Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, dilaporkan telah merambah hingga KM 19 ruas Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama. Pemkab Kobar kini dibuat waspada karena arah pergerakan api mendekati kawasan Danau Masoraian yang memiliki fungsi konservasi dan menjadi salah satu habitat orang utan.
Bupati Kobar Nurhidayah mengatakan, pemadaman dari udara menjadi kebutuhan mendesak. Pemda telah tiga kali mengirimkan surat permohonan bantuan helikopter water bombing.
"Yang paling sulit saat ini lokasinya berada di dalam dan sulit terjangkau armada pemadam. Jalan satu-satunya hanya pemadaman melalui udara," kata Nurhidayah saat memberikan arahan kepada Tim Satgas Karhutla di Posko Induk, Selasa (9/9/2026) siang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kawasan sepanjang Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama menjadi salah satu fokus penanganan karena sebagian wilayahnya merupakan lahan gambut. Nurhidayah menegaskan upaya pemadaman harus dilakukan sebelum kobaran api memasuki kawasan konservasi Danau Masoraian.
"Jangan sampai karhutla masuk kawasan Danau Masoraian karena kawasan tersebut merupakan konservasi orang utan," tegasnya.
Nurhidayah meminta seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas Karhutla memperkuat koordinasi dan tidak bekerja secara sendiri-sendiri. Penanganan di lapangan, menurutnya, membutuhkan sinergi pemerintah, aparat, relawan, serta masyarakat.
Selain efektivitas pemadaman, keselamatan personel juga menjadi perhatian. Nurhidayah meminta pola kerja di lapangan menerapkan sistem sif agar petugas tidak dipaksakan bekerja selama 24 jam tanpa jeda.
"Jangan sampai karena ingin memadamkan api, kesehatan dan keselamatan anggota justru terabaikan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel mengungkapkan, hingga saat ini tercatat 2.711 hotspot yang tersebar di enam kecamatan. Kecamatan Kumai, Arut Selatan, dan Kotawaringin Lama menjadi tiga wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak.
"Dari data penanganan yang dilakukan, luas lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 1.958 hektare. Tim Satgas sendiri telah melakukan penanganan terhadap 325 titik kebakaran," katanya.
Pemda berharap bantuan helikopter water bombing dapat segera direalisasikan. Dukungan pemadaman dari udara dinilai penting untuk menjangkau titik api yang berada di kawasan sulit diakses sekaligus mencegah kobaran meluas ke kawasan konservasi.
"Jika tidak segera dikendalikan, karhutla di sekitar KM 19 bukan hanya mengancam lingkungan dan kualitas udara, tetapi juga berpotensi mengganggu habitat satwa dilindungi, termasuk orang utan yang berada di kawasan Danau Masoraian," pungkasnya
