Kisah Lutih dan Kari, Asal Muasal Dayak Darat dan Melayu Pesisir

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Jumat, 02 Okt 2026 13:31 WIB
Suku Dayak Bidayuh di Kalimantan Barat. Foto: ANTARA FOTO/Jessica Wuysang
Pontianak -

Kisah Riya Sinir dan Dara Hitam tidak selesai setelah keduanya menikah. Dari pernikahan tersebut lahirlah sepasang anak kembar laki-laki bernama Lutih dan Kari.

Beberapa waktu setelah pernikahan Riya Sinir dan Dara Hitam, lahirlah dua anak laki-laki kembar. Anak pertama diberi nama Lutih dan anak keduanya diberi nama Kari.

Kelahiran kedua anak tersebut kemudian diberitahukan kepada Raja Pulang Palih. Raja yang sebelumnya ingin meminang Dara Hitam datang untuk melihat kedua bayi tersebut. Dalam buku berjudul Bunga Rampai Ceritera Rakyat Daerah Kalimantan Barat, Raja Pulang Palih kemudian memberikan nama lain kepada keduanya.

Lutih diberi nama Dolkasim, sedangkan Kari diberi nama Dolkahar. Setelah melalui pembicaraan antara Riya Sinir dan Raja Pulang Palih, mereka sepakat untuk menggabungkan nama kedua anak itu menjadi Lutih Dolkasim untuk anak pertama dan Kari Dolkahar untuk anak kedua.

Persoalan kemudian muncul tentang siapa yang menjadi anak Raja Pulang Palih. Kedua bayi tersebut dibawa keluar dan diletakkan di bawah terik matahari. Anak yang lebih dahulu menangis dianggap sebagai anak Raja Pulang Palih. Dalam cerita, Kari Dolkahar ternyata menangis duluan, sehingga ia dianggap sebagai anak Raja Pulang Palih. Sementara Lutih Dolkasim tetap bersama Riya Sinir.

Pembagian Wilayah 25 Tahun Kemudian

Waktu pun berlalu. Sekitar 25 tahun kemudian, Lutih Dolkasim dan Kari Dolkahar telah dewasa. Saat itu, keduanya mendapatkan wilayah kekuasaan masing-masing. Lutih Dolkasim dipercaya memimpin wilayah darat atau hulu, sedangkan Kari Dolkahar menguasai wilayah pantai atau pesisir.

Lutih Dolkasim dan Kari Dolkahar juga disebut tinggal di wilayah Kerajaan Landak dan menjadi cikal bakal dua suku berbeda. Menurut kepercayaan, Lutih Dolkasim disebut sebagai leluhur orang Dayak (Urang Darat), sedangkan Kari Dolkahar sebagai leluhur orang Melayu (Urang Laut).




(des/des)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork