar bisa melintas. Meski begitu, warga sebagian besar menggunakan perahu kecil sebagai moda transportasi, bahkan ketika hanya ingin mengunjungi tetangga sebelah, termasuk untuk pergi ke masjid atau sekolah.

Desa Nelayan yang Jadi Desa Wisata

Foto udara suasana Desa Muara Enggelam di Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (17/5/2025). Desa tanpa daratan yang berada di tengah Danau Melintang tersebut dihuni sekitar 747 jiwa dengan mata pencaharian sebagai nelayan dan menggantungkan hidup pada hasil tangkapan ikan dari sekitar danau, selain itu ada juga warga yang berkebun di ladang terapung atau membuat kerajinan tangan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.Foto udara suasana Desa Muara Enggelam di Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (17/5/2025). Desa tanpa daratan yang berada di tengah Danau Melintang tersebut dihuni sekitar 747 jiwa dengan mata pencaharian sebagai nelayan dan menggantungkan hidup pada hasil tangkapan ikan dari sekitar danau, selain itu ada juga warga yang berkebun di ladang terapung atau membuat kerajinan tangan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa. Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT

Konon dulunya desa ini dijadikan sebagai tempat singgah para nelayan setelah menangkap ikan di Danau Melintang. Karena hasil tangkapan ikan di kawasan danau itu sangat melimpah, para nelayan mulai membangun pondok sebagai tempat beristirahat sekaligus menyimpan hasil tangkapan.

Seiring waktu, jumlah pondok terus bertambah hingga berkembang menjadi sebuah permukiman yang dihuni para keluarga. Saat ini Desa Muara Enggelam dihuni sekitar 700-725 jiwa yang sebagian besar berasal dari suku Kutai, seperti yang dikutip dari enggelam.digitaldesa.id.

Sebagian besar warga di desa ini hidup sebagai nelayan air tawar yang menangkap berbagai jenis ikan untuk kemudian diolah menjadi ikan asin maupun ikan asap. Produk olahan tersebut menjadi komoditas unggulan desa dan dipasarkan hingga ke berbagai daerah.

Pemerintah Desa Enggelam menyebut produk ikan asin Muara Enggelam telah dipasarkan ke luar negeri sehingga menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat. Selain mengolah hasil perikanan, sebagian warga juga membudidayakan sarang burung walet sebagai sumber pendapatan tambahan.

Meski berdiri di tengah danau, berbagai fasilitas desa terus berkembang. Muara Enggelam telah memiliki sekolah, puskesmas, masjid, kantor desa, dan beberapa toko atau warung kecil.

Desa PLTS Komunal

Yang membanggakan, Muara Enggelam menjadi contoh desa yang memanfaatkan energi terbarukan dalam skala nasional. Sejak 2015, desa ini mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersinar Desaku.

Sistem inilah yang membuat masyarakat desa bisa menikmati listrik selama 24 jam, menggantikan generator diesel yang sebelumnya hanya beroperasi di malam hari. Kesuksesannya membuat Desa Muara Enggelam menjadi role model pengelolaan listrik tenaga surya skala besar di Indonesia.

Di sektor pariwisata, Muara Enggelam juga telah ditetapkan sebagai desa wisata oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Selain karena cantiknya Danau Melintang yang luas, daya tarik lainnya adalah kehidupan warganya yang menyatu dengan alam, rumah-rumah kayu di atas air, gapura ikonik dari ulin, dan tradisi di tengah kehidupan desa yang masih lestari.

Buat detikers yang ingin mengeksplor Kalimantan Timur lebih jauh, Desa Muara Enggelam bisa jadi salah satu pilihan wisata yang menarik di Kutai Kartanegara. Lokasinya pun tidak terlalu jauh dan mudah diakses dari kota-kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menikmati Malam yang Hidup di Kawasan Tepian, Kalimantan Timur"
[Gambas:Video 20detik] (des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads