Kabut asap yang membatasi jarak pandang penerbangan menjadi kendala dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah. Kementerian Kehutanan menjajaki pemindahan helikopter water bombing ke Bandara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, agar pemadaman dari udara bisa segera dilakukan.
"Salah satu pilihan yang tengah dikaji adalah Bandara Kuala Pembuang. Informasi awal menyebutkan jarak pandang di bandara tersebut relatif lebih baik dibandingkan sejumlah lokasi lainnya," kata Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di Pangkalan Bun, Rabu (14/10/2026).
Menhut mengatakan pemerintah sebenarnya telah menyiapkan enam helikopter water bombing untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Namun, armada tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena jarak pandang di sejumlah bandara operasional masih terbatas akibat asap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Helikopter kita ada enam di Kalimantan Tengah, tetapi memang terkendala jarak pandang," kata Raja Juli.
Menurutnya, penerbangan dari Pangkalan Bun dan Palangka Raya belum memungkinkan karena kondisi tersebut. Kendala serupa juga dihadapi Bandara Syamsudin Noor di Kalimantan Selatan, sehingga pemerintah harus mencari alternatif pangkalan yang lebih memungkinkan untuk mendukung operasi pemadaman.
Raja Juli mengaku telah menghubungi Bupati Seruyan dan kepala bandara pada Selasa malam (13/10/2026) untuk memastikan kondisi penerbangan di Kuala Pembuang. Hasil komunikasi tersebut menjadi bahan pertimbangan untuk memindahkan armada ke lokasi yang dinilai lebih memungkinkan.
Selain mengupayakan pemindahan helikopter di Kalimantan Tengah, Kementerian Kehutanan juga menjajaki peminjaman satu helikopter dari Kalimantan Selatan. Pemerintah turut mempertimbangkan kemungkinan mendatangkan armada dari wilayah lain, termasuk Riau, apabila kondisi penerbangan di daerah tersebut mulai membaik.
"Kuala Pembuang dinilai berpotensi menjadi titik pendukung operasi water bombing, terlebih dengan mempertimbangkan arah angin yang bertiup dari tenggara. Pemerintah juga mengkaji kemungkinan pendekatan pemadaman dari arah laut untuk menjangkau kawasan terdampak," katanya.
Meski demikian, rencana pemindahan helikopter masih bergantung pada kondisi cuaca, jarak pandang, kesiapan operasional, dan keselamatan penerbangan. Pemerintah tidak dapat memaksakan pengerahan armada apabila situasi belum memenuhi persyaratan untuk terbang.
Penyiapan alternatif pangkalan ini menjadi salah satu upaya Kementerian Kehutanan memperkuat penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Operasi pemadaman dari udara diharapkan dapat membantu mengendalikan kebakaran setelah kondisi penerbangan memungkinkan.
