Ruas jalan Bongan-Sotek dipastikan menjadi prioritas pembangunan jalur alternatif di Kalimantan Timur (Kaltim). Pemerintah Provinsi Kaltim menargetkan pengerjaan fisik jalan tersebut dimulai pada 2027, setelah melalui tahapan perencanaan tahun ini.
Ruas jalan tersebut dinilai paling efektif memangkas jarak tempuh menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Rute ini disebut memangkas perjalanan hingga ratusan kilometer dibanding jalur nasional yang selama ini digunakan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, mengatakan kondisi jalan yang mulus di ruas tersebut dapat memangkas waktu tempuh menjadi sekitar 1,5-2 jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari Kubar ke IKN lewat Bongan-Sotek itu jauh lebih singkat kalau jalannya mulus. Apalagi kalau bandaranya di IKN nanti berfungsi, tidak perlu keliling Samarinda atau Balikpapan," kata Faisal kepada detikKalimantan, Kamis (8/1/2026).
Faisal menyebut ruas Bongan-Sotek menjadi prioritas karena telah mendapat persetujuan prinsip dari Otorita IKN. Pembangunan jalan ini akan melibatkan Kementerian PUPR, OIKN, serta pemerintah daerah.
"Ini jadi prioritas karena telah dapat persetujuan prinsip dari Otorita IKN dan dinilai strategis untuk mendukung konektivitas wilayah barat Kaltim menuju kawasan inti IKN," ucapnya.
Meski demikian, Faisal menegaskan pembangunan fisik tidak bisa dilakukan tahun ini. Pemerintah masih harus menyelesaikan tahapan perencanaan, termasuk studi kelayakan.
"Prosesnya pasti perencanaan dulu. Targetnya mulai 2027 sudah bisa dibangun," lanjut dia.
Selain Bongan-Sotek, ada dua lagi jalan yang menjadi target Pemprov Kaltim untuk jalur alternatif antar Kabupaten/Kota. Dua di antaranya jalur Samarinda-Tenggarong yang melewati jalur hauling dari PT Baiduri Buana Energi (BBE), dan jalur Kutai Kartanegara (Kukar)-Kutai Barat (Kubar) melalui jalur PT Acacia Andalan Utama.
"Satu lagi itu yang jalur Kubar-IKN yang akan kami tinjau dari Bongan-Sotek sepanjang 105 Kilometer," tutur Faisal.
Selain itu, Pemprov Kaltim juga terus menyelesaikan peningkatan konektivitas Kubar-Mahakam Ulu (Mahulu). Ruas tersebut kini progresnya telah mencapai sekitar 70 persen, dengan sebagian besar jalan sudah dibeton.
"Fokus kita sekarang menyelesaikan Kubar-Mahulu yang sesuai dengan fokus Pemeritah Provinsi dulu supaya benar-benar nyaman dilewati. Setelah itu baru dilanjutkan ke wilayah Mahulu bagian atas," ujar Faisal.
Ia menambahkan, kebijakan ini sejalan dengan arahan Gubernur Kaltim yang menaruh perhatian besar pada penguatan konektivitas antarwilayah sebagai penopang IKN.
"Konektivitas itu kunci. Jalan-jalan pintas ini bukan hanya mempersingkat waktu tempuh, tapi juga membuka akses dan pergerakan ekonomi masyarakat," tutupnya.
(aau/aau)
