Manis Legit Ragam Wadai Khas Kalimantan Selatan

Manis Legit Ragam Wadai Khas Kalimantan Selatan

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Minggu, 16 Agu 2026 12:01 WIB
Amparan Tatak.
Amparan Tatak. Foto: detikFood
Banjarmasin -

Kalimantan Selatan tidak hanya dikenal dengan kekayaan alam dan budaya masyarakatnya, tetapi juga memiliki ragam kuliner tradisional yang menggugah selera. Salah satunya adalah wadai, sebutan masyarakat setempat untuk aneka kue atau jajanan tradisional yang umumnya memiliki cita rasa manis, legit, dan kaya akan penggunaan bahan-bahan lokal.

Tak sekadar menjadi kudapan sehari-hari, wadai juga memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan masyarakat Banjar. Aneka kue tradisional ini kerap disajikan dalam berbagai acara, mulai dari perayaan keluarga, kegiatan adat, hingga menjadi sajian untuk menyambut tamu.

Ragam Wadai Khas Kalimantan Selatan

Provinsi Kalsel bakal merayakan hari jadinya yang ke-76 pada 14 Agustus 2026. Hingga di usianya saat ini, provinsi Kalsel memiliki warisan kuliner yang begitu kaya. Berikut aneka wadai kebanggaan Kalsel, dirangkum dari berbagai literatur dan laman resmi Pemprov Kalsel:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Kue Lam

Kue Lam. (SiOPEN Balangan)Kue Lam. (SiOPEN Balangan)

Kalimantan Selatan terkenal dengan ragam wadai atau kue tradisionalnya. Selain amparan tatak, bingka, dan ipau, orang Banjar juga mengolah kue lam, salah satu wadai berlapis-lapis ala Banjar.

Kue lam sering disuguhkan sebagai kudapan pada berbagai acara, seperti acara keluarga, Idulfitri, maupun dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Kue lam sendiri menurut beberapa sumber berasal dari wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan.

Kue ini teksturnya padat, walaupun terdiri dari banyak lapisan. Beda antara kue lam dengan lapis legit adalah penggunaan telur bebek pada kue lam yang jumlahnya banyak. Telur bebek digunakan karena akan menghasilkan tekstur yang lebih lembut sekaligus rasa yang lebih gurih dibandingkan telur ayam.

2. Pupudak Baras

Pupudak Baras. (YouTube Dapur Bunda Lidia)Pupudak Baras. (YouTube Dapur Bunda Lidia)

Dirangkum dari buku Ragam Kudapan Maluku, Sulawesi dan Kalimantan oleh Murdijati-Gardjito dkk, Pupudak Baras adalah salah satu jajanan tradisional khas masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan, Indonesia. Kue ini juga dikenal dengan sebutan wadai susunduk lawang atau kue palang pintu.

Pupudak merupakan kudapan yang dibuat dari bahan dasar tepung sagu yang dipadukan dengan sirup gula kelapa dan dibungkus dengan daun pisang yang dibentuk seperti lontong.

Pupudak Baras merupakan salah satu jajanan tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya kuliner Banjar. Nama "baras" merujuk pada beras atau tepung beras sebagai bahan utama pembuatannya.

Penggunaan daun pisang sebagai pembungkus dikenal memiliki makna filosofi tersendiri, yaitu melambangkan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan sebaiknya tidak perlu dipamerkan kepada orang lain.

Kudapan ini dibuat dari tepung sagu yang dicampur dengan beberapa bahan lainnya, kemudian dibungkus menggunakan daun pisang dengan bentuk menyerupai lontong sebelum dikukus hingga matang. Rasanya manis dengan tekstur legit yang menjadi ciri khasnya.

3. Roti Pisang Banjar

Ilustrasi roti pisang BanjarIlustrasi roti pisang Banjar Foto: Gemini AI

Roti pisang adalah salah satu cemilan tradisional khas Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang sangat mudah ditemukan di pasar maupun lapak wadai di pinggir jalan. Walaupun namanya roti, cemilan yang satu ini bentuk dan sajiannya tidak sama dengan roti pada umumnya.

Wadai ini cenderung unik karena menggunakan pisang raja yang sudah sangat matang. Ketika dipadukan dengan santan dan mentega, jadilah roti pisang yang gurih, legit, nyaman (enak) dan pastinya mengenyangkan.

4. Babongko

Babongko. (Tangkapan layar buku Aneka Jajanan khas Banjarmasin oleh Alysha Junita Iskandar)Babongko. (Tangkapan layar buku Aneka Jajanan khas Banjarmasin oleh Alysha Junita Iskandar)

Babungku, babongko, atau biasa disebut juga kue bongko, merupakan salah satu kue tradisional khas Banjar dari Kalimantan Selatan. Nama Babungku artinya dibungkus, sesuai dengan cara penyajiannya yang menggunakan daun pisang.

Wadai ini berbentuk gumpalan berwarna kehijauan dengan tekstur kenyal dan lembut. Ketika dibuka, tampilannya menyerupai puding hunkue, meskipun bahan utamanya sebenarnya berasal dari tepung beras.

Sekilas, babongko tampak mirip dengan bubur sumsum, namun perbedaannya terletak pada bahan dan penyajiannya. Babongko dibuat dari tepung beras yang diberi warna hijau alami dari daun suji, kemudian dibungkus daun pisang berbentuk menyerupai piramida.

Babongko merupakan salah satu wadai khas Banjar yang dikenal dengan teksturnya yang lembut, rasanya gurih dan manis, serta aroma harum yang menggugah selera.

Ciri khas Babongko terletak pada perpaduan rasa manis dan gurih yang berasal dari santan dan gula merah. Kue ini umumnya dibungkus menggunakan daun pisang, sehingga memberikan aroma alami yang semakin menambah kenikmatannya.

5. Apam Barabai

Apam Barabai. (MMC Kota Palangka Raya / instagram @cemilankapuas_emy)Apam Barabai. (MMC Kota Palangka Raya / instagram @cemilankapuas_emy)

Wadai yang satu ini menjadi favorit warga Kalimantan Selatan (Kalsel), namanya Apam Barabai. Ialah kue tradisional yang kerap jadi oleh-oleh khas Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalsel.

Apam Barabai dibuat dengan bahan utama tepung beras, tape singkong, gula merah atau gula putih. Apam Barabai memiliki bentuk bulat dan tipis dengan warna cokelat muda atau putih, bergantung pada jenis gula yang digunakan dalam adonannya.

Penggunaan tepung beras menghasilkan tekstur yang lembut, dipadukan dengan gula aren sehingga rasanya manis, aroma yang khas, dan warnanya menjadi coklat. Sementara jika menggunakan gula putih, maka apam barabai akan berwarna putih.

6. Amparan Tatak

Amparan Tatak.Amparan Tatak. Foto: Laman MMC Kalteng

Aroma harum pisang yang berpadu dengan gurih santan dapat ditemukan dalam kue tradisional khas Kalimantan Selatan bernama amparan tatak. Kue ini terkenal dari daerah Banjarmasin dan Tabalong.

Perpaduan rasa manis dan gurihnya membuat amparan tatak tidak hanya disukai sebagai camilan sehari-hari, tetapi juga kerap hadir dalam berbagai acara keluarga dan perayaan. Amparan tatak selalu jadi takjil favorit orang Banjar di bulan Ramadan.

Dikutip dari situs Desa Kapar, nama amparan tatak sendiri berasal dari bahasa Banjar yang berarti 'lapisan yang dihamparkan'. Amparan pisang artinya hamparan pisang, sementara tatak artinya potong, sebab kue pisang ini dihampar dan dipotong-potong.

Tampilannya mirip kue lapis karena dicetak dalam wadah atau loyang segi empat atau bundar. Dalam pembuatannya, kue ini terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan santan, daun pandan dan pisang tanduk. Teksturnya lembut dengan rasa manis gurih yang berasal dari santan.

7. Wadai Petah

Resep Takjil Wadai Petah Khas BanjarResep Takjil Wadai Petah Khas Banjar Foto: Istimewa (dok Cookpad/@Alodia_Kitchen)

Kue basah tradisional ini berasal dari daerah Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Rasanya gurih dengan tekstur lembut mirip kue talam.

Yang membuatnya istimewa, wadai petah biasa disantap bersama tahilala, yaitu santan yang dimasak hingga keluar minyak sehingga rasanya makin kaya dan legit.

8. Lempeng Pisang

Lempeng Pisang. (Istimewa)Lempeng Pisang. (Istimewa)

Masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan punya makanan khas bernama lempeng pisang. Ialah kudapan sederhana yang rasanya manis, mirip seperti pancake atau panekuk.

Lempeng pisang adalah wadai khas urang Banjar (kue khas orang Banjar). Kudapan ini kerap dijuluki sebagai pizza atau panekuk ala masyarakat Banjar karena bentuknya yang menyerupai makanan modern tersebut.

Meskipun mirip, lempeng pisang berbeda dengan panekuk pisang. Sebab, pengolahan buah pisang pada pembuatan lempeng tidak dihaluskan sepenuhnya.

Melainkan pisang dipotong dadu, diiris tipis, atau dihancurkan kasar agar tekstur buahnya tetap terasa. Potongan pisang tersebut kemudian dicampurkan ke dalam adonan tepung terigu, diberi sedikit garam, lalu dimasak di atas wajan hingga matang.

9. Apam Batil

Apam Batil Khas BanjarApam Batil Khas Banjar Foto: Istimewa (dok Cookpad/@SilvaMalexhi)

Apam batil menjadi salah satu yang paling disukai karena rasanya yang sedikit asam dari tape singkong. Apam batil biasanya dibuat untuk sarapan atau sebagai camilan sore.

Kue ini terbuat dari tepung beras dan tape singkong yang dibiarkan selama beberapa jam agar menghasilkan 'sarang' atau pori-pori seperti martabak manis.

10. Putri Selat

Amparan Tatak Pisang dan Putri SelatAmparan Tatak Pisang dan Putri Selat Foto: masakandapurku

Putri Selat adalah kue berlapis cantik dengan warna hijau, cokelat gula merah, dan putih santan. Konon menurut kepercayaan Banjar, Putri Selat diyakini sudah ada sejak zaman Kerajaan Banjar, bahkan disebut-sebut sebagai salah satu kue kegemaran bangsawan.

Kue ini tersusun atas tiga lapisan dengan rasa berbeda. Lapisan bawah berwarna putih punya tekstur lembut, gurih, dan menjadi penyeimbang dari dua rasa lapisan. Bagian ini dibuat dari santan kelapa kental.

Lapisan tengah yakni cokelat gula merah menghadirkan rasa manis legit khas gula merah. Lalu lapisan atas hijau pandan yang wangi, rasanya manis, dan memberi sentuhan wangi daun pandan.

11. Kue Sarimuka

Kue Sarimuka/Serimuka. Foto: laman Rasa MalaysiaKue Sarimuka/Serimuka. Foto: laman Rasa Malaysia

Kue ini populer di daerah Kalimantan Selatan serta negara tetangga rumpun melayu yakni Malaysia, dan Singapura. Kue ini kerap hadir dalam acara penting, mulai dari pesta adat, perayaan keagamaan, hingga jamuan keluarga.

Dirangkum dari dua buku karya Riyas Irmadona berjudul Kue-Kue Indonesia ala Dona's Delight dan Dona's Delight: Kue Indonesia Populer, kue ini banyak disajikan di Kalimantan Selatan dan jadi salah satu makanan wajib pada saat hari raya.

Sarimuka adalah salah satu jenis kue jajanan tradisional yang terbuat dari beras atau ketan untuk lapisan bawahnya. Lalu bagian atasnya terbuat dari adonan santan. Kue ini juga beberapa disajikan dengan kuah yang berbahan dasar santan.

Kue ini terbuat dari tepung beras ketan, gula merah, santan, dan juga perasan air daun pandan yang membuat warnanya hijau. Ada dua lapisan, yang berwarna hijau ini memiliki aroma khas pandan sedangkan lapisan putihnya memiliki rasa gurih santan.

Kue sarimuka memiliki cita rasa unik, dimana bagian atasnya bertekstur lembut dengan rasa manis sementara bagian bawahnya terasa tawar dan agak kasar. Tekstur kue sarimuka mirip dengan talam.

12. Kue Gegicak

Kue Gegicak. (Tangkapan layar YouTube DAPOER LOUFHA)Kue Gegicak. (Tangkapan layar YouTube DAPOER LOUFHA)

Kue gegicak adalah jajanan pasar berukuran kecil dari Banjar, Kalimantan Selatan. Kue ini juga kerap dikenal mudah ditemui di Kalimantan Timur.

Kue gegicak bisa dibilang mirip dengan klepon, kue basah dari Jawa Timur. Kue ini dikenal dengan teksturnya yang lembut, rasa manisnya yang pas, dan aromanya yang khas dari kelapa serta gula merah.

Kudapan ini sering hadir dalam acara-acara adat, menjadi hidangan di bulan Ramadan, hingga sekadar teman minum teh di sore hari. Dengan paduan kelapa parut, tepung ketan, dan gula merah, kue Gegicak menawarkan sensasi manis gurih.

13. Wadai Kararaban

Wadai kararaban khas Banjar.Wadai kararaban khas Banjar. Foto: Dok. Istimewa

Setiap bulan Rabiul Awal tiba, masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan punya cara tersendiri untuk menyemarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW. Salah satu kudapan yang tidak pernah absen adalah wadai kararaban. Wadai dalam bahasa Banjar berarti kue, sedangkan kararaban adalah salah satu jenisnya yang unik karena taburan rempahnya.

Kue ini jadi simbol rasa syukur, kebersamaan, dan penghormatan kepada Rasulullah. Setiap potongan wadai kararaban mencerminkan kekayaan kuliner sekaligus kearifan lokal masyarakat Banjar yang memaknai Maulid Nabi sebagai momentum penuh berkah.

Kue-kue tradisional Banjar memiliki filosofi yang erat dengan kehidupan sosial dan keagamaan. Dalam perayaan Maulid Nabi, masyarakat Banjar biasanya mengadakan acara besar-besaran yang disebut baayun maulid atau perayaan maulid bersama dengan berbagai rangkaian ritual. Di sinilah wadai kararaban hadir sebagai suguhan utama.

Konon, taburan rempah seperti adas dan kayu manis pada wadai kararaban melambangkan keharuman akhlak Rasulullah yang selalu dikenang sepanjang zaman. Aroma harum yang tercium dari wadai ini dianggap sebagai pengingat agar umat meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW yang penuh kasih sayang, kelembutan, dan keteguhan iman.

14. Bingka Barandam

Bingka Barandam. Foto: SIOPEN Hulu Sungai SelatanBingka Barandam. Foto: SIOPEN Hulu Sungai Selatan

Kue bingka di Kalimantan cukup bervariasi, tapi yang paling banyak dicari adalah bingka barandam. Penampilannya cantik dan rasanya legit.

Bingka menjadi salah satu kue yang digunakan dalam tradisi suku Banjar untuk acara-acara istimewa. Bingka barandam yang dibuat dari tepung terigu dan direndam kuah gula merah.

Bingka barandam umumnya berbentuk bulat, bercita rasa manis dan memiliki tekstur lembut. Bahan utamanya adalah tepung terigu, gula pasir, telur, garam dan vanili. Bingka disajikan dengan sirup gula, berendam di dalam kuah gula habang/gula merah.

15. Kue Pais

Kue paisKue pais Foto: Dok. Istimewa

Kue Pais merupakan salah satu kue basah tradisional yang juga menjadi favorit ketika memasuki bulan Ramadan. Kue yang satu ini dibuat dengan cara mengukus adonan singkong di dalamnya telah diisi gula merah cair dan dibungkus daun pisang. Saat disantap, kue ini memberikan kejutan manis di tengahnya.

Terdapat satu variasi lain dari kue pais, yaitu pais pisang. Jenis yang satu ini terbuat dari campuran tepung beras dan santan yang di tegah adonannya disisipkan potongan pisang. Saat menyantap kue ini, detikers akan merasakan sensasi lembut berpadu dengan rasa manis dan aroma daun pisang yang wangi.

Nah, itulah tadi 15 wadai khas Kalimantan Selatan. Apakah kamu sudah pernah mencicipi semuanya?

Halaman 2 dari 2
(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads