Bukan lagi ancaman di masa depan, perubahan iklim sudah bisa kita rasakan saat ini. Beberapa dampaknya seperti suhu udara yang semakin panas, cuaca ekstrem yang sulit diprediksi, banjir, kekeringan, hingga kebakaran hutan yang semakin sering terjadi.
Di berbagai belahan dunia, es di kutub mulai mencair lebih cepat, permukaan air laut meningkat, dan banyak wilayah mengalami musim yang berubah-ubah. Indonesia pun ikut merasakan dampaknya. El Nino dan siklon tropis tidak menentu juga termasuk tanda bahwa perubahan iklim benar-benar sedang terjadi di Indonesia.
Mungkin terdengar besar dan sulit dilakukan, tapi perubahan iklim sebenarnya bisa dihadapi dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan setiap hari. Kebiasaan kecil yang dilakukan banyak orang secara konsisten bisa membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan menjaga bumi tetap layak dihuni.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk ikut merayakan Hari Bumi, BMKG merilis 10 cara sederhana yang bisa detikers lakukan untuk membantu menyelamatkan bumi dari perubahan iklim.
Cara Selamatkan Bumi dari Perubahan Iklim:
1. Kurangi Penggunaan Energi Listrik Berlebihan
Sebagian besar listrik masih dihasilkan dari pembakaran batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Proses tersebut menghasilkan emisi karbon yang akan berdampak pada pemanasan global.
Karena itu, menghemat listrik jadi salah satu langkah paling mudah yang bisa dilakukan dari rumah. Matikan lampu, televisi, AC, kipas angin, atau alat elektronik lain saat tidak digunakan. Cabut charger dari stop kontak setelah selesai dipakai karena tetap menyerap listrik meski tidak digunakan.
Detikers juga dianjurkan untuk menggunakan lampu LED yang lebih hemat energi dan manfaatkan cahaya matahari serta ventilasi alami di siang hari agar penggunaan listrik di rumah bisa berkurang.
2. Gunakan Transportasi Ramah Lingkungan
Transportasi telah lama diketahui sebagai salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar. Semakin banyak kendaraan bermotor digunakan, semakin tinggi pula emisi karbon yang dilepaskan ke udara.
Untuk jarak dekat, cobalah biasakan berjalan kaki atau menggunakan sepeda. Selain lebih ramah lingkungan, cara ini juga baik untuk kesehatan.
Jika harus bepergian jauh, lebih baik gunakan transportasi umum seperti bus, kereta, atau angkot. Jika ingin berkendara menggunakan kendaraan pribadi, gunakan kendaraan listrik atau hybrid yang lebih rendah emisi.
3. Kurangi Konsumsi Daging Merah
Banyak orang yang masih tidak percaya kalau di industri peternakan, terutama sapi, menghasilkan emisi metana dalam jumlah besar. Gas metana memiliki dampak pemanasan yang lebih kuat dibanding karbon dioksida.
Bukan berarti harus berhenti makan daging, tetapi mengurangi konsumsi daging merah bisa menjadi salah satu langkah yang baik. Misalnya dengan menerapkan satu hari tanpa daging setiap minggu.
4. Hemat Penggunaan Air
Air bersih membutuhkan energi untuk dipompa, diolah, dan didistribusikan ke rumah-rumah. Semakin banyak air yang digunakan secara berlebihan, semakin besar pula energi yang dibutuhkan.
Mulailah dengan kebiasaan sederhana seperti menutup keran saat menyikat gigi, mandi secukupnya, dan segera memperbaiki jika ada kebocoran pipa.
Air bekas mencuci sayur atau beras juga bisa dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman. Cara kecil seperti ini membantu mengurangi pemborosan air sekaligus menjaga sumber daya alam.
5. Terapkan Prinsip 3R: Reduce, Reuse, Recycle
Sampah rumah tangga, terutama plastik dan limbah organik, dapat menghasilkan gas rumah kaca ketika dibakar atau membusuk di tempat pembuangan akhir. Karena itu, penting untuk menerapkan prinsip 3R yaitu reduce, reuse, dan recycle.
Kurangi penggunaan barang yang tidak perlu, gunakan kembali barang yang masih layak, dan daur ulang sampah yang masih bisa dimanfaatkan. Biasakan membawa tas belanja sendiri, menggunakan wadah makan pribadi, serta memisahkan sampah organik dan non-organik di rumah.
6. Tanam Pohon dan Rawat Tanaman
Pohon punya peran penting dalam menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Semakin banyak pohon yang ditanam, semakin besar pula kemampuan bumi untuk menyeimbangkan emisi karbon.
Sekarang, coba detikers tanam tanaman kecil di halaman rumah, kemudian rawat terus-menerus. Selain membuat lingkungan lebih sejuk, tanaman juga membantu menjaga kualitas udara dan mengurangi risiko banjir.
7. Kurangi Penggunaan Barang Sekali Pakai
Barang sekali pakai seperti kantong plastik, sedotan, botol minum kemasan, dan styrofoam menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar di dunia.
Sampah jenis ini sulit terurai dan banyak yang akhirnya mencemari sungai, laut, bahkan masuk ke rantai makanan. Mulailah mengganti barang sekali pakai dengan barang yang bisa digunakan berulang kali. Gunakan tumbler atau botol minum sendiri, bawa alat makan pribadi, dan pilih sedotan berbahan stainless, kaca, atau bambu.
8. Belanja dengan Lebih Bijak
Kebiasaan belanja juga berpengaruh terhadap lingkungan. Semakin banyak barang dibeli, semakin besar pula energi, bahan baku, dan transportasi yang dibutuhkan untuk memproduksi serta mengirimkannya.
Karena itu, belilah barang sesuai kebutuhan, bukan hanya karena keinginan sesaat. Pilih produk yang tahan lama dan berkualitas baik. Produk lokal juga lebih baik karena tidak membutuhkan perjalanan untuk proses distribusi yang terlalu jauh sehingga jejak karbonnya lebih kecil.
9. Gunakan Energi Terbarukan
Jika tersedia dan memungkinkan, penggunaan energi terbarukan bisa menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Contohnya adalah penggunaan panel surya untuk kebutuhan listrik rumah tangga. Meskipun membutuhkan biaya pemasangan yang cukup besar, energi surya lebih ramah lingkungan dan bisa menghemat biaya listrik dalam jangka panjang.
10. Edukasi Diri dan Orang Lain
Di balik semua langkah di atas, kesadaran diri menjadi kunci utama dalam menghadapi perubahan iklim. Semakin banyak orang memahami dampaknya, semakin besar peluang terciptanya perubahan.
Mulailah dengan mencari informasi tentang perubahan iklim dari sumber terpercaya. Bagikan pengetahuan tersebut kepada keluarga, teman, atau melalui media sosial.
Mengajak orang lain untuk ikut peduli, secara tidak sadar bisa memberikan dampak besar. Karena pada akhirnya, menjaga bumi bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau segelintir manusia, tetapi merupakan tanggung jawab semua orang.
Itulah langkah sederhana yang bisa menyelamatkan bumi dari perubahan iklim. Tidak dimulai dengan hal yang besar, justru hal-hal kecil bisa berdampak luas jika dilakukan bersama-sama.
Selamat Hari Bumi!
