Kuyang adalah salah satu makhluk mitologi paling terkenal di Kalimantan. Dalam banyak versi cerita, kuyang digambarkan sebagai manusia yang berubah wujud menjadi sosok kepala yang terbang bersama organ dalamnya di malam hari.
Cerita tentang kuyang yang mengintai, mencari darah dikaitkan dengan praktik ilmu gaib atau ilmu hitam yang diwariskan, dipelajari, atau diperoleh melalui ritual tertentu.
Dalam beberapa literatur folklor, kuyang dianggap sebagai perempuan yang hidup di siang hari layaknya manusia biasa, tetapi berubah menjadi hantu di malam hari untuk mencari kekuatan atau tumbal demi mempertahankan ilmu yang dimilikinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut cerita yang berkembang di Kalimantan, kuyang adalah manusia yang menganut ilmu hitam atau ilmu gaib tertentu. Konon dapat memisahkan kepala dan organ dalam dari tubuhnya sendiri dan terbang di malam hari untuk mencari korban, biasanya wanita hamil atau bayi baru lahir.
Sebuah publikasi berjudul The Ghost Story of Kuyang: Establishing Social Construction of Belief System on Identity in Kalimantan, menyebutkan ilmu hitam itu dipelajari karena berbagai motivasi duniawi seperti:
- Ingin awet muda atau tetap cantik.
- Dicintai suami atau mendapatkan kasih sayang.
- Mencari kekayaan atau kekuatan gaib.
Ilmu ini dipercaya diturunkan secara turun-temurun atau dipelajari oleh orang yang memiliki suatu minyak khusus yang disebut minyak kuyang.
Ritual, Minyak, dan Kepercayaan
Dalam beberapa versi, dikisahkan minyak khusus digunakan untuk mempermudah proses penjelmaan menjadi kuyang, dikenal sebagai minyak kuyang atau minyak yang berasal dari ramuan tertentu.
Minyak ini dipercaya membantu tubuh pemilik ilmu untuk memisahkan kepala dan organ-organnya saat malam tiba, supaya bisa terbang mencari mangsa.
Ada beberapa warna minyak kuyang dengan fungsi yang berbeda-beda:
- Minyak berwarnamerah:membantu proses pemisahan tubuh
- Minyak berwarnahijau:membantu kemampuan terbang
- Minyak berwarnakuning:dipakai di rumah
Selain itu, ilmu ini sering dikaitkan dengan pantangan tertentu yang harus diikuti agar ilmu itu tetap bekerja atau agar pemiliknya tidak kehilangan kekuatannya, antara lain:
- Tidak boleh memakan makanan tertentu, terutama yang beraroma tajam seperti bawang merah dan bawang putih.
- Tidak boleh melihat cermin saat dalam kondisi tertentu, terutama setelah melakukan ritual.
- Tidak boleh dilihat atau disentuh benda tajam(pisau, paku, duri) yang diletakkan sebagai penangkal.
- Tidak boleh melanggarsumpah atau perjanjian ritual dengan guru atau penjaga ilmu.
- Tidak boleh berhenti melakukan ritual berkala(biasanya malam hari atau waktu tertentu), karena dipercaya ilmu bisa mati atau berbalik mencelakakan pemiliknya.
Ciri-Ciri Orang yang Diduga Memiliki Ilmu Kuyang
Dikutip dari penjelasan Bandung Fe Institute, terdapat beberapa ciri yang dipercaya masyarakat dapat menunjukkan seseorang memiliki ilmu Kuyang. Ciri-ciri ini merupakan sebuah kepercayaan, bukan berdasar bukti ilmiah. Di antaranya:
1. Bekas Luka di Leher
Pemilik ilmu kuyang sering dipercayai memiliki bekas hitam, merah, atau bekas luka melingkar di sekitar leher yang diyakini sebagai bekas pemisahan kepala dari tubuh.
2. Sering Menyendiri atau Menarik Diri dari Lingkungan
Orang yang diduga memiliki ilmu kuyang sering digambarkan berperilaku berbeda dari tetangganya, seperti sering menyendiri, misterius, dan cenderung menghindari kontak dengan lingkungan sekitar.
3. Takut pada Benda-benda Tertentu
Menurut kepercayaan, pemilik ilmu kuyang sering takut atau terhambat oleh beberapa benda tertentu, antara lain bawang merah atau bawang putih, serta cermin dan pisau tajam.
Benda-benda ini dipercaya dapat mengganggu kemampuan mereka atau bahkan menjatuhkan sosok kuyang saat terbang.
4. Menutupi Leher dengan Pakaian atau Kain
Karena bekas luka di leher adalah salah satu cirinya, orang yang dicurigai memiliki ilmu ini sering menutupi lehernya dengan kain, kerudung, atau pakaian yang panjang, bahkan di siang hari.
Perlu ditegaskan bahwa pengetahuan tentang ilmu kuyang dan ciri-cirinya berasal dari kepercayaan masyarakat setempat dan cerita rakyat, terutama di Kalimantan dan sekitarnya. Hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang mendukung keberadaan kuyang sebagai makhluk nyata atau sebagai sesuatu yang bisa dibuktikan dengan ilmu pengetahuan.
Simak Video "Menikmati Malam yang Hidup di Kawasan Tepian, Kalimantan Timur"
[Gambas:Video 20detik] (sun/des)
