Infografis: Mengenal 5 Jenis Kucing Lokal dari Kalimantan

Infografis: Mengenal 5 Jenis Kucing Lokal dari Kalimantan

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Rabu, 15 Jul 2026 06:02 WIB
Infografis: Mengenal 5 Jenis Kucing Lokal dari Kalimantan. (Notebook LM)
Foto: Infografis: Mengenal 5 Jenis Kucing Lokal dari Kalimantan. (Notebook LM)
Balikpapan -

Hutan hujan tropis yang luas di Pulau Kalimantan menjadi habitat bagi berbagai spesies kucing liar. Masing-masing kucing lokal ini punya perilaku misterius yang jarang ditemukan di tempat lain.

Kucing merah dan macan dahan misalnya, mereka hidup tersembunyi dengan karakteristik unik, menjadikannya bagian penting dari kekayaan fauna di Borneo.

Meskipun keberadaan mereka sangat memikat perhatian para peneliti dan pencinta satwa global, populasi kucing-kucing lokal ini kini menghadapi tantangan besar. Pesona mereka terancam oleh deforestasi atau hilangnya habitat serta praktik perburuan liar yang terus terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahun lalu, masyarakat gempar dengan keberadaan kucing merah Kalimantan yang tertangkap kamera pengawas atau kamera trap di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara). Kucing ini kembali terlihat wujudnya setelah 20 tahun 'lenyap' dari pandangan.

1. Kucing Merah

Jenis kucing merah atau Borneo Bay Cat (Catopuma badia) berasal dari Pulau Kalimantan, termasuk dalam famili Felidae. Hewan ini juga dijuluki kucing teluk Kalimantan, kucing merah Kalimantan, kucing marmer, atau kucing batu Kalimantan.

Kucing ini punya sifat pemalu, tidak banyak yang diketahui tentangnya karena jarang terlihat. Keberadaan kucing merah diketahui sangat langka sehingga sangat sulit untuk diteliti bahkan untuk mendapatkan fotonya bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan.

Kucing merah memiliki ukuran tubuh lebih kecil dibandingkan Kucing Emas Asia, kucing langka dari Sumatra. Bulunya berwarna cokelat terang dan lebih pucat di tubuh bagian bawah. Warna bulu pada kaki serta ekor berwarna merah dan agak pucat.

Ekornya memanjang, meruncing pada ujungnya dengan garis putih di sisi bawah. Telinga kucing ini bulat, warna bulu pada bagian luar cokelat kehitaman, sedangkan bagian dalam berwarna lebih terang.

2. Macan Dahan Borneo

Macan Dahan Borneo (Neofelis diardi borneensis) adalah subspesies macan dahan yang hanya ditemukan di Pulau Kalimantan. Mereka termasuk kucing liar yang sangat pemalu dan sulit dijumpai. Meskipun disebut "macan", mereka sebenarnya lebih dekat ke keluarga kucing besar seperti macan tutul.

Macan dahan tinggal di hutan hujan tropis Kalimantan, termasuk hutan primer dan sekunder, hutan rawa, dan daerah perbukitan. Hewan ini adalah pemanjat pohon yang ulung, sering berburu atau arboreal, dan kerap beristirahat di atas pohon.

Macan dahan adalah makhluk nokturnal atau aktif di malam hari, dan binatang soliter atau mandiri dan tidak berkelompok. Keterampilannya bisa turun dari pohon dengan kepala lebih dulu, melompat antarpohon dengan lincah, cakarnya tajam, dan ekor panjangnya mampu membantu menjaga keseimbangan.

Kehidupan macan dahan memang misterius, tak banyak orang yang mengetahuinya. Namun sayang, meskipun mereka menjadi predator terbesar di hutan Kalimantan, mereka tak kuasa menghadapi manusia.

3. Kucing Macan Tutul Sunda

Kucing macan tutul Sunda (Prionailurus javanensis) tampak seperti macan tutul versi mini. Kaki panjang dan lebih ramping, kepala bulat, moncong pendek dan sempit, serta telinga bulat besar.

Beberapa subspesies kucing macan tutul Sunda menunjukkan tempat hidupnya, antara lain di P. b. borneoensis di Kalimantan, P. b. javenensis di Jawa dan Bali, dan P. b. sumatranus di Sumatera dan pulau lepas pantai Tebingtinggi, Sumatera Utara. Beberapa subspesies juga hidup di Filipina. Kucing ini dilarang diburu di Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

4. Kucing Kepala Datar

Kucing langka bernama latin Prionailurus planiceps ini hidup di Kalimantan, Sumatera dan semenanjung Malaysia. Pada tahun 2021, peneliti Chela Powell dan Muhammad Iqbal melaporkan kucing ini tampak di semenanjung Kampar, Riau 11 kali dalam 4 tahun via kamera jebak di kawasan hutan rawa gambut di sana.

Diketahui, semenanjung Kampar mengalami alih fungsi hutan, pengeringan lahan gambut, dan kebakaran yang disebabkan manusia. Kucing kepala datar masuk daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) sebagai hewan terancam punah.

5. Kucing Batu

Kucing batu atau disebut marbled cat (Pardofelis marmorata) sangat dicari oleh para peneliti. Lewat kamera pengintai, hewan langka yang hidup di Pulau Kalimantan dan Sumatera itu akhirnya bisa terekam penampakannya pada tahun 2016.

Ciri kucing batu agak mirip macan dahan. Hewan ini memiliki ekor yang panjang dan berbulu sangat tebal. Ukuran dan bentuk ekor ini mempunyai fungsi sebagai penjaga keseimbangan ketika kucing batu bergerak di dahan atau ranting pohon. Selain itu, kedua pasang kakinya besar dan kokoh.

Populasi kucing batu tersebar di kawasan Indomalaya, terbentang dari timur India, Nepal, China sampai Asia Tenggara di Pulau Sumatera dan Kalimantan.



(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads