Legenda Gunung Bondang merupakan cerita rakyat yang berasal dari tradisi lisan suku Dayak di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Dongeng ini menceritakan kisah heroik seorang anak bernama Unto yang berjuang menyelamatkan desanya dari ancaman harimau gaib.
Di kehidupan nyata, Gunung Bondang memang benar-benar ada dan berlokasi di Kecamatan Tanah Siang, Kabupaten Murung Raya. Pegunungan hijau yang indah ini masih berdiri kokoh dan menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
Meski sebagian menganggap cerita ini sebagai dongeng, ada juga masyarakat yang meyakini Gunung Bondang menyimpan sejumlah hal magis atau ajaib. Simak ceritanya di bawah ini, seperti dikutip dari buku Legenda dan Dongeng dalam Sastra Dayak Ngaju (1998) terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Legenda Gunung Bondang
Pada zaman dahulu kala di Tanah Siang, ada sebuah bukit menjulang tinggi bernama Gunung Bondang. Saking tingginya, puncak gunung ini sampai menyentuh dunia langit, sehingga makhluk langit dan bumi bisa saling berkunjung.
Sayangnya, tidak semua makhluk langit bersikap baik kepada manusia. Suatu hari, turunlah sosok raksasa jahat bernama Hantuen yang suka mengganggu dan menakut-nakuti penduduk desa.
Ia tidak pandang bulu dalam menjahili siapa saja yang ditemuinya di kaki gunung. Tentu saja hal ini membuat para penduduk merasa sangat ketakutan dan bersedih hati.
Melihat penderitaan manusia, seorang bidadari cantik dan sakti bernama Bura merasa sangat iba. Ia pun turun ke bumi untuk menyelamatkan para penduduk desa dari kejahatan Hantuen.
Dengan kesaktiannya, Bura memukul puncak Gunung Bondang menggunakan telapak tangannya. Seketika, gunung itu menjadi lebih rendah dan puncaknya tidak lagi menyentuh langit.
Jalan penghubung antara langit dan bumi pun terputus, sehingga Hantuen tidak bisa lagi turun untuk mengganggu manusia. Namun, sisa-sisa kekuatan jahat Hantuen konon berubah menjadi lintah-lintah kecil yang hingga kini masih hidup di kaki Gunung Bondang.
Ancaman Harimau Langit
Bidadari Bura akhirnya kembali ke kahyangan dengan perasaan lega. Namun, ia tidak menyadari bahwa masih ada satu makhluk langit yang tertinggal bersembunyi di gunung itu.
Makhluk itu adalah seekor harimau gaib yang rupanya merupakan saudara dari Hantuen. Karena tidak bisa pulang ke langit, harimau itu merasa sangat marah dan mengamuk di sekitar kaki gunung.
Harimau itu sangat ganas dan menakutkan, bahkan lebih parah dari Hantuen. Akibatnya, banyak penduduk desa yang terpaksa pergi mengungsi karena tidak berani beraktivitas di luar rumah.
Unto Si Anak Pemberani
Para tetua desa akhirnya berdoa dan meminta petunjuk dari Tuhan agar terbebas dari ancaman harimau. Melalui sebuah petunjuk, mereka menemukan seorang anak laki-laki istimewa bernama Unto.
Unto memang masih belia, namun ia sangat gagah, rajin, dan suka menolong sesama. Agar Unto cepat tumbuh besar dan kuat, seluruh penduduk desa bergotong-royong memberinya makanan bergizi setiap hari.
Para tetua adat juga melatih Unto dengan berbagai ilmu bela diri dan memberinya senjata andalan berupa sumpit. Mereka juga mengolesi anak sumpit tersebut dengan getah gaib dari sebuah pohon langka bernama Kunyung Tonggo.
Kemenangan Unto dan Keajaiban Gunung Bondang
Setelah semua persiapan selesai, Unto berangkat ke Gunung Bondang dengan membawa bekal khusus berupa nasi goreng sebagai syarat penolak bala. Berhari-hari ia mencari, hingga akhirnya ia menemukan sarang harimau itu di sebuah lubang.
Mengetahui kedatangan Unto, sang harimau langsung mengaum keras dan melompat menerkamnya. Dengan lincah, Unto menghindar dan berlari memutari sebuah pohon sawang yang besar.
Karena terus menyerang secara membabi buta, tubuh harimau itu akhirnya terjepit di celah pohon sawang dan tidak bisa bergerak. Kesempatan ini tidak disia-siakan Unto. Ia langsung meniupkan sumpit saktinya hingga harimau itu berhasil dikalahkan selamanya.
Untuk merayakan kemenangannya, Unto menyanyikan sebuah lagu dalam bahasa daerah Siang yang menggema di seluruh gunung. Sejak saat itu, Gunung Bondang kembali damai dan menyimpan banyak keajaiban alam yang indah.
Beberapa keajaiban yang masih diyakini masyarakat saat ini adalah:
- Adanya pohon sawang besar yang diyakini merupakan tempat harimau terjepit. Pohon ini disebut 'Lengok Tingang' dan sering menjadi tempat orang suku Siang bertapa.
- Munculnya tanah malai dari atas Gunung Bondang yang diyakini bisa menjinakkan binatang dan meluluhkan hati orang lain.
- Di puncak gunung terdapat bunga-bunga yang indah nan harum.
- Ada juga bambu tamiang yang panjang dengan sebutan 'buluh merindu'
- Terdapat air terjun musiman yang suaranya gemuruh, konon menjadi tempat mandi para bidadari cantik dari kayangan.
(bai/aau)