Kemenhut menyiapkan strategi memperkuat penanganan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Salah satunya dengan melibatkan masyarakat dari 15 desa melalui pembentukan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan pemerintah juga akan menemui relawan TNTP di Kecamatan Kumai untuk membahas kerja sama dalam menghadapi kebakaran yang terjadi di kawasan konservasi tersebut.
Rencana pertemuan itu merupakan tindak lanjut komunikasi yang telah dilakukan bersama para relawan melalui Zoom Meeting pada Senin (12/10/2026). Pemerintah ingin menyelaraskan dukungan relawan dengan kebutuhan penanganan karhutla di lapangan.
"Kami akan menemui relawan Taman Nasional Tanjung Puting. Kami sudah zoom meeting dua hari yang lalu dan akan meminta bantuan mereka untuk bekerja sama," kata Raja Juli, Rabu (14/10/2026).
Selain mengandalkan relawan yang telah terlibat, Kemenhut berencana memperluas partisipasi masyarakat dengan membentuk 15 kelompok MPA di desa-desa sekitar TNTP. Kelompok ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, sekaligus membantu proses pemadaman ketika api muncul.
"Untuk mendukung kegiatan tersebut, Kemenhut telah menyiapkan peralatan yang saat ini berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Peralatan itu direncanakan disalurkan kepada 15 kelompok MPA agar dapat digunakan untuk membantu penanganan kebakaran di kawasan Tanjung Puting," katanya.
"Peralatannya sudah ada di Banjarmasin. Insyaallah nanti kita bagikan kepada 15 kelompok untuk membantu memadamkan kebakaran di Tanjung Puting," imbuhnya.
Meski demikian, pemerintah belum merinci jenis dan jumlah peralatan yang akan dibagikan, termasuk jadwal distribusi kepada masing-masing kelompok. Penyaluran tersebut menjadi salah satu tahapan yang perlu ditindaklanjuti untuk mendukung kesiapan masyarakat di sekitar kawasan rawan kebakaran.
Pelibatan warga dinilai penting karena masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan TNTP dapat turut berperan dalam mendeteksi kemunculan api sejak dini. Dengan dukungan peralatan dan koordinasi bersama petugas, kelompok MPA diharapkan dapat membantu mempercepat respons terhadap titik kebakaran.
"Kemenhut juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan para relawan dalam penanganan karhutla. Kerja sama lintas sektor diperlukan agar pengerahan personel dan dukungan pemadaman dapat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan," pungkasnya.
Melalui pembentukan 15 kelompok MPA dan penguatan kerja sama dengan relawan, pemerintah berharap upaya pencegahan serta pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting semakin kuat. Kesiapan masyarakat menjadi salah satu unsur pendukung dalam menghadapi kebakaran yang mengancam kawasan konservasi tersebut.
Simak Video "Video: Perjuangan Warga Menembus Asap, Jarak Pandang Terbatas Bahayakan Lalu Lintas"
(sun/des)