Mengenal Karst Sangkulirang-Mangkalihat, Situs Berharga Pulau Borneo

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Kamis, 18 Sep 2025 08:59 WIB
Karst Sangkulirang-Mangkalihat dan goa tersembunyinya. Foto: laman resmi Pemerintah Kalimantan Timur dan Kutai Timur
Balikpapan -

Karst Sangkulirang-Mangkalihat merupakan salah satu bentang alam karst terbesar dan terunik yang ada di tanah Borneo. Terletak di Kalimantan Timur, kawasan ini tidak hanya menampilkan keindahan gua dan tebing kapur yang menjulang.

Gua-gua di kawasan ini menjadi rumah bagi lukisan tangan manusia purba yang diperkirakan berusia lebih dari 40.000 tahun, salah satu yang tertua di dunia. Kawasan ini menyimpan cerita alam dan sejarah yang begitu kaya, sehingga bisa disebut sebagai salah satu situs paling berharga yang dimiliki Pulau Borneo.

Mengenal Karst Sangkulirang-Mangkalihat

Karst Sangkulirang-Mangkalihat dan goa tersembunyinya. Foto: laman resmi Pemerintah Kalimantan Timur dan Kutai Timur

Dirangkum dari buku-buku terbitan Direktorat Jenderal Kebudayaan, BPCB Kalimantan Timur, berbagai literatur dan arsip liputan detikcom, Karst Sangkulirang-Mangkalihat merupakan kawasan perbukitan kapur dengan luas yang membentang sekitar 1,8 juta hektare. Letaknya ada di Kabupaten Kutai Timur hingga Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Dari total luas tersebut, sekitar 430 ribu hektare telah ditetapkan sebagai kawasan lindung. Kawasan karst ini terdiri atas sembilan gunung kapur raksasa yang menjulang megah, sekaligus menjadi habitat penting bagi keanekaragaman hayati.

Sedikitnya ada 30 gua bernilai sejarah di kawasan yang membentang dari Kabupaten Berau hingga Kutai Timur ini. Itu pun baru area seluas 80 Km x 100 Km yang telah disurvei, sementara bentang alam Karst Sangkulirang Mangkalihat mencapai 1,8 juta hektar.

Tak hanya bernilai ekologis, wilayah ini juga menyimpan gua-gua bersejarah yang pernah dihuni manusia ribuan tahun lalu. Berdasarkan penemuan artefak dan ekofak, diperkirakan populasi manusia telah menempati gua-gua tersebut sejak 40.000 tahun silam, dan temuan ini telah diteliti secara intensif sejak tahun 1994 oleh tim gabungan Prancis-Indonesia.

Bentang karst Sangkulirang-Mangkalihat dikenal dengan lanskapnya yang unik, dikelilingi tebing terjal, bukit hijau, serta gua bawah tanah yang menyimpan kekayaan arkeologi. Di dalam gua, ditemukan jejak peninggalan manusia purba berupa lukisan telapak tangan, gambar perahu, hingga figur hewan.

Peninggalan pra sejarah yang paling banyak ditemukan di kawasan ini adalah lukisan gua atau rock art yang jumlahnya mencapai 2.300 gambar dan didominasi gambar telapak tangan dengan susunan tertentu.




(aau/bai)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork