Penyebab Langit Menguning Saat Tertutup Asap Karhutla, Ada Tingkatannya

Bayu Ardi Isnanto - detikKalimantan
Rabu, 21 Okt 2026 10:30 WIB
Langit Kalteng Jadi oranye gara-gara asap pekat karhutla. Foto: dok. BNPB
Balikpapan -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan sejumlah daerah di Indonesia menampilkan pemandangan berbeda. Langit menjadi kuning hingga oranye saat tertutup asap kebakaran.

Penampakan ini bukan efek atau filter dari kamera. Ada penjelasan ilmiah bagaimana langit bisa menguning. Di balik pemandangan unik ini juga menyimpan bahaya yang meresahkan.

Simak artikel ini untuk mengetahui penyebab langit menguning akibat asap karhutla berdasarkan penjelasan ilmiah, hingga indikator bahaya di balik warna langit tersebut.

Mengenal Asal-usul Partikel Asap Karhutla

Sebelum memahami perubahan warna langit, kita harus mengetahui apa yang sebenarnya terbakar. Mengutip artikel dari situs Scientific American, hutan maupun lahan diisi oleh tumbuhan mengandung banyak selulosa, yakni biomolekul besar yang terbuat dari unsur karbon, hidrogen, dan oksigen.

Saat terjadi kebakaran hutan dan lahan yang merupakan pembakaran tidak efisien, molekul-molekul ini terpecah. Pada suhu tinggi, proses ini menciptakan partikel karbon murni yang menggumpal membentuk partikel kecil yang disebut karbon hitam atau jelaga (soot).

Sementara itu, pada suhu yang lebih rendah seperti pada lahan yang membara, pembakaran menciptakan molekul kompleks yang disebut karbon cokelat. Kebakaran ini juga melepaskan uap air dalam jumlah besar. Kumpulan partikel-partikel inilah yang kemudian terlepas dan melayang menutupi langit.

Memahami Hamburan Cahaya

Sebelum ada asap, atmosfer kita memiliki cara kerjanya sendiri. Berdasarkan laman Norcast, matahari memancarkan cahaya dalam spektrum panjang gelombang yang luas.

Saat sinar matahari mencapai bumi, ia bertemu dengan atmosfer yang berisi molekul kecil oksigen dan nitrogen. Partikel-partikel kecil ini menyebarkan cahaya bergelombang pendek, seperti biru dan ungu, ke arah samping dan kembali ke luar angkasa, sebuah fenomena yang dikenal sebagai Hamburan Rayleigh (Rayleigh scattering).

Reaksi antara cahaya dan materi ini terjadi di seluruh atmosfer kita. Karena molekul nitrogen dan oksigen ada di mana-mana di atas kita, banyak dari mereka akan memantulkan cahaya biru tersebut ke arah kita di tanah. Hasilnya, kita melihat cahaya biru datang dari segala arah di langit.




(bai/des)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork