Bapupur Bedak Dingin, Sunscreen Wanita di Banjarmasin

Suki Nurhalim - detikKalimantan
Selasa, 07 Apr 2026 15:30 WIB
Wajah pedagang di Pasar Terapung Banjarmasin dengan bapupur/Foto: (kaekaha/d'Traveler)
Banjarmasin -

Suhu udara di Banjarmasin relatif panas, maka masyarakatnya beradaptasi dengan melindungi kulit wajah dari terik sinar matahari. Kebiasaan yang sering dilakukan kaum perempuan ini disebut dengan bapupur.

Secara geografis, Kota Banjarmasin berada antara 30 22' 54" Lintang Selatan dan 1140 31' 40" Bujur Timur yang beriklim tropis. Rata-rata suhu udaranya sekitar 25-38 derajat celsius.

Seperti yang diterangkan dalam jurnal berjudul Bungas: Ethnobeauty Perempuan Banjar karya Tutung Nurdiyana, Prof. Rachmah Ida, dan Dra. M.Comms. Ph.D yang diterbitkan Lambung Mangkurat University Press pada 2022, kearifan lokal itu sangat terkait dengan konsep kecantikan mereka.

Bapupur dilakukan perempuan Banjar dengan menggunakan bedak, yang mereka sebut dengan bedak dingin. Bedak itu berbentuk bulat-bulat kecil yang dioleh dari beras dan tumbuh-tumbuhan yang mengeluarkan aroma wangi, seperti bunga melati atau mawar, daun pandan, juga dari bahan rempah.

Dalam bapupur, mereka mengoleskan bedak yang dibasahi atau dicampur dengan air di seluruh wajah. Tujuannya untuk melindungi wajah mereka dari terik matahari, supaya kulit tidak terasa panas dan menghitam.

Sampai saat ini, kebiasaan bapupur masih sering dilakukan di Banjarmasin. Khususnya oleh perempuan-perempuan yang berdagang di pasar, yang aktivitasnya menggunakan alat transportasi kelotok (perahu bermesin) dan jukung (perahu kecil). Jika berkunjung ke pasar terapung di pinggir sungai, masih mudah ditemui perempuan yang bapupur.



Simak Video "Video: Wajib Pakai Sunscreen Meski di Dalam Ruangan dan Cuaca Mendung"


(sun/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork