Sejarah Nahdlatul Ulama yang Kini Berusia Seabad Masehi

Bayu Ardi Isnanto - detikKalimantan
Senin, 26 Jan 2026 09:05 WIB
Foto: Dok. NU
Balikpapan -

Nahdlatul Ulama (NU), yang secara harfiah bermakna "Kebangkitan Ulama", berdiri pada tanggal 16 Rajab 1344 Hijriah yang bertepatan dengan 31 Januari 1926. Berdasarkan kalender Masehi, NU kini genap berusia 100 tahun.

Namun berdasarkan situs NU Online, KH Sya'roni Ahmadi pernah menegaskan, peringatan hari lahir (harlah) NU adalah menggunakan kalender Hijriah. Tahun ini, NU berusia 103 tahun pada 16 Rajab 1447 H yang jatuh pada 5 Januari 2026.

Kelahiran organisasi ini bukanlah sebuah peristiwa yang berdiri sendiri. NU merupakan respons strategis para ulama Nusantara terhadap dinamika besar yang mengguncang dunia Islam, baik di kancah internasional maupun domestik.

Latar Belakang Berdirinya NU

Latar belakang berdirinya NU berkaitan dengan masalah yang dihadapi dunia Islam, baik secara global maupun lokal.

Secara geopolitik, dunia Islam terguncang oleh runtuhnya Kekhalifahan Turki Utsmani pada 1924, menciptakan kekosongan kepemimpinan politik global. Situasi memburuk dengan penaklukan Hijaz (Mekkah-Madinah) oleh Ibnu Saud yang beraliran Wahabi.

Rezim baru ini membawa ancaman eksistensial bagi tradisi pesantren, seperti pelarangan ziarah kubur, rencana pembongkaran situs sejarah (termasuk makam Rasulullah SAW), serta pembatasan pengajaran empat mazhab di Masjidil Haram.

Di dalam negeri, ulama juga menghadapi tekanan dari gerakan modernis yang sering membenturkan dengan tradisi lokal, seperti tahlil dan maulid. Kondisi ini mendesak perlunya wadah institusional yang kokoh untuk membentengi ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.




(bai/aau)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork