Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memutuskan untuk membeli sapi jenis Belgian Blue yang ia niatkan untuk dijadikan hewan kurban tahun ini. Sapi yang dipilih Khofifah berbobot di atas 1 ton.
"Saya bahagia sekali melihat Sapi Belgian Blue. Ini obsesi lama sebetulnya," kata Khofifah di Surabaya, Senin (4/5/2026).
Khofifah menyebut Sapi Belgian Blue merupakan sapi lokal yang dipersilangkan dengan sapi dari Belgia yang memiliki badan kekar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khofifah bercerita bahwa pada awal menjabat sebagai Gubernur Jatim tahun 2019, ia bertemu dengan Dubes RI di Eropa. Pertemuan itu kemudian membuka peluang perkawinan sapi lokal dengan sapi Belgia.
"Awal diumumkan sebagai pemenang dalam Pilgub 2018, ada Dubes RI di Eropa yang memperkenalkan jenis sapi Belgian Blue. Saat itu masih sulit untuk proses kelahirannya. Saat ini sudah ditemukan teknologi dengan persilangan indukan lokal. Saya Insyaallah akan ambil Sapi Belgian Blue untuk kurban tahun ini," kata Khofifah.
Diketahui, sapi yang dibeli Khofifah ini terkenal dengan keunggulan genetik, pertumbuhan otot kekar sangat ekstrem, terutama pada bagian kaki belakang.
Sapi Belgian Blue ini berhasil dikembangkan dan dibudidaya di Berkah Wafa Farm Ngoro Mojokerto. Dengan sistem peternakan yang unggul, sapi Belgian Blue bisa mencapai berat lebih dari 1 Ton.
"Tujuh tahun lalu, Pak Dubes mengajak saya untuk memperlihatkan Sapi Belgian Blue, dan bibitnya diawal berupa embrio kemudian dimasukkan ke sapi lokal melalui teknologi Embrio Transfer (TE). Saat ini, di Indonesia dan Jawa Timur sudah melakukan persilangan sapi belgian blue dan sudah dikembangkan di peternak dengan teknologi inseminasi buatan," jelasnya.
"Persilangan ini menghasilkan pedet unggulan dengan karakter double muscle atau otot ganda yaitu massa otot sangat menonjol terutama pada bagian paha, punggung, dan bahu sehingga memiliki keunggulan presentasi daging karkas lebih tinggi, lemak tubuh lebih rendah, pertumbuhan badan cepat dan nilai ekonomis dagingnya tinggi," tambahnya.
Hal ini, lanjut Khofifah menunjukkan bahwa peternak di Jawa Timur memiliki pilihan varian yang lebih banyak untuk bisa budidaya lebih baik dan lebih tinggi profitnya. Tak hanya itu, masyarakat juga punya pilihan yang lebih banyak dan variatif untuk memilih jenis sapi yang dijadikan hewan kurban.
"Beberapa hari lalu, saya ketemu dengan Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia, beliau setelah musim haji akan ke Jawa Timur ingin memastikan RPH halal disini," tambahnya.
Pada Dubes Saudi Arabia, Gubernur Khofifah menawarkan agar sapi Jatim bisa menyuplai kebutuhan daging di sana. Namun pihak Saudi Arabia memberikan persyaratan khususnya terkait kualitas ternak yang akan dikirim.
"Selama ini mereka banyak impor daging dari Brazil dan Australia. Maka saya sampaikan Jatim siap untuk supply daging kambing, domba dan sapi. Beliau sampaikan syaratnya, dan rasanya kita bisa memenuhi persyaratan itu," ujarnya.
Optimisme itu juga didukung dari hasil kegiatan Misi Dagang Jatim di Malaysia. Pasalnya Jatim berhasil melakukan perjanjian perdagangan kambing dan domba ke Malaysia.
"Market kita cukup besar dalam dan luar negeri. Bagi para peternak ini jadi good news dan new hope," tandasnya.
(auh/hil)
