Kebakaran lahan terjadi di kawasan eks Bandara Temindung, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Insiden ini menyebabkan dua relawan mengalami luka bakar.
Berdasarkan keterangan saksi, seorang anak bersama beberapa temannya diduga melakukan pembakaran di lokasi tersebut. Kapolresta Samarinda, Kombes Hendri Umar mengatakan dugaan keterlibatan anak tersebut masih dalam proses pendalaman.
"Kalau yang di eks Bandara Temindung, itu masih dalam proses penyelidikan," ujar Hendri, Jumat (18/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyidik telah meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi ketika kebakaran terjadi. Dari keterangan sementara, saksi disebut melihat adanya aktivitas pembakaran yang diduga dilakukan seorang anak bersama beberapa temannya.
"Dari saksi di sekitar yang melihat adanya pembakaran ini memang betul, si anak ini dan beberapa temannya yang diduga melakukan pembakaran," katanya.
Hendri mengatakan polisi masih membutuhkan pendalaman sebelum menentukan proses hukum selanjutnya. Salah satu pertimbangannya yakni pihak yang diduga melakukan pembakaran masih berusia di bawah umur.
"Kemudian juga kendalanya anak ini masih di bawah umur, sehingga mungkin perlu proses pendalaman lebih lanjut," jelasnya.
Selain usia pihak yang diduga terlibat, polisi mempertimbangkan luas lahan yang terbakar dalam peristiwa tersebut. Area yang terdampak kebakaran diperkirakan hanya sekitar 100 meter persegi dan berada cukup jauh dari permukiman warga.
"Kendala kita adalah lahan yang terbakar itu hanya sekitar kurang lebih luasnya 100 meter persegi saja. Dan itu hanya di wilayah kecil yang sebenarnya cukup jauh dari kawasan permukiman," ungkapnya.
Meski luas lahan yang terbakar relatif kecil, kebakaran tersebut menyebabkan dua relawan mengalami luka bakar saat melakukan pemadaman. Polisi pun masih berupaya meminta keterangan korban untuk melengkapi penyelidikan.
"Kami sedang komunikasi dengan pihak korban, karena kebetulan ada teman-teman relawan, ada BPBD yang mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam proses perawatan di rumah sakit," ujarnya.
Penyidik disebut telah beberapa kali mendatangi korban untuk meminta keterangan terkait kejadian tersebut. Namun pemeriksaan belum dapat dilakukan lantaran korban masih menjalani perawatan akibat luka bakar.
Sebelumnya, kebakaran terjadi di kawasan eks Bandara Temindung sekitar pukul 17.30 Wita pada Sabtu (12/9). Petugas pemadam kebakaran, BPBD dan relawan kemudian bergerak melakukan pemadaman setelah api membesar.
Ketua Info Taruna Samarinda (ITS) Joko Iswanto alias Jokis mengatakan dua relawan mengalami luka bakar ketika melakukan penanganan. Keduanya kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
"Saat petugas dan relawan melakukan penanganan, ada dua orang rekan kami yang mengalami luka bakar," kata Jokis.
Relawan saat itu turut menemukan tumpukan ban bekas di lokasi yang diduga menjadi sumber api. Informasi mengenai dugaan pembakaran oleh sejumlah remaja juga telah diterima relawan sejak kejadian berlangsung.
"Dari informasi di lapangan dan video yang tersebar di media sosial serta grup WhatsApp relawan, kebakaran ini diduga disengaja oleh beberapa remaja yang kebetulan tengah membakar di sekitar lokasi ditemukannya ban bekas tersebut," jelasnya.
Para remaja tersebut berdasarkan informasi yang diterima relawan kemudian meninggalkan lokasi ketika api semakin membesar. Dugaan itu kini menjadi bagian dari penyelidikan polisi setelah adanya keterangan saksi di sekitar lokasi.
