Langit malam bulan Oktober sampai November 2026 bakal ramai oleh hujan meteor Southern Taurids atau meteor Taurid Selatan. Tiap tahunnya fenomena langit ini banyak ditunggu karena meteor yang terlihat gerakannya relatif lambat dan tampak terang seperti bola-bola api.
Kabar baiknya, hujan meteor Taurid Selatan berpeluang teramati dari Indonesia. Bukan cuma satu atau dua malam, meteor Taurid Selatan sudah mulai aktif sejak 20 September hingga diperkirakan 20 November 2026, dua bulan berturut-turut!
Dikutip dari Live Science, hujan meteor Taurid Selatan diperkirakan mencapai puncaknya pada malam 13-14 Oktober dan kembali meningkat aktivitasnya pada 4-5 November 2026. Southern Taurids sendiri menghasilkan lima meteor per jamnya, tetapi bisa lebih sedikit tergantung lokasi pengamatan.
Hujan meteor terjadi ketika Bumi melintasi jalur yang dipenuhi serpihan kecil dari benda langit, seperti komet contohnya. Serpihan tersebut memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi, memanas, dan menghasilkan kilatan cahaya yang terlihat dari permukaan Bumi.
Khusus Taurid Selatan, serpihan yang menghasilkan meteor ini berasal dari komet 2P/Encke. Saat Bumi melintasi aliran debu dan puing yang ditinggalkan komet Encke, sebagian material memasuki atmosfer dan bentuknya seperti garis cahaya.
Nama Taurid asalnya dari konstelasi Taurus. Salah satu keistimewaan Taurid Selatan adalah kecepatannya yang relatif lambat dibandingkan hujan meteor lainnya. Meteor Taurid Selatan memasuki atmosfer dengan kecepatan sekitar 27-30 kilometer per detik dan berpotensi menghasilkan fireball atau meteor yang lebih terang daripada meteor biasanya.
Puncak Hujan Meteor Southern Taurid 2026
Meteor Taurid Selatan akan mencapai puncaknya di dua periode pengamatan. Puncak pertama diperkirakan terjadi pada malam 13-14 Oktober, sementara puncak berikutnya diperkirakan terjadi pada malam 4-5 November.
Menurut American Meteor Society (AMS), hujan meteor Taurid Selatan bisa terjadi sepanjang malam, tidak terkonsentrasi di satu malam saja. Bahkan hujan meteor juga bisa terjadi berminggu-minggu. Detikers masih punya peluang mengamati meteor ini di langit sebelum maupun setelah tanggal puncaknya.
Kabar baik lainnya, kondisi fase Bulan di sekitar pertengahan Oktober memasuki bulan baru. Cahaya bulan baru ini cukup terang sehingga tidak mengganggu pengamatan pada malam-malam berikutnya setelah puncak. Yang tetap perlu diperhatikan adalah awan dan polusi udara yang bisa mengurangi peluang melihat meteor.
Simak Video "Video: Nggak Cuma Geminid, Ada Hujan Meteor Ursid di Akhir 2024"
(bai/bai)