Kalimantan Utara

Struktur dan Filosofi Rumah Baloy, Tempat Orang Tidung Berkumpul

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Selasa, 13 Okt 2026 11:00 WIB
Rumah Adat Baloy. Foto: Dok. Dinas Pariwisata Kaltara
Tarakan -

Di Kalimantan Utara, masyarakat Tidung memiliki sebuah rumah yang di dalamnya bersemayam kehidupan dan peninggalan nilai-nilai sosial dari nenek moyangnya. Rumah panggung berbahan kayu itu merupakan tempat berkumpul, bermusyawarah, menggelar kegiatan adat, hingga menyelesaikan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Rumah Baloy juga dikenal sebagai rumah adat Tidung, turunan suku Dayak yang banyak bermukim di wilayah pesisir Kalimantan Utara. Salah satu rumah Baloy yang terkenal adalah Baloy Mayo Adat Tidung di Kota Tarakan. Orang-orang Tidung sangat dekat dengan sungai dan laut, yang memengaruhi bentuk maupun fungsi rumah tradisional mereka.

Baloy sendiri berarti rumah besar. Kebesarannya itu bukan diisi hanya sebagai tempat tinggal, tapi juga menjadi pusat kegiatan adat dan kegiatan kebudayaan masyarakat Tidung. Bentuknya adalah rumah panggung dengan tiang penyangga, mirip rumah panggung Lamin di Kalimantan Timur. Rumah Baloy dibangun dengan kayu ulin atau kayu besi. Motif-motif flora dan fauna, serta ukiran khas Tidung bisa dilihat dari luar hingga masuk ke dalam rumah.

Arsitektur rumah Baloy cukup unik dan khas. Rumah ini menghadap ke utara, tetapi pintu utama mengarah ke selatan. Ada bagian kolong di bawah rumah yang biasanya dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, termasuk menyimpan perahu.

Struktur dan Tata Ruang Rumah Baloy

Tiang penyangga rumah Baloy tingginya bisa mencapai 3 meter. Bentuk rumah panggung memisahkan rumah dari tanah, sesuai dengan kehidupan masyarakat Tidung yang bergantung dengan pesisir. Materialnya menggunakan kayu ulin karena kuat, tahan lama, dan tidak mudah lapuk. Sementara bagian atap menggunakan sirap atau kepingan kayu yang ditumpuk dan disusun menjadi atap.

Bentuk rumah Baloy memanjang, ada yang bertingkat tetapi jarang ditemukan. Ruang utamanya bernama ambir dengan fungsi yang berbeda-beda. Berikut ruangan di dalam rumah Baloy beserta fungsinya:

1. Ambir Kiri (Alad Kait): Berfungsi untuk membicarakan persoalan adat.

2. Ambir Tengah (Lamin Bantong): Di ruangan ini dilakukan musyawarah dan persidangan pemuka adat untukmembahas persoalan yang sedang diajukan. Perkara adat dibicarakan sebelum keputusan diambil.

3. Ambir Kanan (Ulad Kemagot): Setelah perkara dibahas dan menemukan penyelesaiannya, tetua adat dan masyarakat beristirahat atau bersantai di ruangan ini.

4. Lamin Dalom: Merupakan ruangan khusus untuk kepala adat Dayak Tidung.



Simak Video "Menjelajahi Hutan Mencari Buah Lempasu di Kalimantan Utara"


(des/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork