Konsep Cantik Menurut Orang Banjar, Tak Harus Putih yang Penting Bersih

Konsep Cantik Menurut Orang Banjar, Tak Harus Putih yang Penting Bersih

Suki Nurhalim - detikKalimantan
Rabu, 15 Apr 2026 17:00 WIB
Beautiful woman french manicured hands with fresh daisy flowers
Ilustrasi/Foto: Getty Images/Nataliia_Melnychuk
Banjarmasin -

Menurut kamus Bahasa Banjar, masyarakat Banjar menyebut cantik dengan istilah bungas. Tapi kata bungas tidak hanya diperuntukkan untuk perempuan saja, sebab dalam menyebut laki-laki yang gagah dan tampan juga menggunakan kata itu.

Bungas (cantik) bagi perempuan Banjar dimaknai sebagai perempuan yang memiliki kulit bersih, harum, bersinar dan terawat. Itu sebagaimana yang diungkapkan beberapa informan yang diwawancara dalam penulisan jurnal berjudul Bungas: Ethnobeauty Perempuan Banjar oleh Tutung Nurdiyana, Prof. Rachmah Ida, dan Dra. M.Comms. Ph.D.

Kebersihan dan keharuman kulit perempuan Banjar dapat diperoleh melalui serangkaian perawatan tubuh seperti batimung, balulur, baratus dan berbagai perawatan tubuh lainnya. Oleh karena itu, perawatan tubuh menjadi sebuah kebutuhan bagi mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cantik dalam persepsi perempuan Banjar adalah tubuh yang terlihat bersih dan bercahaya. Mereka tidak mengatakan kulit putih sebagai konsepsi cantik. Warna kulit tidak menjadi masalah, asalkan mereka melakukan perawatan kecantikan tubuh sehingga terlihat bersih.

Kecantikan yang dimaksud adalah kecantikan yang alami. Perempuan yang terlihat cantik karena make up tidak berarti cantik, karena kecantikan itu dibentuk dan tidak orisinil.

Di sini, cantik pada Masyarakat Banjar bukan cantik seperti bintang film dengan paras yang menawan, tetapi cantik dengan kulit yang bersih dan aroma tubuh yang harum. Konsep cantik pada perempuan Banjar dapat dilihat dari mitos yang berkembang pada masyarakat Banjar, terutama dalam mitos tentang Ratu Junjung Buih.

Putri Junjung Buih adalah sebuah cerita rakyat masyarakat Banjar tentang seorang putri cantik dan baik hati yang melahirkan keturunan raja-raja Banjar. Dalam kisah Putri Junjung Buih, ia digambarkan sebagai sosok perempuan cantik, berkulit bersih, berambut panjang terurai, dengan memakai pakaian kebaya luar berwarna kuning gading dan mahkota di kepalanya.

Selain itu, konsep cantik menurut orang Banjar juga dapat dirujuk pada beberapa istilah yang sering diungkapkan oleh masyarakat Banjar ketika akan menunjukkan kecantikan perempuan Banjar. Ada banyak peribahasa yang diungkapkan untuk menunjukkan kecantikan perempuan Banjar. Seperti pinggang sekacak malam yang artinya mempunyai pinggang yang kecil.

Konsep Cantik Menurut Orang Banjar dalam Peribahasa:

1. Dagu kaya kumbang bagantung (dagu seperti kumbang
bergelantung)

Wajah seorang perempuan cantik selalu dikagumi dan dipuji. Bentuk dagu, mata, hidung, pipi, dahi, rambut, dan lain- lain dimisalkan dengan ungkapan yang indah. Peribahasa ini ingin menggambarkan bentuk dagu yang indah yang dikiaskan seperti kumbang bergantung.

2. Dahi kaya bulan sahiris (dahi seperti seiris bulan)

Dahi atau jidat adalah bagian muka manusia. Seseorang yang mempunyai dahi lebar dinilai kurang bagus. Begitu pula bentuk dahi yang cembung, dalam bahasa Banjar disebut tungkung. Bulan sahiris (seiris) adalah semisal bulan sabit yang indah dan bersinar.

Peribahasa ini menggambarkan seseorang yang memiliki bentuk dahi yang indah. Kalau disebut dahi kaya bulan sahiris, maka hal itu merupakan pujian bagi seorang wanita yang berwajah cantik.

3. Gigi kaya jagung babaris (gigi seperti barisan biji jagung)

Yang dimaksud dengan jagung babaris di sini adalah biji jagung yang tersusun rapi, bersih, dan sehat. Kiasan ini menggambarkan bentuk dan susunan gigi yang rapi, bersih, dan sehat.

4. Gulu langgak kaya minjangan bukah (leher tegak seperti rusa
lari)

Bila seekor rusa lari lehernya tegak ke atas. Leher rusa yang tegak ke atas dikiaskan kepada seseorang yang memiliki leher yang bagus, biasanya sesuai dengan bentuk tubuh yang semampai.

5. Hidung mancung kaya bawang sasihung (hidung mancung
seperti bawang sesiung)

Bentuk hidung seseorang yang mirip dengan bawang sesiung (berbentuk mancung), dimaksudkan untuk memuji seseorang yang mempunyai bentuk hidung yang bagus, biasanya untuk wanita.

6. Hirang-hirang gula habang (hitam-hitam gula merah)

Gula merah ada yang berwarna agak kekuning-kuningan dan ada juga yang berwarna agak kehitam-hitaman. Keduanya memiliki rasa yang manis. Ungkapan di atas dikiaskan kepada seseorang yang berkulit hitam manis, baik dia seorang pria atau wanita.

7. Jariji manyugi landak (jari-jari menyerupai duri landak)

Duri landak berbentuk panjang dan lancip serta berwarna putih. Jari seorang perempuan yang kecil-kecil dengan kuku-kuku yang terawat bersih serta kulit yang berwarna putih, adalah suatu
gambaran kebagusan yang dikiaskan dengan ungkapan tersebut.

Kalau keadaan jari, kuku, dan kulit putih yang demikian bagus, maka biasanya seorang perempuan itu adalah berparas cantik. Kiasan itu adalah suatu ungkapan yang bersifat pujian terhadap
seorang perempuan.




(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads