Kalimantan Timur

3 Ucapan Logat Kaltim yang Gampang Nempel ke Mulut Pendatang

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Jumat, 26 Jun 2026 08:00 WIB
Foto: Ilustrasi percakapan logat Kaltim (Dok. Istimewa)
Samarinda -

Kalimantan Timur khususnya Balikpapan dan Samarinda terkenal punya logat khas dalam percakapan sehari-hari. Siapa pun yang pernah tinggal atau merantau cukup lama di Benua Etam pasti culture shock saat pertama kali mendengar logat khas Kaltim itu.

Walaupun juga dikenal dengan wilayah yang tidak punya logat khas, nyatanya Kaltim punya! Lama-kelamaan, yang awalnya mungkin hanya ikut-ikutan karena sering mendengar orang di sekitar berkomunikasi, beberapa kata dan logat pasti akan nempel dan masuk ke dalam percakapan sehari-hari.

Kalimantan Timur sendiri dikenal sebagai daerah yang sangat heterogen. Penduduknya berasal dari berbagai suku seperti Kutai, Banjar, Bugis, Jawa, Dayak, dan pendatang dari berbagai daerah di Indonesia. Karena itulah bahasa sehari-hari masyarakat Kaltim menjadi unik, dipengaruhi berbagai budaya, terutama bahasa Banjar yang cukup dominan digunakan di Balikpapan dan Samarinda.

Banyak pendatang mengaku logat Kaltim cukup cepat menular, bahkan ketika pulang kampung mereka sering kali masih membawa logat khas itu. Nah, ada lima logat khas Kaltim yang paling cepat menular ke mulut pendatang.

1. "Iya Kah?"

Kalau di banyak daerah orang berkata masa sih?, beneran?, atau serius?, di Kaltim lebih akrab dengan kalimat iya kah? Ungkapan ini diucapkan ketika ada perasaan terkejut, penasaran, atau saat mengonfirmasi suatu informasi yang diterima.

Contoh 1

Rangga: Besok libur tiga hari
Cinta: Iya kah?

Contoh 2

Cinta: Dia sudah pindah kerja.
Rangga: Iya kah?

Contoh 3

Kata iya kah juga bisa diganti dengan bujuran, yang dalam bahasa Banjar berarti benar kah?

Rangga: Eh, MBG disetop
Cinta: Bujuran, kah?!

Bagi para pendatang, kata ini biasanya menjadi kosakata pertama yang tanpa sadar ikut digunakan. Setelah beberapa bulan tinggal di Samarinda, Balikpapan, dan beberapa kota Kaltim lainnya, banyak yang mulai mengganti masa sih dengan iya kah? dalam percakapan sehari-hari.



Simak Video "Menjelajahi Keindahan Alam di Labuan Cermin dan Menikmati Panorama di Berau "


(des/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork