Keindahan Rafflesia harjatii, Flora Endemik Baru di Kalimantan

Keindahan Rafflesia harjatii, Flora Endemik Baru di Kalimantan

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Rabu, 15 Apr 2026 14:00 WIB
Rafflesia harjatii, endemik baru Kalimantan.
Rafflesia harjatii. Foto: Dok. BRIN
Samarinda -

Awal tahun 2026 lalu, tim peneliti Indonesia berhasil mempublikasikan hasil penelitiannya tentang spesies baru bunga rafflesia yang ditemukan di hutan Kalimantan Timur. Melalui pendekatan perbandingan morfologi dan analisis DNA, para ilmuwan itu berhasil memastikan bahwa bunga tersebut berbeda dari seluruh jenis rafflesia yang sebelumnya pernah tercatat di Kalimantan. Spesies baru itukemudian diberi nama Rafflesia harjatii.

Bunga ini ditemukan di kawasan hutan dataran rendah di wilayah Sepaku, Penajam Paser Utara yang masih sulit dijangkau dan jarang diteliti. Menariknya, keberadaan bunga tersebut sebenarnya sudah diketahui sejak puluhan tahun lalu, tapi jenis spesiesnya masih menjadi misteri karena dianggap mirip dengan spesies rafflesia lain.

Baru setelah penelitian molekuler dilakukan, para ilmuwan menemukan bahwa bunga ini memiliki perbedaan yang khas pada ukuran, pola bercak, bentuk diafragma, struktur ramenta, hingga bagian cakram di dalam bunga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kombinasi karakter unik tersebut akhirnya mengukuhkan Rafflesia harjatii sebagai salah satu spesies baru dari Kalimantan Timur.

Ditemukan di Hutan Sepaku, Kalimantan Timur

Para peneliti penemu Rafflesia harjatii di hutan Sepaku, Kalimantan Timur.Para peneliti penemu Rafflesia harjatii di hutan Sepaku, Kalimantan Timur. Foto: Dok. BRIN

Penemuan Rafflesia harjatii bermula di kawasan Sepaku, tepatnya di hutan konservasi milik PT ITCI-Kartika Utama di wilayah Penajam Paser Utara. Kawasan ini memang terkenal sulit dijangkau karena masih berupa hutan alami dengan akses yang terbatas.

Medan yang sulit tersebut justru membuat para peneliti penasaran dan kemudian memulai eksplorasi. Di tengah hutan dipterokarpa dataran rendah itulah para peneliti menemukan rafflesia unik yang selama puluhan tahun belum memiliki hubungan kekerabatan yang jelas.

Keberadaan bunga ini sebenarnya sudah diketahui sejak era 1980-an. Namun, selama bertahun-tahun spesies tersebut dianggap mirip dengan rafflesia lain yang sudah dikenal di Kalimantan. Barulah pada 2022 dilakukan penelitian lanjutan dan para ilmuwan berhasil memastikan bahwa bunga tersebut benar-benar berbeda, baik dari segi bentuk fisik maupun susunan genetiknya.

Nama harjatii sendiri diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada Harjati Hashim Djojohadikusumo, seorang pegiat konservasi atas dukungannya terhadap upaya konservasi dan penelitian keanekaragaman hayati di Indonesia.

Penemuan ini adalah hasil kolaborasi sejumlah peneliti Indonesia. Tim dipimpin oleh Agus Susatya bersama Ridha Mahyuni, Sudarmono, Dian Latifah, Willie Smits, dan Arief Priyadi. Mereka berasal dari berbagai lembaga, termasuk BRIN dan Universitas Bengkulu.

Hasil penelitian tersebut kemudian dipublikasikan dalam jurnal Sains Malaysiana edisi Januari 2026 melalui artikel berjudul Rafflesia harjatii (Rafflesiaceae) sp. nov., A New Species from East Kalimantan, Indonesia. Publikasi ini yang menjadi dasar ilmiah penetapan Rafflesia harjatii sebagai spesies baru yang berasal dari hutan Kalimantan Timur.

Habitat Rafflesia harjatii

Seperti jenis rafflesia lainnya, Rafflesia harjatii merupakan tumbuhan parasit yang menumpang pada tanaman inang dari genus Tetrastigma. Habitatnya berupa hutan dipterokarpa dataran rendah dengan ketinggian sekitar 325-329 meter di atas permukaan laut. Lingkungannya memiliki kelembapan tinggi, tutupan pohon yang rapat, dan kondisi tanah yang masih alami. Keberadaan tanaman inang sangat penting karena tanpa Tetrastigma, bunga rafflesia tidak dapat tumbuh dan berkembang.

Kenapa Disebut Spesies Baru?

Sebutan sebagai spesies baru tidak diberikan tanpa alasan jelas. Para peneliti membandingkan bentuk bunga ini dengan seluruh spesies rafflesia yang sudah dikenal di Kalimantan dan wilayah sekitarnya. Selain itu, mereka juga melakukan analisis DNA untuk memastikan hubungan genetiknya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rafflesia harjatii memiliki perbedaan yang jelas dibandingkan rafflesia lain, termasuk dengan spesies yang dianggap paling mirip seperti Rafflesia tengku-adlinii dari Sabah dan Rafflesia aurantia dari Filipina.

Perbedaannya bisa dilihat pada ukuran bunga, pola bercak, bentuk diafragma, struktur ramenta, hingga bagian cakram di tengah bunga. Secara genetik pun, hasil analisis menunjukkan bahwa bunga ini benar-benar berbeda dari semua rafflesia yang telah diidentifikasi sebelumnya di Kalimantan.

Ciri Khas Rafflesia harjatii

Rafflesia harjatii, endemik baru Kalimantan.Rafflesia harjatii, endemik baru Kalimantan. Foto: Dok. BRIN

Salah satu hal yang membuat Rafflesia harjatii begitu menarik adalah bentuknya yang unik. Bunga ini memiliki diameter sekitar 17-22 sentimeter saat mekar sempurna. Ukuran tersebut tergolong kecil jika dibandingkan dengan beberapa spesies rafflesia lain yang dapat mencapai puluhan sentimeter lebih besar.

Ciri khas utama bunga ini antara lain:

  • Bercak putih pada permukaan bunga cenderung lebih jarang, tetapi ukurannya relatif besar
  • Diafragma atau cincin di tengah bunga lebih tebal dengan bukaan yang sempit
  • Struktur ramenta berkembang baik, berbentuk silindris hingga menyerupai gada kecil
  • Bagian cakram di dalam bunga memiliki tonjolan khas yang berbeda dari rafflesia lain
  • Tidak ditemukan pola bercak putih di bagian dalam bunga
  • Jumlah prosesus di bagian tengah bunga berkisar antara 32-34 buah
  • Memiliki 18-20 kepala sari atau anther

Bukan Bunga Bangkai

Masih banyak yang mengira jika rafflesia dan bunga bangkai itu sama. Tetapi sebenarnya, rafflesia berbeda dengan bunga bangkai raksasa lain seperti Amorphophallus titanum. Rafflesia tidak memiliki batang, daun, maupun akar sejati. Tumbuhan ini hidup sepenuhnya sebagai parasit pada tanaman inangnya.

Saat mekar, bunga rafflesia juga mengeluarkan aroma khas menyerupai daging busuk. Bau inilah yang membantu menarik perhatian serangga penyerbuk, terutama lalat, agar mendekati bunga dan membantu proses reproduksinya. Karena kesamaan ini banyak yang menyebut rafflesia sebagai bunga bangkai.

Hidupnya yang bergantung pada inang membuat rafflesia sangat rentan untuk bertahan hidup. Karenanya, menjaga hutan dan lingkungannya harus dilakukan demi melestarikan tumbuhan asli asal Kalimantan Timur ini.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Menyusuri Perjalanan ke Labuan Cermin di Berau dengan Menggunakan Perahu yang Menyenangkan "
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads