Seekor pedet atau anak sapi berjenis kelamin jantan lahir dalam kondisi sehat di P4S Karya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Anak sapi tersebut merupakan hasil persilangan indukan Limousin dengan pejantan Belgian Blue melalui program Inseminasi Buatan (IB).
Pedet dengan bobot sekitar 35 kg itu menarik perhatian karena lahir di tengah kondisi cuaca panas dan ancaman karhutla yang terus berlangsung. Sahrian, petugas reproduksi sekaligus pemilik P4S Karya Baru Mandiri, menjelaskan bahwa kelahiran tersebut memiliki makna tersendiri bagi dunia peternakan.
"Di tengah teriknya panas Kalimantan dan asap yang menyelimuti, Allah hadirkan secercah harapan baru," ujar Sahrian, Selasa (1/9/2026).
Pedet jantan itu kemudian diberi nama Nyuntik. Nama tersebut diambil dari proses kelahirannya yang berawal dari program Inseminasi Buatan (IB).
"Nyuntik bukan sekadar tambahan populasi ternak. Kelahirannya menjadi bukti keberhasilan program peningkatan mutu genetik sapi yang dilakukan melalui teknologi reproduksi," katanya.
IB terhadap indukan sapi tersebut dilakukan pada 21 November 2025. Semen yang digunakan merupakan Belgian Blue BB Satria 282104 XX 0310 dari BBIB Singosari. Proses IB tersebut merupakan yang pertama dilakukan terhadap indukan sapi tersebut dan berhasil menghasilkan pedet dalam kondisi sehat.
Sahrian berharap Nyuntik mampu tumbuh menjadi sapi jantan berkualitas dan nantinya dapat memberikan manfaat bagi pengembangan populasi ternak di Kobar.
"Semoga anak sapi ini tumbuh besar menjadi pejantan yang gagah, berkualitas, dan membawa berkah bagi peternak," katanya.
Kelahiran tersebut juga mendapat apresiasi dari Dinas Pertanian Kobar. Plt Kepala Bidang Peternakan Muhammad Samsudin mengatakan keberhasilan kelahiran pedet hasil persilangan Limousin dan Belgian Blue menunjukkan pelayanan IB yang dilakukan petugas bersama peternak mulai memberikan hasil nyata.
"Kami mengucapkan selamat atas kelahiran pedet hasil persilangan ini. Kami juga mengapresiasi petugas reproduksi yang terus memberikan pelayanan kepada peternak," ujar Samsudin.
Menurutnya, pelayanan IB perlu terus ditingkatkan dengan memperkuat koordinasi antara petugas dan peternak. Program tersebut dinilai penting untuk mendukung peningkatan kualitas genetik sapi sekaligus pengembangan sektor peternakan daerah.
"Kini, perhatian tertuju pada pertumbuhan Nyuntik. Dari seekor pedet berbobot 35 kilogram, peternak berharap lahir calon pejantan unggul yang kelak membawa manfaat lebih besar bagi peternakan Kobar," katanya.
Simak Video "Video: Lahan Bekas Peternakan Epstein di New Mexico AS Digeledah"
(des/des)