Seorang relawan karhutla asal Kecamatan Kotawaringin Lama, Aries Sutio Luthfil Hadi, gugur usai bertugas pada Kamis (10/9/2026) sore. Aries sempat dirawat di rumah sakit selama tiga hari karena sesak napas saat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dari kejadian tersebut, Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Nurhidayah mengajak masyarakat menghargai perjuangan para petugas dan relawan karhutla. Menurutnya, mencegah kebakaran jauh lebih penting daripada harus berjibaku memadamkan api setelah telanjur meluas.
Nurhidayah meminta warga tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah atau lahan secara sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mari bersama-sama menjaga Kobar tetap aman dari karhutla," pesannya.
Nurhidayah mengatakan perjuangan para pejuang karhutla memiliki risiko besar. Bahkan, ada personel yang harus kehilangan nyawa ketika menjalankan tugas menjaga lingkungan dan menangani kebakaran.
"Sudah ada pejuang karhutla yang menghembuskan napasnya demi menjaga lingkungan," kata Nurhidayah.
Menurut Nurhidayah, kebakaran di Kobar, Kalimantan Tengah per Jumat (11/9/2026) masih menjadi ancaman di tengah musim kemarau.
Ia bahkan menyebut sekitar 90 persen karhutla yang terjadi di Kobar berkaitan dengan ulah manusia. Sehingga, masyarakat diminta tidak menganggap sepele aktivitas yang berpotensi memunculkan api, terutama saat kondisi lahan kering.
"Karhutla ini kebanyakan karena ulah oknum manusia. Mulai dari membakar sampah, membakar lahan, sampai puntung rokok yang belum sepenuhnya dimatikan kemudian dibuang di lahan kering," ucap Nurhidayah.
Menurutnya, kondisi panas dan kering membuat api lebih cepat menjalar. Bara kecil yang awalnya dianggap tidak berbahaya dapat dengan mudah menyambar rumput, semak, maupun vegetasi kering di sekitarnya.
Karena itu, Nurhidayah meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sekitar lahan, perkebunan, maupun kawasan yang dipenuhi vegetasi kering. Ia mengingatkan agar tidak melakukan pembakaran sembarangan selama kondisi kemarau masih berlangsung.
"Jangan main-main dengan karhutla," ujarnya.
Ia menegaskan pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, petugas pemadam, TNI-Polri, maupun para relawan. Masyarakat memiliki peran penting karena api dapat dicegah sejak sumbernya sebelum berubah menjadi kebakaran besar.
Ia mengingatkan, dampak karhutla bukan hanya kerusakan lingkungan. Asap kebakaran dapat mengganggu kesehatan masyarakat, menurunkan kualitas udara, hingga menghambat aktivitas warga akibat jarak pandang yang terganggu.
