Mengenal Kucing Merah, Si Misterius dari Hutan Kalimantan

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Senin, 29 Jun 2026 08:01 WIB
Foto: Kucing merah. (Instagram FMIPA Universitas Lambung Mangkurat)
Balikpapan -

Pulau Kalimantan dikenal sebagai rumah bagi beragam satwa unik yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Salah satu penghuni hutan yang paling misterius adalah kucing merah Kalimantan atau Pardofelis badia.

Satwa liar endemik ini dikenal sangat sulit dijumpai sehingga keberadaannya masih menyimpan banyak tanda tanya bagi para peneliti. Dibandingkan spesies kucing liar lainnya, kucing merah Kalimantan memiliki jumlah pengamatan yang relatif sedikit.

Sifatnya yang pemalu, aktif di habitat hutan lebat, serta jumlah populasinya yang tidak banyak, membuat satwa ini jarang terekam oleh kamera maupun terlihat langsung oleh manusia.

Mengenal Kucing Merah Kalimantan

Kucing merah tertangkap kamera. (Istimewa)

Dirangkum dari laman Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, kucing merah atau Borneo Bay Cat (Pardofelis badia atau Catopuma badia) berasal dari Pulau Kalimantan, termasuk dalam famili Felidae. Hewan ini juga dijuluki kucing teluk Kalimantan, kucing merah Kalimantan, kucing marmer, atau kucing batu Kalimantan.

Dibandingkan dengan spesies kucing liar lain yang hidup di wilayah yang sama, kucing merah tergolong sangat jarang ditemukan. Minimnya catatan historis maupun laporan pengamatan terbaru menjadikan spesies ini sebagai salah satu kucing liar paling misterius di dunia.

Kucing ini punya sifat pemalu, tidak banyak yang diketahui tentangnya karena jarang terlihat. Keberadaan kucing merah diketahui sangat langka sehingga sangat sulit untuk diteliti bahkan untuk mendapatkan fotonya bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan.

Dikutip dari buku Panduan Identifikasi Mamalia Dilindungi yang diterbitkan Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), kucing liar kecil ini hidup di Asia Selatan dan Asia Tenggara, terutama di di Sabah, Serawak, dan hutan Kalimantan.

Kucing merah memiliki ukuran tubuh lebih kecil dibandingkan Kucing Emas Asia, kucing langka dari Sumatra. Mamalia ini termasuk dalam kelompok kucing kecil yang berkerabat dengan kucing emas Asia (Catopuma temminckii).

Ukuran tubuhnya sekitar 50-60 cm dengan berat antara 3-4 kg. Meski kecil, mereka memiliki ekor yang panjang, mencapai 30-40 cm. Panjang ini dinilai 60% dari panjang badan.

Disadur dari buku Biogeografi oleh Dr Muhammad Zid dan Ode Sofyan Hardi. pada tahun 1874 hingga 2004, hanya ada 12 spesimen kucing merah yang diukur. Panjang (kepala dan badan) mereka bervariasi yaitu sekitar 49,5 sampai 67 cm dengan panjang ekor antara 30 sampai 40,3 cm.

Kucing ini diperkirakan memiliki berat dewasa 3-4 kg, tetapi sedikitnya contoh hidup menjadikan sulitnya menentukan perkiraan yang lebih terpercaya. Kepala kucing ini pendek bulat dan berwarna coklat gelap keabu-abuan, dengan dua garis gelap yang berasal dari sudut setiap mata, dan bagian belakang kepala memiliki tanda yang berbentuk 'M' gelap.

Bagian belakang telinga yang keabu-abuan gelap, sedikit bintik-bintik putih tengah yang ditemukan pada banyak spesies kucing lainnya. Bagian bawah dagu berwarna putih dan ada dua garis coklat samar di bagian pipi.

Bulunya berwarna coklat terang dan lebih pucat di tubuh bagian bawah. Warna bulu pada kaki serta ekor berwarna merah dan agak pucat. Ekornya memanjang, meruncing pada ujungnya dengan garis putih di sisi bawah.

Telinga kucing ini bulat, warna bulu pada bagian luar coklat kehitaman, sedangkan bagian dalam berwarna lebih terang. Kucing ini memiliki bulu yang halus dan mata berwarna kuning cerah hingga keemasan yang memberikan kesan tajam dan khas.




(aau/aau)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB