Joint Research Centre (Komisi Eropa) dan International Energy Agency (IEA) menerbitkan sebuah laporan tentang kondisi emisi gas kaca di dunia yakni "GHG Emissions of All World Countries 2025.
Dalam laporan tersebut dihitung perkiraan besar emisi gas rumah kaca (GRK) global selama tahun 2024. Laporan mencatat GRK pada tahun tersebut sangat tinggi, yakni sebesar 53,2 Gt CO2eq.
Dibandingkan tahun sebelumnya, emisi pada 2024 mengalami kenaikan sebesar 1,3%. Emisi gas rumah kaca didominasi oleh CO2 fosil (74,5%), Metana atau CH4 (17,9%), Nitrous Oksida atau N2O (4,8%) dan gas terfluorisasi (2,8%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan ini juga menyebut beberapa negara dengan penyumbang emisi GRK terbesar. Ada negara mana saja?
Daftar Negara Penyumbang Emisi Gas Kaca Terbesar
Deretan negara dengan penyumbang emisi gas kaca terbesar menurut Joint Research Centre dan IEA ini belum termasuk emisi sektor kehutanan dan penggunaan lahan. Berikut daftar negaranya:
1. China
2024 emissions: 15536,1
2024 share in global: 29,2%
2024 emissions per capita: 10,8
2. Amerika Serikat
2024 emissions: 5912,6
2024 share in global: 11,1%
2024 emissions per capita: 17,3
3. India
2024 emissions: 4371,2
2024 share in global: 8,2%
2024 emissions per capita: 3,0
4. Uni Eropa
2024 emissions: 3164,7
2024 share in global: 5,9%
2024 emissions per capita: 7,1
5. Rusia
2024 emissions: 2575,7
2024 share in global: 4,8%
2024 emissions per capita: 18,0
6. Indonesia
2024 emissions: 1323,8
2024 share in global: 2,5%
2024 emissions per capita: 4,7
7. Brasil
2024 emissions: 1299,2
2024 share in global: 2,4%
2024 emissions per capita: 5,9
8. Jepang
2024 emissions: 1063,3
2024 share in global: 2,0%
2024 emissions per capita: 8,5
9. Iran
2024 emissions: 1054,8
2024 share in global: 2,0%
2024 emissions per capita: 12,2
10. Saudi Arabia
2024 emissions: 839,9
2024 share in global: 1,6%
2024 emissions per capita: 22,8
Sektor-sektor Penyumbang Emisi Gas Kaca Terbesar
Emisi gas kaca ini diketahui banyak disumbangkan lewat beberapa sektor berikut:
- Penyerap karbon: Secara global, sektor LULUCF bertindak sebagai penyerap bersih sebesar 1,3 Gt CO2eq (jika emisi kebakaran hutan tidak dihitung)
- Deforestasi: Menjadi sumber emisi CO2 yang signifikan, menyumbang sekitar 3,7 Gt CO2 pada tahun 2024
- Kebakaran Hutan: Menyumbang emisi sebesar 2,1 Gt CO2eq
- Penerbangan Internasional: Terus menunjukkan pemulihan pasca-pandemi dengan kenaikan emisi sebesar 7,6% dibandingkan tahun 2023
- Pelayaran Internasional: Mengalami penurunan emisi sebesar 2,0% dalam periode yang sama
(cyu/faz)











































