Satgas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, terkendala kurangnya BBM untuk operasional pemadaman api. Bupati Kobar Nurhidayah pun meminta agar pihak terkait yakni Pertamina turun tangan memberi kemudahan bagi kendaraan pemadam.
Nurhidayah mengungkapkan kebutuhan BBM menjadi persoalan penting karena tim penanganan karhutla harus bergerak cepat dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Menurutnya, jangan sampai kendaraan operasional yang menjadi ujung tombak penanganan karhutla justru terkendala ketika hendak mengisi bahan bakar.
"Pertamina ini untuk lebih mempermudah akses kalau teman-teman ini membutuhkan untuk mengisi. Jangan sampai dipersulit, apalagi sampai ngantri," kata Nurhidayah, Rabu (9/9/2026).
Selain Pertamina, perhatian juga diarahkan kepada perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di wilayah Kobar. Nurhidayah menilai, dukungan dari sektor swasta terhadap penanganan karhutla masih perlu diperkuat.
"Kalau tadi apa sih sudah kontribusi dari beberapa perusahaan yang berinvestasi di Kotawaringin Barat. Kami saat ini butuh supporting-nya, itu tadi masalah BBM. Kondisi kendala kami saat ini," tegasnya.
Meski sejumlah dukungan logistik telah diterima dari berbagai pihak, kebutuhan operasional Satgas tetap berjalan seiring dengan penanganan karhutla yang belum sepenuhnya selesai. Karena itu, Nurhidayah berharap Pertamina maupun perusahaan yang beroperasi di Kobar dapat mengambil peran lebih besar.
"Jangan sampai dipersulit, apalagi sampai ngantri, supaya mobilitas kita cepat untuk menangani kondisi di lapangan," pungkasnya.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
(des/des)