Sapi Belgian Blue belakangan makin sering mencuri perhatian karena bentuk tubuhnya yang jauh lebih besar dan berotot dibanding sapi pada umumnya. Penampilannya yang tidak biasa membuat banyak orang penasaran, apalagi setelah jenis sapi ini dipilih sebagai hewan kurban oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Menjelang Idul Adha, sapi ini sering viral di media sosial karena visualnya dengan bagian paha, punggung, hinggga bahunya terlihat sangat padat dan berisi, sehingga sekilas tampak seperti sapi hasil editan. Banyak orang penasaran karena ukuran tubuhnya bisa jauh lebih besar dibanding sapi kurban biasa.
Di balik tubuhnya yang tampak kekar dan berotot, Belgian Blue dikenal sebagai salah satu sapi pedaging premium dengan kualitas daging yang cukup tinggi. Namun, tidak sedikit masyarakat yang masih bertanya-tanya soal keunggulan, kualitas daging, hingga alasan sapi ini dianggap spesial dibanding sapi kurban lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Belgian Blue?
Dilansir dari laman Lagantoise.com, sapi Belgian Blue terkenal karena massa ototnya yang sangat besar atau sering disebut sebagai "double muscling" atau otot ganda.
Sapi jenis ini bahkan dikenal memiliki hasil karkas paling tinggi dibanding ras sapi pedaging lainnya, dengan persentase daging bisa mencapai 80 persen. Dalam program persilangan, Belgian Blue juga mampu meningkatkan hasil karkas sekitar 5-7 persen dibanding garis induknya.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa Belgian Blue memiliki gen yang menekan produksi myostatin atau protein yang biasanya berfungsi membatasi pertumbuhan otot setelah mencapai titik tertentu.
Sapi Belgian Blue murni membawa dua salinan gen tersebut sehingga dalam program persilangan, satu gen biasanya diturunkan ke anakannya sehingga membantu meningkatkan bobot karkas atau badan utama.
Meski bentuk tubuhnya terlihat tidak biasa, Belgian Blue tetap termasuk sapi ternak yang aman dikonsumsi selama dipelihara dan diperiksa sesuai standar kesehatan hewan.
Namun, karena memiliki massa otot sangat besar, sapi ini membutuhkan perawatan dan manajemen peternakan yang lebih khusus dibanding sapi biasa. Di beberapa negara, Belgian Blue dikenal membutuhkan perhatian lebih dalam proses reproduksi karena ukuran anak sapi yang cukup besar.
Sejarah Belgian Blue
La Gantoise, perusahaan bidang peternakan Kanada tersebut meyakini Belgian Blue berkembang pada awal tahun 1900-an ketika sapi Durham Shorthorn diperkenalkan ke populasi sapi lokal di Belgia bagian selatan.
Awalnya, sapi ini digunakan sebagai sapi dwiguna untuk susu dan daging. Namun sekitar tahun 1950, peternak mulai fokus mengembangkan karakter otot besar pada Belgian Blue.
Sejak 1960, teknik seleksi genetik modern mulai digunakan untuk memperkuat karakter otot ganda yang kini menjadi ciri khas utama Belgian Blue.
Belgian Blue di Indonesia
Di Indonesia, Belgian Blue masih tergolong sapi premium dan populasinya belum sebanyak sapi lokal lainnya. Melansir laman Kementerian Pertanian (Kementan) RI Direktorat Jenderal Peternakan, pengembangannya Belgian Blue sendiri sudah dilakukan pemerintah sejak 2017 melalui program transfer embrio dan inseminasi buatan.
Sementara itu, Kementerian Pertanian menyebut pengembangan Belgian Blue dilakukan untuk mendukung peningkatan produksi daging nasional karena sapi ini dikenal memiliki pertumbuhan cepat dan hasil karkas tinggi.
Beberapa peternak di Indonesia juga mulai mengembangkan persilangan Belgian Blue dengan sapi lokal untuk menghasilkan kualitas daging yang lebih baik sekaligus tetap adaptif dengan iklim tropis. Popularitas Belgian Blue di Indonesia terus meningkat, terutama menjelang Idul Adha ketika masyarakat mulai mencari sapi kurban berukuran jumbo.
Kenapa Belgian Blue Dipilih untuk Hewan Kurban?
Dilansir dari berbagai sumber, pemilihan Belgian Blue sebagai hewan kurban biasanya berkaitan dengan ukuran tubuh dan hasil daging yang besar. Semakin besar bobot sapi, semakin banyak pula daging yang bisa dibagikan kepada masyarakat.
Selain itu, Belgian Blue juga dianggap memiliki tampilan yang lebih premium dan menarik perhatian karena postur tubuhnya yang besar dan berotot. Dalam konteks kurban pejabat atau tokoh publik, pemilihan sapi jenis ini juga sering menjadi simbol kesiapan memberikan hewan kurban dengan kualitas dan bobot terbaik.
Jika dibandingkan dengan sapi lokal yang umumnya memiliki bentuk tubuh lebih proporsional dengan distribusi lemak yang lebih banyak, Belgian Blue unggul dengan fokus utama pada produksi daging dalam jumlah besar. Tak heran jika disebut sapi pedaging premium, Belgian Blue memiliki massa otot lebih besar, tubuh lebih kekar, kadar lemak lebih rendah, dan hasil karkas lebih tinggi.
Belgian Blue termasuk sapi dengan ukuran tubuh sedang hingga besar. Sapi betina dewasa memiliki berat sekitar 780 kilogram dengan tinggi sekitar 138 sentimeter. Sementara sapi jantan dewasa dapat mencapai berat sekitar 1.200 kilogram dengan tinggi sekitar 155 sentimeter.
Daging Belgian Blue Disebut Lebih Empuk, Kok Bisa?
Daging Belgian Blue dikenal memiliki tekstur yang lebih empuk karena komposisi ototnya berbeda dibanding sapi pada umumnya. Pada dasarnya, daging tersusun dari serat otot, lemak, dan jaringan ikat.
Semakin banyak massa otot yang terbentuk secara genetik dalam daging, semakin sedikit ruang untuk jaringan ikat yang biasanya membuat tekstur daging menjadi lebih alot.
Karakter itulah yang dimiliki Belgian Blue. Ras sapi ini memiliki perkembangan otot yang sangat tinggi sehingga menghasilkan serat daging lebih halus dengan kandungan jaringan ikat yang lebih sedikit.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa pertumbuhan otot pada Belgian Blue berkaitan dengan tingkat keempukan daging. Karena itu, selain terkenal memiliki hasil karkas tinggi, Belgian Blue juga dikenal menghasilkan daging dengan tekstur lebih lembut dibanding beberapa sapi pedaging lainnya.
Berapa Harga Sapi Belgian Blue?
Dengan postur tubuh besar dan otot yang sangat dominan, Belgian Blue memang masuk kelas sapi premium. Karena itu, harga jualnya juga cenderung jauh di atas sapi kurban biasa.
Semakin besar bobotnya, harga Belgian Blue bisa tembus puluhan hingga ratusan juta rupiah tergantung kualitas dan ukuran sapi.
Sementara itu, sapi Belgian Blue yang dipilih Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk kurban tahun ini disebut memiliki bobot lebih dari 1 ton.
Secara umum, harga Belgian Blue itu sendiri bisa sangat bervariasi tergantung usia sapi, bobot tubuh, kualitas genetik, hingga apakah sapi merupakan hasil persilangan atau full blood.
Keunggulan Belgian Blue untuk Persilangan
Belgian Blue juga dikenal luas dalam program persilangan sapi pedaging karena dianggap mampu meningkatkan keuntungan peternakan. Beberapa keunggulan Belgian Blue dalam program persilangan menurut La Gantoise antara lain sebagai berikut.
- Hasil karkas lebih tinggi
- Pertumbuhan cepat
- Konversi pakan yang baik
- Kandungan protein daging tinggi
- Tekstur daging lebih empuk karena serat otot halus
- Produksi daging tanpa lemak lebih banyak
Selain itu, Belgian Blue juga dikenal memiliki temperamen yang cukup jinak sehingga relatif mudah untuk dipelihara.
Belgian Blue bukan sekadar sapi bertubuh besar yang viral di media sosial. Jenis sapi ini memang dikenal memiliki kualitas daging tinggi dengan hasil karkas yang lebih banyak dibanding sapi biasa.
Karena itu, tidak heran jika Belgian Blue mulai banyak dipilih sebagai hewan kurban premium, termasuk oleh Khofifah Indar Parawansa.
(irb/hil)
