Hari ini, 22 April 2026, penduduk bumi memperingati Hari Bumi atau Earth Day. Tahukah detikers mengapa kita memperingati Hari Bumi setiap 22 April? Ada peristiwa apa sebenarnya di tanggal itu?
Hari Bumi lahir dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan yang semakin memburuk. Awalnya, Hari Bumi bertujuan meningkatkan apresiasi dan kesadaran manusia terhadap planet tempat tinggalnya. Seiring waktu, Hari Bumi diperingati berbagai jutaan orang di seluruh dunia.
Tokoh di balik lahirnya Hari Bumi adalah Gaylord Nelson, seorang senator dari Wisconsin, Amerika Serikat, yang juga dikenal aktif dalam isu lingkungan. Ia tergerak setelah menyaksikan kerusakan besar akibat tumpahan minyak di Santa Barbara, California, pada tahun 1969. Bencana tersebut membuat Nelson merasa bahwa masalah lingkungan harus menjadi perhatian semua orang yang lebih luas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awal Mula Hari Bumi
Pada akhir 1960-an, kondisi lingkungan di Amerika Serikat sedang sangat memprihatinkan. Polusi udara dianggap sebagai hal biasa, sungai-sungai tercemar limbah industri, dan kendaraan bermotor menghasilkan emisi timbal dalam jumlah besar. Saat itu, kata 'lingkungan' bahkan belum menjadi isu besar di media.
Melihat kondisi tersebut, Gaylord Nelson mengusulkan adanya satu hari khusus untuk mengedukasi masyarakat tentang lingkungan. Nelson kemudian merekrut Denis Hayes sebagai koordinator nasional untuk menggerakkan kampanye besar-besaran di seluruh Amerika Serikat.
Hari Bumi pertama akhirnya digelar pada 22 April 1970. Tanggal itu dipilih karena bertepatan dengan musim semi di belahan bumi utara dan musim gugur di belahan bumi selatan. Selain itu, tanggal tersebut dianggap paling cocok karena berada di antara libur musim semi dan ujian kampus, sehingga lebih mudah untuk melibatkan mahasiswa dan masyarakat.
Demonstrasi Lingkungan Terbesar
Hari Bumi pertama pada 22 April 1970 kemudian diisi dengan demonstrasi di Amerika. Sekitar 20 juta orang turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi, mendesak diskusi, dan melakukan berbagai aksi lingkungan. Ribuan universitas maupun sekolah ikut menyuarakan protes terhadap polusi, pencemaran sungai, limbah industri, hilangnya hutan, dan kepunahan satwa liar.
Setelah Hari Bumi pertama, pemerintah Amerika Serikat mulai membentuk berbagai kebijakan perlindungan lingkungan, termasuk pembentukan Environmental Protection Agency atau EPA. Selain itu, lahir pula berbagai undang-undang penting seperti UU Udara Bersih, UU Air Bersih, dan perlindungan terhadap spesies terancam punah.
2 Tanggal Hari Bumi
Sebenarnya ada dua tanggal Hari Bumi. Hari Bumi yang dipelopori Gaylord Nelson diperingati tiap 22 April, sementara John McConnell pada tahun 1969 dalam konferensi UNESCO di San Fransisco mengusulkan 20 Maret, bertepatan dengan ekuinoks musim semi.
John McConnell menginginkan adanya hari khusus untuk menghormati bumi dan perdamaian dunia. Usul tersebut kemudian didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Sekretaris Jenderal U Thant. Karena itu, hingga sekarang PBB juga mengenal peringatan Hari Bumi pada saat ekuinoks di bulan Maret.
Meskipun begitu, Hari Bumi tanggal 22 April tetap menjadi yang paling banyak diperingati di berbagai negara.
Perbedaan Hari Bumi dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Banyak orang yang masih mengira jika Hari Bumi sama dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Padahal, keduanya punya sejarah yang berbeda.
Hari Bumi lahir dari gerakan masyarakat itu sendiri. Sementara itu, Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap 5 Juni berdasarkan hasil konferensi lingkungan PBB di Stockholm tahun 1972.
Indonesia ikut berpartisipasi dalam konferensi tersebut diwakili oleh Emil Salim yang saat itu menjabat sebagai Kepala Bappenas. Meski berbeda sejarah, tujuan keduanya tetaplah sama, yaitu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan yang semakin terancam.
Tema Hari Bumi 2026: Our Power, Our Planet
Dilansir dari laman resmi earthday, Tema Hari Bumi 2026 adalah 'Our Power, Our Planet'. Tema ini kembali menegaskan bahwa perubahan lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah, pemilu, atau kebijakan yang besar, tetapi juga berasal dari tindakan sehari-hari masyarakat.
Pesan utama dari tema ini adalah bahwa setiap orang memiliki peran dalam menjaga bumi. Mulai dari keluarga yang mengurangi sampah plastik, guru yang mengajarkan pentingnya lingkungan kepada muridnya, pekerja yang menghemat energi di kantor, hingga masyarakat yang menjaga sungai dan hutan di sekitar tempat tinggal mereka.
'Our Power, Our Planet' juga mengingatkan bahwa kemajuan lingkungan tidak terjadi secara instan. Perubahan lahir dari aksi kecil yang dilakukan terus-menerus, seperti menanam pohon, menggunakan transportasi ramah lingkungan, mendaur ulang sampah, menghemat air, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Setiap tahun kita memperingati Hari Bumi. Sudahkah detikers ikut berpartisipasi nyata dalam menjaga dan mencegah kerusakan di bumi tercinta?
Selamat Hari Bumi!
