Selama ini, kuyang digambarkan sosok kepala perempuan yang terbang melayang pada malam hari. Kepala terbang itu disertai bagian leher serta organ dalam seperti jantung yang terburai.
Mengapa folklor kuyang digambarkan seperti itu? Menurut Sejarawan Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Sarip, yang namanya mistis memang memerlukan narasi horor luar biasa, yang kontra dengan kenormalan.
"Dalam kisah kuyang, pergerakannya senyap sehingga ketika dalam berpenetrasi mencari mangsa dibutuhkan fleksibilitas yang bisa dihasilkan hanya dari wujud satu kepala tanpa badan, dengan sedikit ikutan anatomi organ dalam bagian atas dekat leher," ujar Sarip kepada detikKalimantan, Senin (2/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengalaman mistis soal kuyang masih hidup dalam ingatan Briza Meidina Syakirah (24), warga Samarinda. Ia mengaku pertama kali melihat sosok menyeramkan tersebut saat berusia 7 tahun, ketika tinggal di rumah neneknya.
Ia mengaku berhadapan langsung dengan sosok yang diyakininya sebagai kuyang. Saat keluar dari kamar mandi, ia melihat makhluk tersebut mengintip dari jendela rumah neneknya.
"Bentuknya cuma kepala, rambutnya ngembang besar, bibir hitam. Wajahnya bukan manusia, lebih ke makhluk iblis," tuturnya.
Menurut Briza, mereka sempat saling menatap selama beberapa detik sebelum makhluk itu terbang cepat ke atas usai ia berteriak. Peristiwa tersebut meninggalkan trauma panjang, bahkan membuatnya enggan menatap jendela rumah neneknya hingga dewasa.
Ulasan mengenai kuyang, selengkapnya tersaji dalam sederet link di bawah ini:
Baca juga: Kuyang, Folklor Hantu dari Kalimantan |
