Api Mendekati Zona Inti TNTP, Jalur Darat dan 40 Sumur Bor Disiapkan

Kalimantan Tengah

Api Mendekati Zona Inti TNTP, Jalur Darat dan 40 Sumur Bor Disiapkan

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 15 Okt 2026 20:37 WIB
Menhut Raja Juli di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, mendorong persiapan akses darat menuju titik api di Pesalat. (Istimewa/Dok Kemenhut)
Foto: Menhut Raja Juli di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, mendorong persiapan akses darat menuju titik api di Pesalat. (Istimewa/Dok Kemenhut)
Kotawaringin Barat -

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, mendorong pemerintah menyiapkan akses darat menuju titik api di Pesalat. Jalur sepanjang sekitar 1,5 kilometer akan dibuka untuk mempercepat pengerahan personel dan peralatan pemadaman yang selama ini terkendala akses sungai.

Selain membuka jalur darat, pemerintah juga merencanakan pembangunan 30-40 sumur bor di sepanjang akses menuju lokasi kebakaran. Langkah ini disiapkan untuk memastikan ketersediaan air dan mendekatkan sumber air ke titik pemadaman.

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin meninjau langsung penanganan karhutla di sekitar Taman Nasional Tanjung Puting, Kamis (15/10/2026). Keduanya menyusuri Sungai Sekonyer menggunakan kelotok untuk mencapai lokasi penanganan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pesalat menjadi salah satu titik prioritas setelah pemetaan menggunakan drone thermal menunjukkan lokasi kebakaran di kawasan tersebut paling dekat dengan zona inti taman nasional," kata Raja Juli.

Kondisi medan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Akses melalui sungai sangat dipengaruhi pasang surut air, sehingga mobilisasi personel maupun peralatan pemadaman berpotensi terhambat.

Karena itu, pembukaan jalur darat dipilih sebagai alternatif untuk mempercepat penanganan. Raja Antoni mengatakan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kebutuhan akses menuju titik api.

"Daripada kita mengandalkan jalur sungai yang pasang surut itu, tadi Pak Pangdam sudah ambil keputusan. Insyaallah kita akan justru akan kita tembus jalur darat. Sudah dihitung sekitar 1,5 kilometer," kata Raja Antoni.

Pengerjaan jalur tersebut direncanakan melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat setempat, TNI, Polri, Manggala Agni Kementerian Kehutanan hingga relawan. Dengan terbukanya akses darat, petugas diharapkan dapat menjangkau lokasi kebakaran tanpa sepenuhnya bergantung pada kondisi sungai.

Tak hanya akses, kebutuhan air juga menjadi perhatian utama. Pemerintah memperkirakan diperlukan sekitar 30 hingga 40 sumur bor yang ditempatkan pada sejumlah titik di sepanjang jalur menuju lokasi kebakaran.

Sumur bor tersebut direncanakan berjarak sekitar 50 hingga 100 meter, menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Air yang tersedia nantinya dapat ditampung dalam tandon untuk mendukung pemadaman hingga mendekati titik api.

"Kalau dibangun sekitar ada yang 50 meter, ada yang per 100 meter, mungkin kita butuh sekitar 30 sampai 40 sumur bor. Tapi tadi membayangkan kalau 1,5 kilometer mungkin juga bisa nanti pakai air dari sini, nanti kita buat tandon penampung untuk mendekati ke arah yang 1,5 kilometer itu," ujarnya.

Selain Pesalat, pemerintah turut memetakan sejumlah lokasi lain yang membutuhkan penanganan, yakni Teluk Pulai, Sungai Baung, Tanjung Rengas, dan Sungai Perlu. Penanganan di setiap lokasi akan disesuaikan dengan kondisi medan dan tingkat kebutuhan di lapangan.

Sejumlah opsi disiapkan, mulai dari penguatan pasukan darat, pembangunan sumur bor, pembuatan sekat bakar apabila diperlukan, hingga pemadaman melalui udara menggunakan water bombing.

Raja Juli menegaskan, penanganan karhutla di Tanjung Puting dilakukan melalui kombinasi operasi darat dan udara. Pemerintah akan mengoptimalkan keterlibatan TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, relawan, serta dukungan operasi modifikasi cuaca dan water bombing.

Pembukaan jalur darat dan penyediaan sumber air diharapkan dapat mempercepat respons petugas, terutama di Pesalat yang menjadi perhatian karena kedekatannya dengan zona inti taman nasional.

"Upaya tersebut ditujukan untuk mengendalikan kebakaran sekaligus mencegah api meluas dan mengancam kawasan konservasi beserta habitat satwa liar di dalamnya," pungkasnya.

15 Desa Didorong Bentuk MPA

Menhut Raja Juli di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, mendorong persiapan akses darat menuju titik api di Pesalat. (Istimewa/Dok Kemenhut)Menhut Raja Juli di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, mendorong persiapan akses darat menuju titik api di Pesalat. (Istimewa/Dok Kemenhut)

Selain penanganan dari pemerintah, sebanyak 15 desa di sekitar kawasan konservasi tersebut didorong membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) dengan dukungan peralatan pemadaman.

Langkah ini disiapkan Raja Juli saat berdialog dengan sejumlah relawan dan kelompok masyarakat yang selama ini terlibat dalam aktivitas di sekitar kawasan tersebut. Pertemuan itu dihadiri perwakilan Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan, Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI), ASITA, ASTINDO, Himpunan Klotok Wisata Kumai (HKWK), Tourism Cook Association (TCA), Persatuan Speed Kumai, serta masyarakat mitra polhut Desa Sungai Sekonyer.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai masukan dari relawan menjadi bahan pembahasan untuk memperkuat penanganan kebakaran. Raja Juli menilai keterlibatan masyarakat sangat penting, mengingat upaya menghadapi karhutla membutuhkan kepedulian dan kerja bersama dari berbagai unsur.

"Ini saatnya kita gotong royong. Ini saatnya kita berbagi solidaritas. Tentu namanya judulnya kerelawanan atau voluntarisme, itu memang harus panggilan dari hati," kata Raja Juli, Kamis (15/10/2026).

"Nanti ada dua bupati kira-kira menjadi penasihat, Pak Pangdam, Pak Kapolda. Danrem sebagai incident commander, relawan juga kita libatkan di sana," sambungnya.

Penguatan peran desa menjadi salah satu perhatian dalam strategi tersebut. Sebanyak 15 desa di sekitar Tanjung Puting akan didorong membentuk MPA yang dilengkapi peralatan pemadaman, antara lain mesin air dan jet shooter.



(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads