Mangga Kasturi Endemik Kalimantan Belum Benar-benar Punah

Mangga Kasturi Endemik Kalimantan Belum Benar-benar Punah

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Kamis, 15 Jan 2026 10:00 WIB
Buah mangga kasturi. (dok Yayasan KEHATI)
Foto: Buah mangga kasturi. (dok Yayasan KEHATI)
Balikpapan -

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Di antara biodiversitas ini, terselip beberapa spesies endemik yang menghilang, salah satunya adalah mangga kasturi.

Bahkan sebelum sempat dikenal dengan luas, mangga kasturi sudah ditetapkan punah di alam liar. Buah khas Kalimantan Selatan ini meski sering disebut, wujud aslinya mungkin banyak yang belum pernah melihatnya.

Para peneliti kini menelusuri kembali keberadaan mangga kasturi. Rupanya mangga kasturi belum sepenuhnya hilang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenal Mangga Kasturi

Mangga kasturi yang memiliki nama ilmiah Mangifera casturi Kosterm. termasuk ke dalam genus Mangifera, kelompok tumbuhan yang sama dengan mangga yang sering detikers lihat seperti Mangifera indica.

Walaupun berada dalam satu genus, kasturi memiliki karakteristik yang sangat berbeda dibanding mangga komersial yang banyak dibudidayakan saat ini.

Secara taksonomi, spesies ini pertama kali dideskripsikan oleh ahli botani Belanda, AJGH Kostermans yang banyak meneliti flora Kalimantan dan Asia Tenggara.

Mangifera casturi merupakan spesies endemik Kalimantan Selatan, artinya secara alami hanya ditemukan dan berkembang di wilayah tersebut. Secara historis, mangga kasturi tumbuh liar di hutan-hutan dataran rendah, terutama di kawasan rawa, tepian sungai, dan hutan hujan tropis dengan tanah yang lembap serta kaya nutrisi.

Mangga kasturi. dok Publikasi Kementan (Nove Arisandi)Mangga kasturi. dok Publikasi Kementan (Nove Arisandi)

Ciri-ciri Mangga Kasturi

Dari segi morfologi, buah mangga kasturi berukuran relatif kecil jika dibandingkan dengan mangga biasa. Bentuk buahnya cenderung bulat hingga lonjong pendek, dengan ukuran yang pas di genggaman tangan.

Salah satu ciri paling menonjol dari kasturi adalah aromanya yang sangat kuat dan khas, bahkan dapat tercium dari jarak tertentu saat buah mulai matang. Aroma inilah yang menjadi ciri khas utama kasturi dan membedakannya dari jenis mangga lainnya.

Rasa buah kasturi dikenal manis dengan karakter unik, sering digambarkan sebagai perpaduan antara manis legit dan sedikit rasa bertepung alami yang khas mangga hutan.

Daging buahnya berwarna oranye cerah hingga jingga kemerahan dengan tekstur yang lembut namun berserat halus. Sementara itu, kulit buah kasturi relatif tebal dan akan berubah menjadi warna gelap keunguan hingga cokelat kehitaman ketika mencapai tingkat kematangan optimal.

Tidak hanya buahnya, pohon mangga kasturi juga memiliki ciri khas tersendiri. Pohonnya dapat tumbuh cukup tinggi dengan tajuk yang rimbun, daun berbentuk lonjong memanjang dengan permukaan mengilap, serta batang yang kuat dan berkayu keras.

Persebaran Mangga Kasturi

Mangga kasturi dulunya tumbuh dan menyebar secara alami di wilayah Kalimantan Selatan, terutama pada kawasan hutan dataran rendah yang masih lebat dan relatif belum terganggu aktivitas manusia.

Persebaran alaminya paling kuat tercatat di daerah Cekungan Sungai Barito, termasuk wilayah Kabupaten Banjar, Banjarbaru, Martapura, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, hingga sebagian wilayah Banjarmasin dan daerah sekitarnya.

Kawasan-kawasan ini pada masa lalu dikenal memiliki tutupan hutan hujan tropis yang sesuai dengan kebutuhan ekologis kasturi, seperti tanah lembap, curah hujan tinggi, serta suhu yang stabil sepanjang tahun.

Keberadaan mangga kasturi juga sangat lekat dengan kehidupan masyarakat Banjar. Karena itulah yang kemudian mendorong pemerintah daerah menetapkan mangga kasturi sebagai buah khas Provinsi Kalimantan Selatan.

Namun, seiring berjalannya waktu, pola persebaran alami mangga kasturi mengalami perubahan drastis. Deforestasi, alih fungsi hutan menjadi permukiman, perkebunan, dan pertambangan, serta minimnya regenerasi alami menyebabkan populasi kasturi di alam terus menurun.

Pohon-pohon kasturi yang dahulu tumbuh liar di hutan kini hampir tidak ditemukan lagi di habitat aslinya. Inilah yang kemudian yang menyebabkan spesies ini dipercaya punah di alam liar (extinct in the wild).

Saat ini, keberadaan mangga kasturi di Kalimantan Selatan sebagian besar hanya dapat dijumpai dalam bentuk pohon-pohon sisa yang dipelihara warga, seperti di pekarangan rumah.

Status Konservasi Menurut IUCN

Mangga kasturi secara resmi masuk dalam IUCN Red List dengan status Extinct in the Wild (EW) atau punah di alam liar. Penilaian ini tercatat dalam asesmen IUCN tahun 2018.

Status EW ini berarti spesies tersebut tidak lagi ditemukan hidup secara alami di habitat aslinya, sedangkan spesies yang masih bertahan hanya hidup melalui penanaman manusia, kebun koleksi, atau konservasi ex-situ.

Faktor utama yang menyebabkan kondisi ini antara lain:

  • Deforestasi besar-besaran di Kalimantan
  • Alih fungsi hutan menjadi permukiman dan lahan pertanian
  • Minimnya regenerasi alami pohon kasturi di alam

Penelitian Terbaru: Mangga Kasturi Tidak Benar-Benar Punah

Meskipun berstatus Extinct in the Wild (EW) atau punah di alam liar, mangga kasturi tidak sepenuhnya punah. Justru dalam beberapa tahun terakhir, kasturi menjadi objek berbagai penelitian ilmiah, terutama dalam genetika dan filogenetik, yaitu studi hubungan evolusi dan variasi genetik antar kelompok.

Salah satu penelitian dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports dengan judul "The genetic variation and relationship among the natural hybrids of Mangifera casturi Kosterm" yang menggunakan teknologi sekuensing genom serta penanda mikrosatelit (microsatellite markers) untuk mengevaluasi variasi genetik dan hubungan filogenetik berbagai akses kasturi yang masih ada.

Melalui penelitian itu, Matra dkk. menemukan bahwa keragaman genetik kasturi ternyata lebih tinggi dari dugaan sebelumnya, meskipun populasinya sedikit.

Dari 14 lokus mikrosatelit yang dianalisis, rata-rata heterozigositas yang tinggi menunjukkan variasi genetik yang berarti di antara beberapa variasi kasturi seperti "cuban", "pelipisan", dan "pinari".

Lima varietas mangga kasturi. (dok Matra dkk)Lima varietas mangga kasturi. (dok Matra dkk)

Analisis DNA juga membuktikan adanya hubungan filogenetik antara kasturi dengan beberapa spesies Mangifera lainnya. Ini mengarah pada hipotesis bahwa kasturi kemungkinan besar merupakan hasil hibridisasi alami, yaitu persilangan antara Mangifera indica (mangga) dan Mangifera quadrifida atau spesies lain dalam genus Mangifera.

Selain itu, penelitian lain dengan judul "Analisis keragaman genetik Mangifera casturi (Mangifera casturi Kosterm.) asal Kalimantan Selatan dan Riau menggunakan marka mikrosatelit", menunjukkan bahwa kasturi tidak hanya tumbuh di Kalimantan Selatan tetapi juga ditemukan dalam bentuk kultivar Riau.

Penelitian-penelitian yang telah dan sedang dilakukan ini menjadi bagian penting dalam perkembangan pengetahuan terkait mangga kasturi.

Meskipun dinyatakan hampir punah, kita masih bisa menjaga keberadaannya di alam dengan berbagai upaya, seperti menanam kembali dan merawat tanaman yang sudah ada, maupun mendata persebarannya melalui penelitian.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Menyusun Hidangan Tradisional Mahumbal dan Mamalan di Kalimantan Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads