Kalimantan Selatan tidak hanya dikenal dengan kekayaan alam dan budaya masyarakatnya, tetapi juga memiliki ragam kuliner tradisional yang menggugah selera. Salah satunya adalah wadai, sebutan masyarakat setempat untuk aneka kue atau jajanan tradisional yang umumnya memiliki cita rasa manis, legit, dan kaya akan penggunaan bahan-bahan lokal.
Tak sekadar menjadi kudapan sehari-hari, wadai juga memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan masyarakat Banjar. Aneka kue tradisional ini kerap disajikan dalam berbagai acara, mulai dari perayaan keluarga, kegiatan adat, hingga menjadi sajian untuk menyambut tamu.
Ragam Wadai Khas Kalimantan Selatan
Provinsi Kalsel bakal merayakan hari jadinya yang ke-76 pada 14 Agustus 2026. Hingga di usianya saat ini, provinsi Kalsel memiliki warisan kuliner yang begitu kaya. Berikut aneka wadai kebanggaan Kalsel, dirangkum dari berbagai literatur dan laman resmi Pemprov Kalsel:
1. Kue Lam
Kalimantan Selatan terkenal dengan ragam wadai atau kue tradisionalnya. Selain amparan tatak, bingka, dan ipau, orang Banjar juga mengolah kue lam, salah satu wadai berlapis-lapis ala Banjar.
Kue lam sering disuguhkan sebagai kudapan pada berbagai acara, seperti acara keluarga, Idulfitri, maupun dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Kue lam sendiri menurut beberapa sumber berasal dari wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan.
Kue ini teksturnya padat, walaupun terdiri dari banyak lapisan. Beda antara kue lam dengan lapis legit adalah penggunaan telur bebek pada kue lam yang jumlahnya banyak. Telur bebek digunakan karena akan menghasilkan tekstur yang lebih lembut sekaligus rasa yang lebih gurih dibandingkan telur ayam.
2. Pupudak Baras
Dirangkum dari buku Ragam Kudapan Maluku, Sulawesi dan Kalimantan oleh Murdijati-Gardjito dkk, Pupudak Baras adalah salah satu jajanan tradisional khas masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan, Indonesia. Kue ini juga dikenal dengan sebutan wadai susunduk lawang atau kue palang pintu.
Pupudak merupakan kudapan yang dibuat dari bahan dasar tepung sagu yang dipadukan dengan sirup gula kelapa dan dibungkus dengan daun pisang yang dibentuk seperti lontong.
Pupudak Baras merupakan salah satu jajanan tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya kuliner Banjar. Nama "baras" merujuk pada beras atau tepung beras sebagai bahan utama pembuatannya.
Penggunaan daun pisang sebagai pembungkus dikenal memiliki makna filosofi tersendiri, yaitu melambangkan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan sebaiknya tidak perlu dipamerkan kepada orang lain.
Kudapan ini dibuat dari tepung sagu yang dicampur dengan beberapa bahan lainnya, kemudian dibungkus menggunakan daun pisang dengan bentuk menyerupai lontong sebelum dikukus hingga matang. Rasanya manis dengan tekstur legit yang menjadi ciri khasnya.
3. Roti Pisang Banjar
Roti pisang adalah salah satu cemilan tradisional khas Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang sangat mudah ditemukan di pasar maupun lapak wadai di pinggir jalan. Walaupun namanya roti, cemilan yang satu ini bentuk dan sajiannya tidak sama dengan roti pada umumnya.
Wadai ini cenderung unik karena menggunakan pisang raja yang sudah sangat matang. Ketika dipadukan dengan santan dan mentega, jadilah roti pisang yang gurih, legit, nyaman (enak) dan pastinya mengenyangkan.
4. Babongko
Babungku, babongko, atau biasa disebut juga kue bongko, merupakan salah satu kue tradisional khas Banjar dari Kalimantan Selatan. Nama Babungku artinya dibungkus, sesuai dengan cara penyajiannya yang menggunakan daun pisang.
Wadai ini berbentuk gumpalan berwarna kehijauan dengan tekstur kenyal dan lembut. Ketika dibuka, tampilannya menyerupai puding hunkue, meskipun bahan utamanya sebenarnya berasal dari tepung beras.
Sekilas, babongko tampak mirip dengan bubur sumsum, namun perbedaannya terletak pada bahan dan penyajiannya. Babongko dibuat dari tepung beras yang diberi warna hijau alami dari daun suji, kemudian dibungkus daun pisang berbentuk menyerupai piramida.
Babongko merupakan salah satu wadai khas Banjar yang dikenal dengan teksturnya yang lembut, rasanya gurih dan manis, serta aroma harum yang menggugah selera.
Ciri khas Babongko terletak pada perpaduan rasa manis dan gurih yang berasal dari santan dan gula merah. Kue ini umumnya dibungkus menggunakan daun pisang, sehingga memberikan aroma alami yang semakin menambah kenikmatannya.
5. Apam Barabai
Wadai yang satu ini menjadi favorit warga Kalimantan Selatan (Kalsel), namanya Apam Barabai. Ialah kue tradisional yang kerap jadi oleh-oleh khas Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalsel.
Apam Barabai dibuat dengan bahan utama tepung beras, tape singkong, gula merah atau gula putih. Apam Barabai memiliki bentuk bulat dan tipis dengan warna cokelat muda atau putih, bergantung pada jenis gula yang digunakan dalam adonannya.
Penggunaan tepung beras menghasilkan tekstur yang lembut, dipadukan dengan gula aren sehingga rasanya manis, aroma yang khas, dan warnanya menjadi coklat. Sementara jika menggunakan gula putih, maka apam barabai akan berwarna putih.
(aau/aau)