Asap Mendadak Pekat, Warga Pangkalan Bun: Seperti Hidup di Atas Awan

Kalimantan Tengah

Asap Mendadak Pekat, Warga Pangkalan Bun: Seperti Hidup di Atas Awan

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Rabu, 02 Sep 2026 14:58 WIB
Foto: Kabut asap di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Rabu (2/9/20226) pagi.
Foto: Kabut asap di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Rabu (2/9/20226) pagi. Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan
Kotawaringin Barat -

Warga Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, kembali menghadapi hari yang diselimuti asap pekat. Kondisi udara pada Rabu (2/9/2026) bahkan mencapai level berbahaya setelah konsentrasi partikulat halus PM2.5 melonjak hingga 615,3 µg/m³.

Angka tersebut tercatat melalui alat pemantau PM2.5 Stasiun Meteorologi Iskandar Pangkalan Bun pada pukul 07.06 WIB. Konsentrasi itu jauh melampaui batas kategori berbahaya yang berada di atas 250,4 µg/m³.

Forecaster on Duty BMKG Kobar, Ni Kadek Trisna Dewi, mengatakan perubahan kualitas udara terjadi sangat cepat sejak dini hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada pagi ini kondisi asap di Kotawaringin Barat dan sekitarnya menunjukkan status berbahaya dengan konsentrasi PM2.5 paling tinggi 615,3 µg/m³," ujarnya.

Yang membuat kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan adalah lonjakan terjadi hanya dalam hitungan jam.

Pada pukul 03.06 WIB, PM2.5 masih tercatat 15,3 µg/m³ dan berada dalam kategori baik. Namun satu jam kemudian, angkanya naik menjadi 57,6 µg/m³ dan masuk kategori tidak sehat.

"Konsentrasi kembali meningkat pada pukul 05.06 WIB hingga mencapai 106 µg/m³. Selanjutnya, pada pukul 06.06 WIB, PM2.5 melonjak menjadi 213,3 µg/m³ atau masuk kategori sangat tidak sehat," katanya.

Puncaknya terjadi sekitar pukul 07.06 WIB. Angka PM2.5 tiba-tiba menembus 615,3 µg/m³ dan membuat kualitas udara Kobar berada dalam kategori berbahaya.

Meski sempat turun menjadi 485,5 µg/m³ pada pembaruan pukul 08.06 WIB, kondisi udara tetap berada di level berbahaya.

"Artinya, asap pekat yang menyelimuti Kobar pagi itu belum menunjukkan kondisi yang aman bagi masyarakat untuk beraktivitas normal di luar ruangan," ujarnya.

Keluhan Warga

Kondisi tersebut juga dirasakan langsung warga. Kabut asap yang tebal membuat suasana pagi berubah drastis, jarak pandang berkurang dan aktivitas masyarakat ikut terganggu.

Rahmadi, salah seorang warga Pangkalan Bun, menggambarkan kondisi tersebut seperti berada di atas awan. Namun sayangnya, 'awan' kali ini adalah kabut asap yang berbahaya bagi sistem pernapasan tubuh.

"Seperti hidup di atas awan," katanya, Rabu (2/9/2026).

Siti Fatimah, seorang ASN di Pangkalan Bun mengaku kaget saat bangun tidur pada Rabu pagi. Sekitar pukul 05.00 WIB asap pekat tanpa menyisakan ruang untuk melihat di luar rumah.

"Sampai pukul 07.00 WIB masih gelap, seperti hidup di alam lain. Jam 8 nan baru mulai sedikit terlihat," ujarnya

Fenomena ini menunjukkan betapa cepatnya kualitas udara dapat berubah. Hanya dalam beberapa jam, kondisi yang semula baik berubah menjadi tidak sehat, sangat tidak sehat hingga akhirnya mencapai level berbahaya.

Dengan konsentrasi PM2.5 yang masih tinggi, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker menjadi penting ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Perhatian lebih juga diperlukan terhadap kelompok rentan, seperti anak-anak dan lanjut usia, mengingat paparan partikulat halus dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Halaman 2 dari 2
(bai/bai)

Koleksi Pilihan

Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikkalimantan

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads