Bukan Cuma ISPA, Asap Karhutla Bisa Bikin Masalah Jantung-Kematian

Bukan Cuma ISPA, Asap Karhutla Bisa Bikin Masalah Jantung-Kematian

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Jumat, 02 Okt 2026 14:29 WIB
Kabut asap di Pangkalan Bun, Kamis (24/9/2026) pagi
Kabut asap di Pangkalan Bun, Kamis (24/9/2026) pagi. Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan
Balikpapan -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan sering kali memproduksi asap tebal yang menyelimuti pemukiman warga. Asap yang menyebar luas melintasi batas daerah ini bukan sekadar mengganggu jarak pandang sesaat, melainkan menjadi ancaman kesehatan.

Sering kali kita hanya tahu asap menyebabkan gangguan pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Pada kasus tertentu, asap dapat menyebabkan masalah lebih serius, bahkan kematian.

Berikut adalah lima dampak asap karhutla terhadap kesehatan yang wajib diwaspadai:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Gangguan Sistem Pernapasan

Dampak langsung dari asap karhutla adalah serangan terhadap saluran pernapasan. Dikutip dari situs WHO, asap kebakaran hutan mengandung campuran gas dan partikel sangat kecil (PM2.5) yang dapat dihirup dalam-dalam ke paru-paru. WHO menyebutkan bahwa paparan partikel ini memicu keluhan seperti batuk, iritasi mata dan tenggorokan, mengi, serta sesak napas.

Lebih lanjut, laman American Lung Association menegaskan bahwa asap kebakaran hutan memicu serangan asma dan meningkatkan jumlah pasien yang harus pergi ke dokter atau rumah sakit untuk masalah pernapasan, terutama bagi mereka yang sudah mengidap penyakit asma, bronkitis, dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

2. Masalah Jantung dan Kardiovaskular

Banyak yang mengira bahwa asap hanya merusak paru-paru, padahal bahayanya bagi jantung sangat nyata. Paparan polusi partikel dari asap kebakaran hutan dapat memicu serangan jantung.

Hal ini diperkuat oleh temuan yang dipublikasikan dalam situs Yale News, yang menyatakan bahwa paparan kumulatif dan berulang dari asap kebakaran hutan dikaitkan dengan risiko rawat inap yang lebih tinggi untuk penyakit kardiovaskular pada orang dewasa yang lebih tua.

Paparan asap dalam jangka panjang juga dikaitkan dengan kondisi seperti penyakit jantung iskemik, irama jantung tidak teratur (aritmia), serta gagal jantung, di mana gagal jantung menunjukkan peningkatan risiko lebih dari 20% pada paparan asap yang tinggi.

3. Peningkatan Risiko Stroke

Selain jantung, pembuluh darah yang mengarah ke otak juga sangat rentan terhadap partikel asap karhutla. Dikutip dari situs European Society of Cardiology (ESCardio), paparan partikel asap (PM2.5) dari kebakaran hutan berisiko meningkatkan kejadian stroke.

Bahkan hal ini diasumsikan lebih berbahaya bagi otak dan pembuluh darah dibandingkan polusi dari sumber lain seperti lalu lintas. Senyawa dalam asap memicu peradangan dan stres oksidatif dalam tubuh yang merusak pembuluh darah serta mendorong pembentukan gumpalan darah, yang merupakan penyumbang terjadinya stroke.

4. Keracunan Gas hingga Kematian

Kebakaran lahan gambut kerap melalui fase pembakaran membara (smoldering) yang memproduksi gas-gas beracun dalam konsentrasi tinggi. Salah satu ancaman paling berbahaya dari asap kebakaran hutan adalah karbon monoksida (CO).

American Lung Association menjelaskan bahwa CO merupakan gas tidak berwarna dan tidak berbau yang paling umum muncul selama fase kebakaran yang membara dan di lokasi yang dekat dengan titik api.

Menghirup gas ini sangat mematikan karena dapat mengurangi pengiriman oksigen ke organ dan jaringan tubuh, yang kemudian memicu sakit kepala, mual, pusing, dan pada konsentrasi yang tinggi dapat menyebabkan kematian prematur.

Dalam beberapa kasus kematian di lokasi karhutla, korban biasanya mengalami pingsan terlebih dahulu karena diduga banyak menghirup asap dan kekurangan oksigen. Karena tidak segera mendapatkan pertolongan, maka berakibat fatal.

5. Dampak Psikologis dan Risiko pada Kelompok Rentan

Kondisi langit yang gelap karena asap berhari-hari juga membawa penderitaan tersendiri bagi warga. Dikutip dari situs WHO, asap kebakaran hutan memperburuk kualitas udara masyarakat dengan membawa dampak fisik sekaligus psikologis.

WHO memperingatkan bahwa beberapa kelompok jauh lebih rentan terdampak polusi udara ini, di antaranya adalah bayi dan anak-anak yang paru-parunya masih berkembang, lansia, ibu hamil, orang tanpa tempat tinggal, hingga pekerja lapangan.

Demikian lima dampak asap karhutla bagi kesehatan. Selain ISPA, asap yang terlalu sering masuk ke tubuh dapat berisiko menyebabkan masalah jantung, stroke, masalah psikologis, keracunan gas, hingga kematian. Selalu gunakan masker saat pergi ke luar ruangan.

Halaman 2 dari 2
(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads