Kalimantan Barat

Singkawang Jadi Pintu Masuk TPPO Modus Pengantin Pesanan ke China

Rumondang Naibaho - detikKalimantan
Kamis, 20 Agu 2026 13:50 WIB
Ilustrasi pengantin. Foto: Getty Images/Hiraman
Singkawang -

Bareskrim Polri mengungkap praktik tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berupa pengantin pesanan ke China. Para korban dijanjikan sejumlah uang setelah menikah dengan warga negara China, tetapi berakhir menjadi asisten rumah tangga (ART) bahkan disiksa. Singkawang, Kalimantan Barat, merupakan wilayah yang menjadi gerbang pengantin pesanan sebelum dikirim ke Negeri Tirai Bambu.

Dilansir detikNews, hal tersebut diungkapkan oleh Kasubdit III Dittipid PPA-PPO Bareskrim Polri Kombes Yolanda Evalyn. kasus bermula dari laporan seorang korban berinisial ULS pada Januari 2025 silam. ULS awaknya dinikahi secara siri di Jakarta sebelum dibawa ke China.

"Kejadiannya pernikahannya ada di Jakarta dan mereka nikah siri walaupun prianya bukan muslim. Setelah mereka menikah dibiayai dan mereka sama-sama berangkat ke China," terang Kombes Yolanda dalam konferensi pers di Bareskrim pada Rabu (19/8/2026).

Yolanda menjelaskan modus pengantin pesanan ini. Sindikat merekrut para perempuan dengan iming-iming menikah dengan warga asing dan mendapatkan uang serta kehidupan yang lebih baik di luar negeri. Pernikahan dan keberangkatan ke luar negeri difasilitasi oleh pelaku.

"Namun nanti sampai di negara tujuan, apa yang diiming-imingkan itu tidak diberikan. Dan justru perempuan-perempuan yang menikah ini akan diperlakukan di sana seperti pembantu. Jadi mengerjakan pekerjaan sehari-hari, namun uangnya tidak diberikan untuk bulanannya," ujar Yolanda.

Pernikahan itu biasanya tercatat resmi di China. Namun, Yolanda menegaskan bahwa prosedur pemberangkatan dari Indonesia termasuk melanggar hukum. Para perekrut diduga mendapat sejumlah uang untuk setiap korban yang berhasil dikirim ke China.

"Perekrut ini dapat keuntungannya Rp 20 juta loh per orangnya. Nah, yang memfasilitasi tadi yang dia sebagai yang di sana penerjemah Mandarinnya itu, dia dibagi nih sama si perekrut, dia dikasih Rp 5 juta," jelasnya.




(des/des)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork