Di sepanjang aliran Sungai Mahakam, masyarakat sejak lama mengenal kisah tentang makhluk raksasa yang diyakini hidup di kedalaman sungai. Makhluk itu disebut ular lembu yang digambarkan berukuran sangat besar, menyerupai naga, dan kerap dikaitkan dengan pusaran air, arus kuat, hingga peristiwa ganjil di sungai.
Kisah ini tidak pernah tercatat sebagai fakta ilmiah, tetapi hidup sebagai legenda yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat bantaran Mahakam. Tidak banyak yang mengetahui bahwa Sungai Mahakam menyimpan sebuah legenda tua tentang makhluk mitologis yang disebut ular lembu.
Kisah ini jarang dibahas secara terbuka, namun hidup dalam ingatan kolektif masyarakat sungai dan diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi. Legenda ular lembu dibahas dalam kajian sejarah dan budaya yang ditulis peneliti sejarah Kalimantan Timur, Muhammad Sarip.
Dalam kajiannya, Sarip menyebut ular lembu bukan sekadar cerita mistis, melainkan refleksi cara masyarakat lokal memahami alam, khususnya Sungai Mahakam.
"Meskipun ada unsur Pemda Kabupaten Kutai tahun 1970-an yang menganggap ular lembu merupakan hewan purba yang tersisa di masa modern, tetapi ular lembu relatif tidak bisa dipahami sebagai makhluk nyata dalam pengertian ilmiah. Ia hadir sebagai legenda yang merepresentasikan relasi manusia dengan sungai," kata Sarip saat diwawancarai detikKalimantan, Rabu (24/12/2025).
Apa Itu Ular Lembu?
Ular lembu digambarkan sebagai ular berukuran sangat besar, menyerupai naga atau ular raksasa, yang diyakini mendiami Sungai Mahakam. Dalam cerita rakyat, kemunculannya kerap dikaitkan dengan pusaran air besar, gelombang mendadak, hingga fenomena aneh di sungai.
Sarip menjelaskan, gambaran tersebut muncul dari pengalaman masyarakat sungai menghadapi alam yang sulit diprediksi.
"Ketika manusia belum memiliki penjelasan ilmiah, fenomena alam seperti pusaran air, arus kuat, atau suara misterius dimaknai melalui cerita mitologis," ujarnya.
(bai/bai)