Pulau Kalimantan memiliki hutan hujan tropis dengan ribuan spesies flora dan fauna yang khas, bahkan masih banyak spesies yang belum ditemukan manusia. Salah satunya adalah Hoya bukitrayaensis yang baru ditemukan oleh peneliti Indonesia.
Pada Maret 2026, peneliti Indonesia mengungkap sebuah spesies tumbuhan endemik Kalimantan dari genus hoya, yang kemudian diberi nama Hoya bukitrayaensis. Seperti namanya, tumbuhan ini ditemukan di kawasan Gunung Bukit Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), tepatnya di area Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.
Sekilas, tumbuhan ini memang nampak seperti tanaman merambat lainnya yang hidup di antara pepohonan. Tapi ketika bunganya mekar, keunikan dan keistimewaannya langsung terlihat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hoya bukitrayaensis punya mahkota bunga berwarna kuning kecokelatan dengan bintik ungu dan bulu-bulu halus yang membuat spesies ini terlihat begitu unik dibandingkan hoya lainnya.
Penemuan Hoya Bukitrayaensis
Hoya bukitrayaensis ditemukan di puncak Gunung Bukit Raya, Kalteng. Gunung ini berada di kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya yang terletak di perbatasan antara Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalteng.
Kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya termasuk dalam gugusan Pegunungan Schwaner dan memiliki dua puncak utama, yaitu Bukit Baka dengan ketinggian sekitar 1.620 meter di atas permukaan laut dan Bukit Raya yang mencapai 2.278 meter di atas permukaan laut. Bukit Raya sendiri dikenal sebagai puncak tertinggi di Kalimantan.
Spesies ini ditemukan di ketinggian lebih dari 1.400 meter di atas permukaan laut, di area hutan berkabut yang dingin, lembap, dan cukup ekstrem.
Penemuan Hoya bukitrayaensis dipublikasikan dalam jurnal Telopea Journal of Plant Systematics dengan judul Hoya bukitrayaensis (Apocynaceae), a new species from Kalimantan, Indonesia pada 27 Maret 2026 melalui kolaborasi berbagai institusi, seperti Yayasan Tumbuhan Asli Nusantara, Yayasan Konservasi Biota Lahan Basah, Balai Besar Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Universitas Indonesia, dan Universitas Samudra.
Tim peneliti yang terlibat dalam penemuan ini antara lain Roland PP Ahmad, Yuda R Yudistira, Budi Suriansyah, Dodi Marsaidi, Agusti Randi, dan Wendy A Mustaqim.
Klasifikasi dan Morfologi Hoya Bukitrayaensis
Secara taksonomi, Hoya bukitrayaensis berada dalam keluarga besar tumbuhan Apocynaceae yang ciri khasnya bisa mengeluarkan getah putih.
Dalam genus Hoya, spesies ini termasuk kelompok hoya epifit, yaitu tumbuhan yang merambat dan menempel pada batang pohon lain. Secara genetik, Hoya bukitrayaensis berkerabat dekat dengan beberapa spesies hoya dari Kalimantan, tetapi memiliki perbedaan pada struktur bunga dan korona.
Ciri Fisik Hoya Bukitrayaensis
Ciri fisik Hoya bukitrayaensis yang paling jelas terlihat dari daun dan bunganya.
Daun
Daun Hoya bukitrayaensis tergolong kecil dengan panjang sekitar 6,5-9 sentimeter dan lebar 2-2,7 sentimeter. Bentuk daunnya ramping, lanset, dan memiliki ujung yang runcing.
Permukaan atas daun terasa kasar karena ditumbuhi rambut-rambut halus, sedangkan bagian bawahnya lebih kasar lagi. Adaptasi ini membantu tanaman bertahan di lingkungan pegunungan yang dingin dan lembap.
Dalam deskripsi lain, daun hoya ini juga disebut tebal dan agak kaku seperti kulit, dengan warna hijau gelap dan urat daun yang tampak jelas.
Bentuk daun dan bunga Hoya bukitrayaensis. Foto: Publikasi Hoya bukitrayaensis (Apocynaceae), a new species from Kalimantan, Indonesia. |
Bunga
Keunikan utama tumbuhan ini ada pada bunganya. Bunga Hoya bukitrayaensis memiliki mahkota berwarna kuning kecokelatan atau russet, dipenuhi bintik-bintik ungu, dan tertutup rambut-rambut halus.
Bagian tengah bunga atau korona berwarna merah tua sehingga terlihat kontras dengan mahkota luarnya. Ukuran bunganya relatif kecil, hanya sekitar 0,8-1 sentimeter ketika mekar sempurna.
Dalam satu rangkaian bunga, spesies ini hanya menghasilkan sekitar 4-6 kuntum bunga. Jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan kerabat dekatnya yang bisa menghasilkan lebih dari 10 bunga dalam satu tandan.
Bunganya sendiri tumbuh dalam bentuk payung atau umbel. Permukaannya tampak berbulu halus jika dilihat dari dekat. Seperti kebanyakan hoya lainnya, tanaman ini juga diduga memiliki aroma yang lebih kuat pada malam hari untuk menarik serangga penyerbuk.
Perbedaan dengan Hoya Lainnya
Untuk memastikan bahwa tumbuhan ini benar-benar spesies baru, para peneliti membandingkannya dengan dua kerabat terdekatnya, yaitu Hoya kastbergii dan Hoya ischnopus.
Hoya kastbergii diketahui tumbuh di Sulawesi dan Sarawak pada ketinggian sekitar 300 meter. Sementara Hoya ischnopus ditemukan di Sulawesi dan Papua Nugini.
Dibandingkan dua spesies tersebut, Hoya bukitrayaensis memiliki beberapa perbedaan penting, seperti:
- Bentuk daun yang lebih ramping dan runcing
- Mahkota bunga dengan lobus dangkal
- Lobus korona luar bercabang tiga
- Jumlah bunga lebih sedikit dalam satu rangkaian
- Bulu halus yang lebih jelas pada permukaan bunga
Perbedaan inilah yang akhirnya menguatkan statusnya sebagai spesies baru.
Habitat dan Persebaran
Hoya bukitrayaensis hidup di hutan hujan tropis pegunungan dengan kelembapan tinggi, bahkan bisa mencapai lebih dari 80 persen.
Habitatnya berada di hutan kabut yang dingin dan lembap, berbeda dengan sebagian besar hoya dataran rendah yang lebih tahan panas. Tumbuhan ini juga termasuk epifit, biasanya merambat dan menempel pada batang pohon besar menggunakan akar udara.
Karena hanya ditemukan di kawasan Gunung Bukit Raya, tumbuhan ini termasuk spesies endemik Kalimantan. Keterbatasan persebaran membuat Hoya bukitrayaensis sangat rentan terhadap ancaman kepunahan. Jika habitatnya terganggu oleh krisis iklim, pembukaan lahan, perambahan hutan, atau kebakaran, maka spesies ini bisa menghilang bahkan sebelum seluruh siklus hidupnya bisa kita ketahui.
Sampai sekarang, para peneliti belum mengetahui apakah tumbuhan ini menghasilkan buah atau bagaimana proses pembuahannya. Dalam istilah botani, kondisi ini disebut fruiting unknown. Yang baru diketahui, spesies ini tercatat berbunga di alam liar pada bulan Juli.
Maka dari itu, untuk melestarikan keberadaan salah satu flora endemik Kalimantan ini, yuk, bantu para peneliti dengan menjaga lingkungan melalui langkah-langkah kecil agar Hoya bukitrayaensis dan spesies endemik Kalimantan lainnya bisa bertahan bebas di alam.

