Kasus Influenza A Melonjak, Apa Bedanya dengan Tipe Lain?

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Jumat, 18 Sep 2026 14:00 WIB
Ilustrasi flu atau influenza/Foto: Getty Images/mapo
Balikpapan -

Kasus influenza di Indonesia menunjukkan kenaikan yang signifikan. Berdasarkan data surveilans Kementerian Kesehatan hingga 12 September 2026, kasus positif influenza di minggu ke-35 mencapai 38%, naik 22% pada minggu sebelumnya.

Dari 175 sampel yang diperiksa, ditemukan 66 kasus positif influenza di mana sebanyak 63 kasus merupakan influenza A(H1N1)pdm09, dua kasus influenza A(H3N2), dan satu kasus influenza B/Victoria. Sebanyak 33% kasus influenza terdeteksi pada kelompok usia 0-4 tahun.

Walau melonjak, Kemenkes masih menggolongkan tingkat aktivitas influenza dalam kategori rendah. Data juga masih bersifat sementara dan dapat berubah. Lalu, apa sebenarnya influenza A dan apa bedanya dengan influenza B atau C?

Tipe Virus Influenza A dan Subtipenya

Sebelum mengenal subtipe Influenza A, sebaiknya kita kenalan dulu dengan Influenza. Influenza adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Virus ini menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Jika diklasifikasikan, ada empat tipe virus influenza, yaitu influenza A, B, C, dan D. Keempatnya bisa dibedakan lagi menjadi dua tipe yang menyebabkan influenza musiman, seperti yang sekarang sedang terjadi di Indonesia. Dua tipe itu adalah Influenza A dan Influenza B. Sementara itu, Influenza C biasanya lebih ringan infeksinya, serta Influenza D lebih sering ditemukan di sapi.

Nah, Influenza tipe A punya dua subtipe, yaitu H1N1 dan H3N2. Penamaannya berasal dari dua protein permukaan virus, yaitu hemaglutinin (HA atau H) dan neuraminidase (NA atau N). Influenza A kemudian punya 18 subtipe hemaglutinin, yaitu H1 hingga H18, dan 11 subtipe neuraminidase, yaitu N1 hingga N11. Untuk saat ini, dua suptipe Influenza A yang banyak menyerang manusia adalah subtipe A(H1N1)pdm09 dan A(H3N2).

Melansir WHO, A(H1N1)pdm09 ini adalah virus influenza yang sama yang menyebabkan pandemi pada 2009. Setelah pandemi, virus ini tidak menghilang, melainkan tetap bersikulasi dan menjadi salah satu virus musiman pada manusia.

Apa Bedanya Influenza A, B dan C?

Dikutip laman Kemenkes, perbedaan mendasar antara influenza A, B, dan C terletak pada klasifikasi virus dan kemampuannya menyebabkan wabah. Influenza A bisa menginfeksi manusia dan hewan. Virus ini diklasifikasikan lagi berdasarkan kombinasi protein H dan N. Selain menyebabkan wabah musiman, Influenza A adalah satu-satunya tipe influenza yang pernah menyebabkan pandemi.

Influenza B juga bisa menyebabkan influenza musiman pada manusia, tetapi tidak dibagi menjadi subtipe H dan N seperti influenza A. Virus ini diklasifikasikan berdasarkan lineage, terutama B/Victoria dan B/Yamagata.

Berbeda dengan influeza C, baik Influenza B maupun Influenza A menyebabkan penyakit berat, apalagi pada kelompok berisiko yang punya penyakit bawaan. Influenza C lebih jarang terdeteksi dan penyakitnya relatif lebih ringan dibanding dua tipe influenza sebelumnya. Ada pula Influenza D, tetapi virus ini terutama menyerang sapi dan sampai saat ini belum dilaporkan menyebabkan penyakit pada manusia.

Gejala Influenza

Gejala Influenza A maupun B hampir mirip. Biasanya gejala muncul terlambat, berupa demam, batuk kering, sakit tenggorokan, pilek atau hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, dan rasa lelah.

Pada anak, gejala juga disertai muntah atau diare, walau tidak semua anak yang terserang influenza akan mengalami demam. Karena gejalanya mirip dengan infeksi saluran pernapasan lainnya, jenis virus influenza harus dipastikan melalui tes laboratorium. Melalui tes ini dokter dapat mengetahui jenis dan subtipe virus dari pemeriksaan darah.

Influenza juga dapat menyebabkan komplikasi, terutama pneumonia, infeksi telinga, peradangan otot, otak atau jantung, dan komplikasi lain yang memperparah penyakit bawaan. Karena itu, anak-anak dengan gejala influenza berat harus mendapatkan pertolongan medis segera. Kemenkes menyatakan kelompok anak di bawah lima tahun, terutama usia di bawah dua tahun, termasuk kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi influenza.

Demikian penjelasan mengenai perbedaan influenza tipe A, B, C, dan D, serta gejalanya pada manusia. Tetap waspada terhadap gejala, terutama pada bayi, balita, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit tertentu. Semoga bermanfaat!



Simak Video "Video: RS di China Kewalahan Tangani Pasien Influenza A dan HMPV"

(sun/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork