Serangkaian kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kalimantan sepanjang 2025 menyingkap betapa rentannya lingkungan yang seharusnya aman, justru menjadi tempat beraksi para predator seksual.
Mulai dari tokoh agama, aparatur sipil negara (ASN) panti sosial, hingga keluarga melakukan manipulasi untuk melancarkan aksi bejat yang meninggalkan trauma mendalam bagi korban.
Berikut lima kasus kekerasan seksual yang menjadi sorotan selama 2025.
1. Pencabulan di Ponpes Kubu Raya
Pencabulan santriwati di sebuah pondok pesantren di Kubu Raya, Kalimantan Barat, mencuat dengan keterlibatan pengasuh berinisial NK (40). Perbuatan bejat tersebut berlangsung sejak Januari 2025 dan baru terbongkar pada Mei setelah korban mengaku kepada ayahnya.
NK yang juga mengelola sebuah tempat wisata di Sungai Kakap telah ditahan, meski beberapa kali harus dirawat di rumah sakit karena riwayat penyakit diabetes dan liver. Polisi menegaskan proses hukum tetap berjalan tanpa perlakuan khusus.
Pengakuan korban mengungkap bahwa pemerkosaan dilakukan berulang kali, bahkan hampir setiap dua hari sekali, di berbagai lokasi di lingkungan pondok pesantren. Tindakan tersebut terjadi di tempat-tempat seperti perpustakaan, depan televisi, hingga kamar ibu mertua pelaku.
Dalam perkembangan penyidikan, NK ditangkap pada Juni 2025 dan diketahui sempat merayu korban dengan janji akan menikahinya. Hasil pengembangan kasus menunjukkan ada tiga korban, namun hanya satu yang melapor secara resmi.
(bai/bai)