Contoh Kosakata Bahasa Dayak Ngaju: Frasa hingga Kalimat Majemuk

Contoh Kosakata Bahasa Dayak Ngaju: Frasa hingga Kalimat Majemuk

Bayu Ardi Isnanto - detikKalimantan
Selasa, 23 Jun 2026 07:01 WIB
Ilustrasi suku Dayak. (dok Pemkot Palangka Raya)
Foto: Ilustrasi suku Dayak. (dok Pemkot Palangka Raya)
Balikpapan -

Bahasa Dayak Ngaju merupakan salah satu bahasa daerah yang wilayah pemakaiannya sangat luas, terutama di Kalimantan Tengah (Kalteng). Daerahnya mencakup tepian-tepian sungai Kapuas, Kahayan, Rungan, Manuhing, Katingan, dan di beberapa tempat di sepanjang sungai Barito.

Bahasa ini memiliki kedudukan penting sebagai lingua franca di hampir seluruh bagian selatan pulau Kalimantan. Penggunaannya mencakup berbagai aspek kehidupan, baik sebagai alat komunikasi antaranggota keluarga maupun dalam interaksi masyarakat secara umum.

Artikel ini akan menguraikan berbagai kosakata dan contoh penggunaan bahasa Dayak Ngaju yang bersumber dari buku Tata Bahasa Dayak Ngaju (2013) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Tingkat Frasa (Gabungan Kata)

Frasa merupakan gabungan dua kata atau lebih yang saling berkaitan namun tidak memiliki ciri predikatif (tidak ada subjek-predikat). Beberapa contoh pembentukan frasa di antaranya:

  • tanggui purun
    (topi mendong)
  • seruk kamar
    (sudut kamar)
  • bawi bakena bahalap
    (gadis cantik jelita)
  • telu liter danum
    (tiga liter air)
  • are uluh
    (banyak orang)

2. Tingkat Klausa

Klausa merupakan kelompok kata yang sekurang-kurangnya memiliki struktur subjek dan predikat, yang berpotensi menjadi kalimat utuh.

  • ading manangis
    (adik menangis)
  • ie manjadi pambakal
    (ia menjadi kepala desa)
  • bawi te dia bakena
    (perempuan itu tidak cantik)
  • ewen bara huma
    (mereka dari rumah)

3. Tingkat Kalimat Tunggal dan Lengkap

Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu klausa lengkap. Berikut adalah ragamnya berdasarkan tujuan tuturan:

Kalimat Deklaratif (Pernyataan/Berita)

  • Besei ikei inakau uluh.
    (Kayuh kami dicuri orang.)
  • Ie sinta tutu dengan anak-sawae.
    (Ia cinta benar dengan anak-isterinya.)
  • Ewen bagawi karas mangat are dinun duit.
    (Mereka bekerja keras supaya banyak dapat uang.)

Kalimat Interogatif (Tanya)

  • Hungkueh jalan G. Obos?
    (Di mana jalan G. Obos?)
  • Narai kabar tuh pahari?
    (Apa kabar saudara?)
  • Buhen ketun basingi?
    (Mengapa kalian marah?)
  • Pea ketun dumah bara lewu?
    (Kapan kalian datang dari kampung?)

Kalimat Imperatif (Perintah/Larangan)

  • Dumah kareh lah!
    (Datang nanti, ya!)
  • Uap akangku batunggang te.
    (Bukakan jendela itu buat saya.)
  • Ela tende bagawi te aluh sampai hamalem.
    (Jangan berhenti bekerja walau sampai malam.)

4. Tingkat Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk minimal terdiri atas dua kalimat atau klausa tunggal yang digabungkan.

Kalimat Majemuk Setara

  • Bapa tuntang umai maja akan huma mina.
    (Bapak dan ibu bertamu ke rumah nenek.)
  • Tambi haguet bapili akan pasar; bue mamapas baun huma.
    (Nenek pergi berbelanja ke pasar, kakek menyapu halaman rumah.)
  • Ikau handak kuman bari basanga atawa mi?
    (Kamu mau makan nasi goreng atau mie?)
  • Bapa jadi malihi, angate magun tege ih ie bentuk itah.
    (Bapak sudah meninggal, tetapi rasanya masih ada di tengah kita.)

Kalimat Majemuk Bertingkat

  • Itah tulak metuh andau halemei.
    (Kita berangkat ketika hari sudah senja.)
  • Ikei balang tulak akan tana haranan ujan.
    (Kami tidak jadi ke ladang karena hujan.)
  • Amun ikau dia dumah, ikei buli.
    (Jika kamu tidak datang, kami pulang.)
  • Aku rajin balajar uka lulus ujian.
    (Saya akan rajin belajar agar lulus ujian.)

5. Kalimat Tak Lengkap (Klausa Terikat)

Kalimat tak lengkap (klausa terikat) adalah bentuk ujaran yang tidak memiliki struktur yang utuh (seperti kehilangan subjek atau predikat). Bentuk ini biasanya digunakan sebagai jawaban singkat atau sapaan yang maknanya sudah bisa dipahami oleh lawan bicara.

Jawaban Singkat

  • Erika tuntang Rosana.
    (Erika dan Rosana) - Jawaban saat ditanya siapa temannya
  • Hindai buli.
    (Belum pulang) Konteks: Jawaban saat ditanya apakah adiknya sudah pulang
  • Haban paham.
    (Sakit keras) - Jawaban saat ditanya kondisi ibu
  • Akan pasar.
    (Ke pasar) - Jawaban saat ditanya ibu ke mana
  • Lime kungan.
    (Lima ekor) - Jawaban saat ditanya jumlah peliharaan

Sapaan Singkat

  • Salamat hanjewu
    (Selamat pagi)
  • Salamat bentuk andau
    (Selamat siang)
  • Salamat halemei
    (Selamat sore)
  • Salamat hamalem
    (Selamat malam)

Pemahaman terhadap kaidah tata bahasa, mulai dari tingkat frasa yang sederhana hingga penyusunan kalimat majemuk, sangat membantu dalam mempraktikkan bahasa Dayak Ngaju secara tepat. Semoga membantu!

Halaman 2 dari 2
(bai/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads