Kalimantan Timur

BBM Langka di Berau, Motoris Wisata Derawan Terancam 'Lumpuh'

Muhammad Budi Kurniawan - detikKalimantan
Jumat, 04 Sep 2026 12:32 WIB
Kapal di Pulau Derawan tidak bisa mengantar wisatawan lantaran BBM langka di Berau. Foto: Dok. Istimewa
Berau -

Dampak kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dirasakan pelaku usaha wisata di kawasan Derawan. Motoris kapal wisata mengaku mulai kesulitan mendapatkan BBM untuk operasional mengantar wisatawan.

Dermawan, salah seorang motoris speedboat menuju kawasan wisata Derawan, mengatakan stok BBM yang dimilikinya saat ini merupakan stok lama. Dia mengaku sudah lebih dari sepekan tidak mendapatkan pasokan seperti biasanya dari SPBU terdekat.

"Ini mau satu minggu lebih sepertinya sudah kosong BBM," kata Dermawan saat ditemui detikKalimantan, Jumat (4/9/2026)

Menurutnya, saat kondisi normal, motoris mendapatkan jatah BBM sekitar 60 liter per hari atau setara tiga jeriken. Namun, pasokan tersebut hanya diberikan ketika BBM tersedia dan motoris melakukan perjalanan.

"Kalau minyak sedikit, jatahnya seperti kemarin saja tiga geleng (jeriken), itu sekitar 60 liter per hari" ujarnya.

Dermawan mengatakan jatah tersebut jauh dari kebutuhan operasional apabila harus mengantar wisatawan ke beberapa destinasi wisata seperti Pulau Maratua, Kakaban, hingga Pulau Sangalaki. Dalam satu kali perjalanan dari Tanjung Batu menuju kawasan wisata, speedboat miliknya membutuhkan sekitar 180-200 liter BBM.

"Itu satu kali jalan trip dari Tanjung Batu sekitar 180 sampai 200 liter, itu sudah semua tempat wisata yang bisa di kunjungi," jelasnya.

Kondisi tersebut membuat motoris harus mengandalkan stok BBM yang telah disimpan sebelumnya. Namun, stok tersebut kini mulai menipis dan dikhawatirkan habis.

"Stok sekarang habis, sudah tinggal terakhir. Ini bawa jeriken terakhir" tuturnya.

Dermawan menyebut kondisi kelangkaan BBM tersebut juga dirasakan motoris lainnya. Menurutnya, jatah BBM yang terbatas diberlakukan secara merata.

"Iya, rata semua kena dampaknya akibat langkahnya BBM dan kalau antri butut waktu berjam-jam," katanya.

Dermawan khawatir apabila stok BBM benar-benar habis, aktivitas mengantar wisatawan tidak bisa dilakukan. Kondisi itu secara langsung akan mengancam mata pencaharian para motoris yang bergantung pada aktivitas wisata.

"Kalau sudah habis ya sudah, sabar, berdiam saja di rumah, menunggu kondisi BBM kembali normal" pungkasnya.



Simak Video "Menjelajahi Keindahan Alam di Labuan Cermin dan Menikmati Panorama di Berau "

(des/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork