Di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan, jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) melonjak. Sakit ISPA kebanyakan dialami oleh anak-anak, hingga orang dewasa yang masuk kelompok rentan seperti lansia, perokok, serta orang dengan penyakit kronis atau daya tubuh rendah.
Penurunan kualitas udara menjadi masalah lingkungan yang berdampak pada kesehatan manusia, terutama mengakibatkan penyakit respirasi atau pernapasan. Lalu seperti apa gejalanya dan bagaimana penanganan yang paling tepat jika mengalami gejala ISPA?
Mengenal ISPA dan Gejalanya
ISPA adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan berbagai jenis infeksi yang mempengaruhi saluran pernapasan, baik itu hidung, tenggorokan, sinus, bronkus, dan paru-paru. Infeksi saluran pernapasan akut dapat disebabkan oleh berbagai agen penyebab, seperti virus, bakteri, ataupun jamur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebab ISPA terdiri dari 300 jenis bakteri, virus dan rakhitis. Penyakit ISPA meliputi flu, bronkitis, hingga pneumonia yang kasusnya akhir-akhir ini banyak dialami balita.
Gejala ISPA dapat muncul secara bertahap maupun tiba-tiba. Pada sebagian besar kasus, gejala bersifat ringan, tetapi dapat berkembang menjadi lebih berat apabila tidak ditangani dengan baik.
Gejalanya pun dapat bervariasi tergantung jenis infeksinya. Spesialis paru, dr Januar Habibi, mengatakan umumnya berbagai permasalahan kesehatan pernapasan atau paru memiliki ciri maupun gejala yang mirip. Berikut beberapa gejala ISPA:
1. Batuk
Batuk bisa kering atau berdahak adalah gejala utama ISPA. Batuk menjadi respons tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari lendir, partikel, atau agen penyebab infeksi.
2. Hidung Tersumbat
Hidung dapat menjadi tersumbat atau mengeluarkan lendir berlebihan, sehingga penderita sulit bernapas lewat hidung. Pada awal infeksi, lendir mungkin jernih, tetapi dapat berubah warna menjadi lebih kental atau berwarna.
3. Sakit Tenggorokan
Rasa sakit atau terbakar di tenggorokan adalah gejala umum ISPA. Tenggorokan dapat terasa sakit, kering, bahkan iritasi sehingga akan sulit menelan atau berbicara.
4. Demam
Demam adalah respons alami tubuh terhadap infeksi. Suhu tubuh yang lebih tinggi dari normal adalah tanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang bekerja untuk melawan penyakit.
5. Sesak Napas
Beberapa jenis ISPA dapat mempengaruhi saluran pernapasan bawah, menyebabkan sulit bernapas atau sesak napas. Gejala serius ini harus segera diatasi, sebab menjadi tanda infeksi ada di paru-paru.
6. Sakit Kepala
Nyeri kepala ringan hingga sedang seringkali terjadi selama ISPA. Hal ini bisa disebabkan oleh demam atau ketegangan otot.
7. Pegal-pegal dan Bersin-bersin
Merasa nyeri pada otot dan sendi dapat menjadi gejala ISPA. Selain itu, kerap bersin juga menjadi gejala.
8. Lemas atau Kelelahan
Infeksi seringkali membuat merasa lemas atau lelah lebih dari biasanya. Tubuh berjuang melawan infeksi, sehingga energi jadi berkurang.
9. Suara Serak
Jika laring atau saluran pernapasan bagian atas terpengaruh oleh infeksi, kita mungkin mengalami suara serak atau hilangnya suara sementara.
10. Pilek atau Nyeri Sinus
Jika infeksi mencapai sinus, kita mungkin merasa nyeri di area wajah, terutama di sekitar hidung atau mata. Hidung juga mungkin merasa tersumbat atau mengalami keluarnya lendir.
11. Mual, Muntah, atau Diare
Beberapa jenis infeksi virus dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan, seperti mual, muntah, atau diare. Hal ini disebabkan oleh peradangan tubuh.
12. Nafsu Makan Menurun
Selama ISPA, nafsu makan kita mungkin menurun sebab tubuh berfokus melawan infeksi.
Pada kondisi yang lebih berat, penderita dapat mengalami sesak napas, napas cepat, nyeri dada, atau bibir tampak kebiruan. Kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan dan penanganan medis segera.
Menangani Penyakit ISPA
Adapun langkah pertama yang perlu dilakukan setelah merasa mengalami gejala ISPA adalah meningkatkan volume dan frekuensi minum air putih. Setelah itu segera periksa ke dokter untuk penanganan yang lebih tepat, sebelum gejala makin parah.
Dokter Spesialis Paru dari FK-KMK UGM, dr Ika Trisnawati, mengimbau masyarakat agar memeriksakan diri apabila keluhan tidak membaik atau justru semakin berat. Tanda yang perlu diperhatikan antara lain demam yang tidak turun, dahak semakin banyak dan berubah warna menjadi kekuningan, serta sesak napas yang memburuk.
Terkhusus pada anak-anak yang lebih rentan terjangkit ISPA disertai dengan gejala suara mengi atau 'ngik-ngik' saat bernapas. ISPA dapat menyerang semua kelompok usia, terutama kelompok rentan tersebut meliputi bayi dan balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis seperti asma, penyakit paru, jantung, dan diabetes.
Selain itu, perokok aktif, perokok pasif, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun juga memiliki risiko yang sama. Penting untuk diingat bahwa gejala ISPA dapat bervariasi antara individu dan jenis infeksi.
Apabila kita mengalami gejala yang serius atau gejala yang tidak membaik setelah beberapa hari, sebaiknya berkonsultasi dengan profesional medis. Dokter akan memberikan obat-obatan untuk meringankan gejala yang dialami atau antibiotik jika ada infeksi bakteri.
Mencegah Penyakit ISPA
Selain disebabkan oleh virus atau bakteri, faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami ISPA yakni polusi udara, paparan asap rokok, hingga ventilasi rumah yang kurang baik.
ISPA dapat menyerang siapa saja dan mudah menular melalui percikan ludah (droplet) saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara, maupun melalui tangan yang terkontaminasi kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut.
Untuk mencegah penularan penyakit ISPA, maka perlu dilakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti jauhi asap, melakukan aktivitas fisik, makan-makanan sehat dan bergizi untuk meningkatkan kekebalan tubuh, cuci tangan dengan sabun, kelola stres, tidak membakar sampah, serta memakai masker.
Berikut beberapa langkah pencegahan penyakit ISPA:
1. Rutin Mencuci Tangan
Bersihkan tangan menggunakan sabun dan air mengalir secara berkala, terutama setelah beraktivitas di luar rumah.
2. Terapkan Etika Batuk/Bersin
Tutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam saat batuk atau bersin.
3. Gunakan Masker
Selalu kenakan masker saat sedang kurang sehat atau berada di area dengan kualitas udara yang buruk.
4. Jaga Jarak Fisik
Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang menunjukkan gejala infeksi saluran pernapasan.
5. Hindari Asap
Kurangi aktivitas di luar ruang dan upayakan kurangi celah di dalam rumah. Jauhi paparan asap baik polusi udara maupun rokok, bisa juga dengan upaya gunakan air purifier atau penyaring udara di dalam ruang.
Penerapan langkah-langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko penularan sekaligus menjaga kesehatan saluran pernapasan. Semoga kabut asap karhutla cepat mereda dan kita terhindar dari bahaya ISPA.
Sumber:
- Arsip liputan detikcom
- Laman Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
- Laman Kementerian Kesehatan
- Laman World Health Organization (WHO)
- Laman Universitas Gadjah Mada (UGM)
