Tarakan Dilanda Asap Meski Hotspot Nihil, BMKG: Kiriman dari Berau-Bulungan

Kalimantan Utara

Tarakan Dilanda Asap Meski Hotspot Nihil, BMKG: Kiriman dari Berau-Bulungan

Oktavian Balang - detikKalimantan
Senin, 31 Agu 2026 18:28 WIB
Tarakan dilanda kabut asap pada Senin (31/8/2026).
Tarakan dilanda kabut asap pada Senin (31/8/2026). Foto: Oktavian Balang/detikKalimantan
Tarakan -

Kota Tarakan, Kalimantan Utara, diselimuti kabut asap pekat dalam beberapa hari terakhir. BMKG memastikan asap tebal ini bukan berasal dari wilayah Tarakan, melainkan asap 'kiriman' masif dari Kabupaten Bulungan dan Berau.

Pantauan detikKalimantan di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Tarakan Barat, tampak udara tebal tampak menyelimuti sejumlah pusat Kota Tarakan. Kondisi ini membuat warga, baik pejalan kaki maupun pengendara yang melintas di kawasan seperti Jalan Jenderal Sudirman, mulai menggunakan masker untuk beraktivitas.

Forecaster BMKG Tarakan, Ida Bagus Gede Yamuna, menjelaskan bahwa titik panas (hotspot) di wilayah Tarakan sebenarnya justru tidak terpantau dari pantauan satelit. Lahan yang sebelumnya sempat terbakar terpantau sudah berhasil dipadamkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berarti tidak terpantau titik panas di wilayah tersebut (Tarakan). Yang kemarin terpantau panas dikarenakan lahan terbakar, hari ini berarti sudah padam atau luasannya berkurang," kata Ida Bagus kepada detikKalimantan, Senin (31/8/2026).

Meski titik api lokal nihil, BMKG mencatat adanya lonjakan titik panas akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dalam dua hari terakhir di wilayah tetangga. Asap dari Karhutla inilah yang tertiup angin dan mengepung Tarakan.

"Sebagian besar titik panas yang terpantau di wilayah Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Berau, dan arah angin dominan dari arah selatan. Sehingga dapat diindikasikan kabut asap yang sampai di Kota Tarakan adalah kabut asap kiriman dari luar," terangnya.

Berdasarkan data sebaran titik panas BMKG pada Minggu (30/8), tercatat ada 74 titik panas di Kaltara dengan 68 titik di antaranya terpusat di Bulungan. Sementara pada Senin (31/8) hari ini, meski menurun menjadi 21 titik, seluruhnya masih berada di wilayah Bulungan.

"Kondisi inilah yang membuat suplai asap ke Tarakan tidak kunjung putus. Asap kiriman ini terus masuk secara masif karena kebakaran di daerah tetangga belum sepenuhnya teratasi," jelasnya.

"Sampai hari ini pun titik panas di Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Berau masih terpantau cukup banyak. Sehingga diindikasikan kabut asap kiriman yang sampai di Kota Tarakan sampai hari ini juga masih cukup pekat," timpal Ida Bagus.

Menutup penjelasannya, pihak BMKG memprakirakan kondisi udara kabut asap ini masih belum akan mereda dengan cepat. Warga diimbau untuk terus menjaga kesehatan dan membatasi aktivitas luar ruang tanpa pengaman.

"Untuk ketebalan asap hari ini diprakirakan masih sama, mengingat tutupan awan hari ini masih rendah yang dapat berpotensi membentuk titik panas baru," pungkasnya.



(des/des)

Koleksi Pilihan

Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikkalimantan

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads