Dongeng Batu Menangis untuk Teman Ngabuburit: Darmi Cantik Banget tapi Durhaka

Nadhifa Aurellia WIrawan - detikKalimantan
Selasa, 24 Feb 2026 12:30 WIB
Ilustrasi dongeng/Foto: Istimewa (dok Freepik)
Pontianak -

Sudah tidak bisa dipungkiri lagi Indonesia memiliki banyak cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun. Kita mungkin lebih mengenalnya dengan istilah dongeng.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi keenam (VI), dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi, terutama tentang kejadian zaman dahulu yang aneh-aneh. Meskipun fiktif, dongeng juga menyimpan nasihat dan pesan moral yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu dongeng yang terkenal dari Kalimantan Barat adalah kisah Batu Menangis. Dongeng ini berkisah tentang seorang anak perempuan cantik bernama Darmi yang durhaka kepada ibunya hingga dikutuk menjadi batu.

Kisah dongeng ini sederhana, tetapi punya makna yang begitu dalam, khususnya dalam hubungan antara orang tua dan anak. Seperti apa cerita lengkapnya? Yuk, kita simak kisah Darmi, si anak durhaka yang dikutuk menjadi batu oleh ibunya.

Darmi, Ibu, dan Kisah Batu Menangis

Di sebuah dataran tinggi yang jauh dari keramaian di Kalimantan Barat, hiduplah seorang janda miskin bersama putri semata wayangnya bernama Darmi. Sejak ditinggal sang suami tanpa meninggalkan harta apa pun, ibu itu harus bekerja seorang diri demi menyambung hidup. Ia menjadi buruh di sawah dan ladang milik orang lain, membanting tulang dari pagi hingga petang hanya untuk memastikan dapur tetap mengepul.

Darmi tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Parasnya cantik, tubuhnya semampai, rambutnya panjang, hitam, dan terurai indah hingga hampir menyentuh mata kaki.

Namun kecantikan itu tidak diiringi dengan kelembutan hati. Berbanding terbalik dengan wajahnya yang rupawan, sifat Darmi justru pemalas, manja, dan egois. Ia hanya peduli pada penampilan dan ingin selalu terlihat anggun di hadapan orang lain.

Setiap hari, sementara ibunya bekerja di bawah terik matahari, Darmi menghabiskan waktu untuk mandi, memakai lulur, bercermin, menyisir rambut, dan mengagumi dirinya sendiri. Ia menolak membantu ibunya ke sawah karena takut kulitnya menjadi gelap dan kukunya kotor oleh lumpur.

Ketika sang ibu dengan lembut memintanya membantu, Darmi selalu menolak dengan alasan pekerjaan ladang terlalu kotor dan tidak pantas untuknya.

Ibunya tetap sabar. Ia berharap suatu hari anaknya berubah. Demi menyenangkan hati Darmi, ia rela bekerja lebih keras agar bisa membelikan baju bagus dan perhiasan sederhana.



Simak Video "Ikut Main Barongsai Seru bersama Artis di Pontianak "


(sun/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB