10 Cara Selamatkan Bumi dari Perubahan Iklim, Sederhana tapi Harus Sama-sama

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Rabu, 22 Apr 2026 17:00 WIB
Ilustrasi tanam bibit pohon/Foto: Instagram @Kementerianlhk
Balikpapan -

Bukan lagi ancaman di masa depan, perubahan iklim sudah bisa kita rasakan saat ini. Beberapa dampaknya seperti suhu udara yang semakin panas, cuaca ekstrem yang sulit diprediksi, banjir, kekeringan, hingga kebakaran hutan yang semakin sering terjadi.

Di berbagai belahan dunia, es di kutub mulai mencair lebih cepat, permukaan air laut meningkat, dan banyak wilayah mengalami musim yang berubah-ubah. Indonesia pun ikut merasakan dampaknya. El Nino dan siklon tropis tidak menentu juga termasuk tanda bahwa perubahan iklim benar-benar sedang terjadi di Indonesia.

Mungkin terdengar besar dan sulit dilakukan, tapi perubahan iklim sebenarnya bisa dihadapi dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan setiap hari. Kebiasaan kecil yang dilakukan banyak orang secara konsisten bisa membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan menjaga bumi tetap layak dihuni.

Untuk ikut merayakan Hari Bumi, BMKG merilis 10 cara sederhana yang bisa detikers lakukan untuk membantu menyelamatkan bumi dari perubahan iklim.

Cara Selamatkan Bumi dari Perubahan Iklim:

1. Kurangi Penggunaan Energi Listrik Berlebihan

Sebagian besar listrik masih dihasilkan dari pembakaran batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Proses tersebut menghasilkan emisi karbon yang akan berdampak pada pemanasan global.

Karena itu, menghemat listrik jadi salah satu langkah paling mudah yang bisa dilakukan dari rumah. Matikan lampu, televisi, AC, kipas angin, atau alat elektronik lain saat tidak digunakan. Cabut charger dari stop kontak setelah selesai dipakai karena tetap menyerap listrik meski tidak digunakan.

Detikers juga dianjurkan untuk menggunakan lampu LED yang lebih hemat energi dan manfaatkan cahaya matahari serta ventilasi alami di siang hari agar penggunaan listrik di rumah bisa berkurang.

2. Gunakan Transportasi Ramah Lingkungan

Transportasi telah lama diketahui sebagai salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar. Semakin banyak kendaraan bermotor digunakan, semakin tinggi pula emisi karbon yang dilepaskan ke udara.

Untuk jarak dekat, cobalah biasakan berjalan kaki atau menggunakan sepeda. Selain lebih ramah lingkungan, cara ini juga baik untuk kesehatan.

Jika harus bepergian jauh, lebih baik gunakan transportasi umum seperti bus, kereta, atau angkot. Jika ingin berkendara menggunakan kendaraan pribadi, gunakan kendaraan listrik atau hybrid yang lebih rendah emisi.

3. Kurangi Konsumsi Daging Merah

Banyak orang yang masih tidak percaya kalau di industri peternakan, terutama sapi, menghasilkan emisi metana dalam jumlah besar. Gas metana memiliki dampak pemanasan yang lebih kuat dibanding karbon dioksida.

Bukan berarti harus berhenti makan daging, tetapi mengurangi konsumsi daging merah bisa menjadi salah satu langkah yang baik. Misalnya dengan menerapkan satu hari tanpa daging setiap minggu.

4. Hemat Penggunaan Air

Air bersih membutuhkan energi untuk dipompa, diolah, dan didistribusikan ke rumah-rumah. Semakin banyak air yang digunakan secara berlebihan, semakin besar pula energi yang dibutuhkan.

Mulailah dengan kebiasaan sederhana seperti menutup keran saat menyikat gigi, mandi secukupnya, dan segera memperbaiki jika ada kebocoran pipa.

Air bekas mencuci sayur atau beras juga bisa dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman. Cara kecil seperti ini membantu mengurangi pemborosan air sekaligus menjaga sumber daya alam.




(sun/des)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork