Pakar Lingkungan Sebut Pemicu Utama Karhutla Bukan El Nino, tapi Manusia

Trisna Wulandari - detikKalimantan
Jumat, 28 Agu 2026 17:30 WIB
Ilustrasi karhutla. Foto: Istimewa
Samarinda -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di Kalimantan. Fenomena El Nino yang membuat kemarau semakin panas dipercaya menjadi salah satu pemicu tingginya kejadian karhutla. Namun, pakar menegaskan bahwa El Nino bukan penyebab utama, melainkan aktivitas manusia sendiri di sekitar lahan gambut.

Dilansir detikEdu, pakar kebijakan lingkungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Rijal Ramdani, MPA, PhD mengatakan bahwa fenomena ElN Nino merupakan kondisi meteorologis yang mendukung terjadinya kebakaran. Namun, sifat El Nino di sini 'hanya' meningkatkan kerentanan kebakaran. Sedangkan api yang tersulut berasal dari sumber atau penyebab lain.

Rijal menyebut sumber api dalam banyak kejadian karhutla tidak lepas dari aktivitas manusia. Salah satu yang disorot yakni praktik pembukaan lahan dengan cara membakar untuk berkebun atau bercocok tanam.

Menurutnya, selama ini memang masyarakat mengenal cara pembakaran untuk membuka lahan secara efektif. Namun, terjadinya El Nino membuat kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar menjadi sangat berbahaya karena api sulit terkendali.

"Kalau tidak ada El Niño, sebenarnya praktik membakar untuk bercocok tanam bisa dikendalikan. Tetapi, karena kondisi kering dan angin kencang, api menjadi sulit dikendalikan," ungkapnya dalam laman UMY, dikutip Jumat (28/8/2026).

Sejak April 2026, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan terkait periode kritis karhutla, yang diperkirakan berlangsung Mei-September. Risiko ini meningkat karena musim kemarau dan curah hujan yang minim.




(des/des)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork